Pertanyaan "basa-basi" ini sebaiknya tidak Anda lontarkan. Mengganggu!

Menanyakan kabar atau berbincang sebetulnya merupakan simbol keramahan yang wajar-wajar saja. Tetapi terkadang kita kerap melampaui batas
Nov 30, 2017

146 views   |   7 shares
  • Basa basi sebetulnya adalah bentuk keramahan. Tidak salah sih, bahkan tidak jarang bermula dari basa-basi kemudian tercipta satu obrolan menarik. Misalnya Anda sedang menunggu sendirian dan orang di sebelah Anda memulai obrolan dengan bertanya kabar, atau sekadar menyapa.

  • Tetapi tidak semua basa-basi bisa jadi obrolan menyenangkan, dan menjadi simbol keramahan. Sebab ada juga pertanyaan basa-basi yang sebaiknya tidak perlu diungkapkan karena mengganggu, dapat menyebabkan sakit hati, atau justru mengesalkan. Apa sajakah itu?

  • 1. 'Datang sama siapa nih?' atau 'Pasangannya mana?'

  • Ini pertanyaan yang biasanya muncul di acara pernikahan, reuni, kumpul keluarga, dan sejenisnya. Pertanyaan semacam ini menyebalkan bahkan kadang membuat sedih. Coba bayangkan jika kita sudah lama tak bertemu dengan seseorang, lalu kita tidak tahu bahwa baru sebulan yang lalu pasangannya meninggal dunia? Duh!

  • 2. 'Kapan menikah?'

  • Pertanyaan ini paling sering dilontarkan -mungkin juga oleh Anda- dan paling menyebalkan. Pertanyaan ini bisa-bisa membuat lawan bicara Anda menjadi tersinggung. Anda tak tahu kan bagaimana hubungan percintaan yang sedang mereka jalani, begitupula proses untuk menuju ke jenjang pernikahan bukanlah suatu yang mudah. Setiap pasangan memiliki permasalahannya masing-masing.

  • 3. 'Kapan isi?'

  • Maksudnya ditanya kapan hamil? Duh. Anak adalah anugerah Tuhan dan hanya Dia yang tahu kapan kita mendapatkannya. Pertanyaan ini memang merupakan pertanyaan klise yang sering dilontarkan oleh orang yang sudah akrab. Tetapi berhati-hatilah, karena pertanyaan ini bisa menyinggung dan bahkan membuat lawan bicara Anda terluka. Bagaimana jika ia juga telah lama menantikan kehadiran buah hati namun belum juga mendapatkannya?

  • 4. 'Kapan nambah adik?'

  • Pertanyaan ini sama mengganggu nya dengan menanyakan kapan hamil. Sekali lagi, punya anak itu anugerah dari Tuhan. Bukan sesuatu yang bisa diukur seperti lulus kuliah. Apalagi Anda tidak tahu banyak pertimbangan yang harus diukur oleh masing-masing keluarga dalam menentukan ingin menambah anak atau tidak. Bukan urusan Anda!

  • 5. 'Kerjanya apa sih? Kok di rumah melulu?'

  • Biasanya ini ditanyakan kepada tetangga. Ingat dulu sebelum bertanya, bahwa bekerja di zaman sekarang tidak selalu harus keluar rumah. Jika tetangga kita mengatakan sudah bekerja namun sering kedapatan berada di rumah, bukan berarti ia bohong kok. Bisa jadi ia berjualan online, atau memang bekerja dari rumah.

  • Advertisement
  • 6. Pertanyaan basa-basi yang sudah jelas jawabannya

  • Ini nih salah satu kebiasaan basa-basi yang aneh, yaitu pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sudah sangat jelas tapi masih ditanyakan. Contoh, ada anak pakai seragam sekolah lengkap dengan tas dan siap berangkat. Kemudian ditanya, "Mau berangkat sekolah ya?" Atau contoh lain, seorang ibu membawa keranjang belanjaan sedang berjalan ke arah rumahnya, lalu ditanya "habis belanja ya?"Tidak ada salahnya menyapa tetangga dengan menanyakan kabar saja lho. Akan lebih baik kalau ditambah pujian, "Wajahnya segar deh, pagi ini.."

  • 7. 'Lagi hamil ya?'

  • Sesungguhnya, tidak semua wanita yang pipinya menggembil itu sedang hamil. Bisa jadi, ia sedang doyan makan saja. Bahkan bisa jadi, ia sedang mengalami masalah hingga makan lebih banyak. Ditanya sedang hamil, sama saja dengan mengatakan "Kamu gemukan deh!". Percayalah, tidak banyak perempuan yang suka dibilang gemukan.

  • Jika memang basa-basi yang dilontarkan sengaja karena ingin memberikan nasihat, atau memang ingin tahu dengan tujuan baik, ya tidak apa-apa. Tapi mulailah dengan kalimat yang baik. Bercerita saja tentang sesuatu, ajak mengobrol dan dengarkan juga ceritanya. Jangan-jangan ia memang butuh teman cerita, karena sedang memiliki masalah. Lebih baik tawarkan bantuan, atau berikan dukungan positif kepada setiap orang yang memang membutuhkannya ketimbang 'kepo' tidak pada tempatnya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pertanyaan "basa-basi" ini sebaiknya tidak Anda lontarkan. Mengganggu!

Menanyakan kabar atau berbincang sebetulnya merupakan simbol keramahan yang wajar-wajar saja. Tetapi terkadang kita kerap melampaui batas
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr