Bagaimana bereaksi dengan bijak ketika Anda tahu anak menjadi korban pelecehan seksual?

Pukulan berat yang Anda terima, bukan berarti harus goyah dan kalah oleh luapan emosi. Bagaiamana merespons dengan bijak laporan anak bahwa ia telah dilecehkan secara seksual?

281 views   |   shares
  • Terlepas dari statusnya sebagai seorang selebriti, Nafa Urbach tetap seorang mama. Menemukan komentar tidak senonoh pada salah satu foto anak perempuannya yang diunggah di media sosial, Nafa bereaksi keras. Ia melaporkan peristiwa ini kepada kepolisian. Pelaporan Nafa berujung kepada penangkapan seorang pemuda berusia 19 tahun di Bandung. Sang terduga pelaku secara mengejutkan, ternyata ditemukan juga tergabung dalam chat group pornografi internasional.

  • Jiwa-jiwa cilik nan suci, ternyata tak luput dari intaian para predator seksual. Bahkan, mayoritas pelaku pelecehan dan kekerasan seksual pada anak berasal dari figur yang dikenalnya. Bukan hanya orang dewasa, pelakunya bisa jadi teman sebaya atau sesama anak dengan usia sedikit lebih tua.

  • Pelecehan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk :

    • Pernyataan seksual, disampaikan secara verbal, gambar, tulisan, gestur, dalam berbagai media. Pernyataan ini dapat dipaparkan secara tersirat (implisit) maupun terang-terangan (eksplisit) mengarah kepada asusila dan vulgarisme.

    • Perhatian seksual, diberikan untuk menyalurkan birahi melalui surat, telepon, pesan, dan segala jenis bentuk komunikasi, namun semua perhatian ini tidak diinginkan oleh korban.

    • Perilaku dan pendekatan fisik, termasuk menyentuh, mencium, memeluk, melakukan hubungan seksual dalam bentuk apapun, yang tidak diinginkan oleh korban sehingga terjadi di bawah paksaan dan ancaman.

  • Melihat luasnya makna dari pelecehan seksual, Anda perlu waspada. Seringkali, anak-anak tidak memahami bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah pelecehan seksual. Dalam situasi lain, mereka merasa takut dan tak nyaman akan kejadian yang menimpa mereka. Akan tetapi, seringkali anak-anak memilih untuk bungkam karena malu dan segan menceritakan apa yang telah terjadi. Tanda-tanda anak sedang memendam sesuatu dan berkaitan dengan pelecehan atau kekerasan seksual, dapat Anda amati sebagai berikut.

  • Advertisement
    • Memeragakan perilaku seksual dengan mainan atau benda-benda lain di sekitarnya

    • Kesulitan tidur atau mengalami mimpi buruk

    • Perubahan perilaku menjadi menjauh atau malah sangat 'menempel' pada Anda

    • Tiba-tiba menjadi penuh rahasia

    • Perubahan emosional dan mood secara dratis dan tiba-tiba

    • Melakukan perilaku yang dulu ia lakukan waktu lebih kecil, misalnya mengompol

    • Rasa takut yang mendadak muncul pada suatu tempat atau seseorang spesifik

    • Amarah yang meledak-ledak

    • Perubahan pola makan

    • Kosa kata baru tentang alat kelamin, tanpa sumber yang jelas

    • Menceritakan 'teman baru' atau mendadak memiliki uang dan hadiah tanpa sumber yang jelas

    • Menyakiti diri sendiri secara fisik

    • Gejala fisik, kesakitan pada area-area tubuh tertentu (alat kelamin, mulut), menderita penyakit menular seksual, kehamilan tak diinginkan

    • Melarikan diri dari rumah

    • Menolak ditinggal sendirian bersama seseorang spesifik

  • Apabila suatu hari, anak mengakui dan menceritakan kepada Anda tentang pelecehan seksual yang dialaminya, tetaplah berkepala dingin -meski pastilah sulit untuk mengendalikan rasa kecewa dan amarah yang mendadak muncul-. Inilah beberapa langkah rasional dan bijak yang dapat Anda lakukan:

  • 1. Ajak bicara perlahan dan tenang

  • Luapan emosi dan rasa ingin tahu umumnya akan menguasai Anda. Tarik napas dalam, berdoalah, sebelum memutuskan untuk berbicara hati ke hati dengan Si Kecil. Berikan waktu dan kenyamanan bagi anak sehingga ia percaya Anda akan mendengarkan ceritanya. Hindari menekan, memaksa, dan mengarahkan anak untuk memenuhi asumsi pribadi Anda.

  • 2. Tahan keinginan menghakimi

  • Hal terakhir yang ingin didengar semua korban pelecehan seksual adalah mendapati diri mereka dipersalahkan. Tak mampu menjaga diri, terlambat waspada, terlalu naif, tentu tuduhan-tuduhan ini akan memperburuk apa yang sudah terlanjur terjadi. Berikan apresiasi kepada anak, mengingat butuh keberanian luar biasa untuk 'maju dan buka suara'.

  • 3. Hubungi pihak berwajib

  • Advertisement
  • Anda perlu dukungan untuk mengatasi masalah berat ini. Datangi dokter dan psikolog untuk pemeriksaan fisik serta kondisi mental anak. Apabila melaporkan kepada kepolisian terasa berat untuk dilakukan sendiri, hubungi lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap anak. Anda akan mendapatkan pendampingan, baik secara moral maupun bantuan legal untuk memastikan Anda berada di jalur yang tepat.

  • 4. Jaga keamanan dan kenyamanan anak

  • Dampak yang tak diinginkan mungkin saja terjadi dengan anak yang angkat bicara. Pastikan anak dalam keadaan aman, dalam artian dibatasi dahulu kontaknya dengan pihak-pihak yang membuatnya takut dan tak nyaman. Jauhkan dari lingkungan yang mengingatkannya pada kejadian pelecehan tersebut. Tekan trauma yang dialami anak, termasuk melindungi anak dari 'serangan' pihak luar yang menghakimi atau memberikan komentar tak pantas atas apa yang dialaminya. Bagaimanapun, privasi adalah sebuah hak penting yang patut dipelihara bagi para korban pelecehan seksual.

  • Kesabaran ekstra dan hati seluas samudra, percayalah Anda mampu memilikinya. Pukulan berat ini mungkin menggoyahkan, namun Anda dan keluarga akan dapat berdiri tegar. Keadilan akan datang pada saatnya. Dampingi terus anak Anda dengan penuh kasih. Pelukan hangat dan semangat yang terus Anda suntikkan adalah bekal untuk memulihkan jiwa raganya yang tengah terluka.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Bagaimana bereaksi dengan bijak ketika Anda tahu anak menjadi korban pelecehan seksual?

Pukulan berat yang Anda terima, bukan berarti harus goyah dan kalah oleh luapan emosi. Bagaiamana merespons dengan bijak laporan anak bahwa ia telah dilecehkan secara seksual?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr