Cara Mengenali Rambu Bahaya dalam Komunikasi dan Bagaimana Menghindarinya

Komunikasi bukanlah hanya sekedar untuk berbicara. Itu adalah perbincangan antar manusia di saat mereka sedang berbicara, mendengar dan memahami apa yang sedang terjadi, juga termasuk memperhatikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

6,149 views   |   shares
  • Komunikasi bukanlah hanya sekedar untuk berbicara. Itu adalah perbincangan antar manusia di saat mereka sedang berbicara, mendengar dan memahami apa yang sedang terjadi, juga termasuk memperhatikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membahagiakan pikiran.

  • Kita berkomunikasi dengan orang lain setiap hari. Komunikasi adalah lebih dari sekedar kata-kata; termasuk bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan tindakan dalam melayani. Komunikasi dalam suatu hubungan adalah penting karena dapat membantu kita untuk mengekspresikan apa yang kita butuhkan, kita inginkan dan kepedulian kita terhadap sesama. Komunikasi yang terbuka dan jujur dapat menciptakan atmosfir yang memungkinkan kita saling menyatakan perbedaan maupun kasih satu sama lain. Sebagai pasangan melalui komunikasi kita dapat mengatasi masalah-masalah yang terjadi.

  • Komunikasi sangatlah penting dalam membina suatu pernikahan yang bahagia. Mendiang Spencer W. Kimball, berbicara mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik. “Sepengetahuan saya, kebanyakan masalah yang ada dalam pernikahan, adalah karena kurangnya komunikasi; kabelnya putus, tiangnya ambruk, suami istri cekcok, dan ada kemarahan di mana seharusnya ada kedamaian. Tumbuh kekesalan dan kebencian menggantikan kasih dan harmoni keluarga."

  • Ada 4 tanda atau rambu bahaya dalam komunikasi. Ketika Anda menemukan diri Anda melakukan salah satu atau semua tanda atau rambu ini, maka hal tersebut dapat memiliki potensi yang bermasalah. Tanda-tanda bahaya tersebut adalah: 1) merasa lebih hebat; 2) penolakan; 3) menafsirkan dengan negatif; 4) menarik diri dan menghindari.

  • Merasa lebih hebat

  • Merasa lebih hebat dari orang lain. Biasanya dilakukan dalam hal-hal yang diucapkan dan cara Anda berbicara atau dengan meningginya volume suara Anda. Ketika ini terjadi, komunikasi akan segera terhenti karena masing-masing ingin didengarkan, namun merasa pihak lain tidak mendengarkan. Untuk memperbaiki masalah ini, Anda dapat memeriksa emosi Anda secara teratur untuk mengetahui apakah Anda frustasi dan marah. Dengan memeriksa emosi Anda, Anda akan mampu mengendalikan diri Anda dan memperbaiki masalah sebelum berkembang.

  • Penolakan

  • Hal ini bisa dilakukan secara halus atau terang-terangan. Dengan membuang muka atau membuat pernyataan seperti, “tidak, kamu tidak merasa begitu” kita melakukan penolakan. Ketika Anda merasa ditolak, Anda mulai berkeinginan untuk menutup diri. Untuk memperbaiki tanda bahaya seperti ini, sadarilah bagaimana tanggapan Anda terhadap pasangan Anda. Jika Anda merasa ditolak, biarkan pasangan Anda mengetahui bahwa hal ini sering menyebabkan masalah yang lebih serius.

  • Advertisement
  • Menafsirkan dengan negatif

  • Ini adalah saat seseorang mengatakan sesuatu dan Anda langsung menafsirkan secara negatif apa yang dikatakannya. Jika Anda bermaksud mengetahui maksud yang sebenarnya, Anda dapat bertanya. Anda mungkin akan terkejut dengan apa yang sesungguhnya dia maksudkan. Carilah penjelasan dari maksud sesungguhnya sebuah pernyataan; jika tidak, itu dapat menyebabkan penolakan.

  • Menarik diri dan menghindar

  • Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang paling umum adalah berjalan pergi. Cara yang lain adalah mengabaikan pihak lain. Menghindar adalah ketika Anda tidak mau berbicara mengenai sebuah situasi atau tidak mau menyelesaikan masalah. Di saat ada seseorang yang ingin menarik diri, maka pihak lain cenderung mengejar. Jika Anda merasa perlu menyendiri supaya tetap berkepala dingin, itu dapat diterima. Cara yang tepat untuk menarik diri adalah dengan mengatakan kepada lawan bicara, “Saya perlu waktu untuk memikirkan ini, sebaiknya kita rehat 30 menit, lalu kita selesaikan pembicaraan ini." Faktor paling penting dari hal ini adalah benar-benar kembali dan menyelesaikan pembicaraan.

  • Setiap dari kita memiliki rambu bahaya favorit yang cenderung kita lakukan. Mengenali dan menyadari rambu-rambu kita sendiri memungkinkan kita membuat suatu perubahan. Perhatikan bahwa saya merujuk pada rambu bahaya “kita sendiri.” Ini memungkinkan kita mawas diri dan tidak menuding pihak lain.

  • Sangatlah penting untuk berupaya dan membahas cara kita berkomunikasi sehingga kita dapat terus meningkatkan hubungan kita. Jujur dan terbuka pada diri Anda sendiri. Jika Anda tidak mampu berkomunikasi dengan baik, luangkan waktu untuk mulai berlatih karena kita berkomunikasi dengan orang lain setiap hari. Jika Anda merasa telah mampu berkomunikasi dengan baik, terus berlatih dan tingkatkan ketrampilan ini.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "How to recognize and avoid communication danger signs" karya Russell C. Gaede.PsyD.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Russell Gaede is a licensed mental health professional. He has a doctorate in clinical psychology. He is the Executive Director for Life Enhancement Center in Provo, Utah.

Cara Mengenali Rambu Bahaya dalam Komunikasi dan Bagaimana Menghindarinya

Komunikasi bukanlah hanya sekedar untuk berbicara. Itu adalah perbincangan antar manusia di saat mereka sedang berbicara, mendengar dan memahami apa yang sedang terjadi, juga termasuk memperhatikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr