Anak saya sering mimpi buruk. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi oleh perasaan cemas, takut, tertekan, atau teror yang kuat saat sedang tidur. Kondisi ini normal dialami anak-anak berusia antara 3-6 tahun.

9 views   |   shares
  • Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi oleh perasaan cemas, takut, tertekan, atau teror yang kuat saat sedang tidur. Kondisi ini normal dialami anak-anak berusia antara 3-6 tahun. Karena pada usia itu, adalah usia dimana imajinasi sedang anak berkembang dan anak mulai mengerti bahwa ada hal-hal yang ada yang bisa menyakiti mereka. Ada kalanya ketakutan dan mimpi buruk adalah hasil dari pengalaman yang buruk yang membuat mereka ketakutan atau khawatir, misalnya ;

  • -Menonton film atau membaca buku yang menyeramkan

  • -Melihat kejadian yang menyeramkan secara langsung

  • -Mendengarkan cerita yang menyeramkan

  • -Atau mengalami langsung kejadian buruk seperti dibully atau disakiti orang lainnya

  • Apa yang dapat kita lakukan agar anak tidak mimpi buruk

  • -Ajar anak untuk berani menghadapi ketakutannya. Dengan menceritakan kisah tentang anak-anak yang takut namun berhasil mengatasi ketakutan mereka.

  • -Lakukan hal menyenangkan didalam kegelapan dengan mengajak anak bermain didalam kegelapan agar dia lagi takut dengan gelap. Misalnya mencari harta karun dalam kegelapan. Atau membaca dongeng menggunakan senter didalam selimut bersama anak.

  • -Gunakan imajinasi Anda juga untuk melawan ketakutan imajiner anak, seperti misalnya anak takut monster. Buatkan anak semprotan mainan dan katakan padanya itu adalah senjata penghancur monster. Sehingga itu dapat membantunya mendapatkan rasa penguasaan dan kontrol.

  • -Pasanglah monitor atau radio yang menjangkau Anda berhubungan langsung dengan anak. Sehingga meski tidur terpisah, anak merasa aman tetap berada dalam pengawasan Anda. Sehingga dapat membantu anak Anda merasa lebih rileks pada waktu tidur dan sepanjang malam.

  • -Upayakan untuk menggunakan lampu tidur saat anak ingin tidur, agar anak masih melihat cahaya dan tidak begitu merasa berada didalam kegelapan.

  • -Biarkan pintu kamar terbuka agar anak Anda tidak merasa terisolasi dari keluarga yang lain.

  • -Hindari acara televisi yang menyeramkan. Jauhkan anak Anda dari acara TV yang menakutkan, video atau cerita yang bisa menambah ketakutannya.

  • -Latihan relaksasi. Ajarkan strategi relaksasi pada anak Anda untuk membantunya bersantai menjelang tidur. Misalnya, mintalah anak Anda membayangkan adegan santai, seperti berbaring di ranjang pantai atau menyaksikan matahari terbenam atau lainnya. Ini akan memberinya pemikiran lain saat berbaring di tempat tidur dan membantu mengalihkan perhatiannya dari pikirannya yang menakutkan. Juga, secara fisik tidak mungkin untuk santai dan takut pada saat bersamaan.

  • Advertisement
  • -Bicaralah dengan anak Anda tentang ketakutannya di siang hari dan carilah solusi agar bagaimana dia bisa menjadi kurang takut di malam hari. Selain itu, membangun rasa percaya diri anak Anda di siang hari. Jika dia merasa aman di siang hari, ini bisa membantunya merasa lebih aman di malam hari juga.

  • -Pasanglah bintang-bintang yang dapat menyala dalam gelap dilangit-langit kamar anak Anda. Anak akan lebih berani dan tidur sendiri saat melihat banyak bintang dilangit kamarnya.

Bantu kami menyebarkan

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Anak saya sering mimpi buruk. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi oleh perasaan cemas, takut, tertekan, atau teror yang kuat saat sedang tidur. Kondisi ini normal dialami anak-anak berusia antara 3-6 tahun.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr