Cara sederhana menanamkan nilai kebaikan pada anak

Setiap anak dilahirkan untuk menjadi pembelajar, dan orang tua adalah guru pertama bagi mereka. Menanamkan nilai kebaikan, adalah tanggung jawab Anda.

455 views   |   shares
  • Setuju kah Anda, membaca dan menonton berita belakangan ini, dipenuh dengan kejadian buruk. Begitu banyak hal berujung pada kriminalitas menghantui keluarga, dan membuat kekhawatiran. Kasus bunuh diri, kekerasan, tawuran, pelecehan seksual, dan banyak lainnya, membuat kita kerap bertanya-tanya, nilai seperti apa yang ditanamkan para orangtua kepada anaknya?

  • Pergeseran zaman seringkali menggerus nilai kebaikan yang telah ditanamkan turun temurun. Namun, zaman tidak bisa disalahkan begitu saja apalagi dijadikan pembenaran, karena pendidikan dasar tentang kebenaran dan kebaikan pada anak ada dalam tanggung jawab orangtua. Nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesetiaan, respek, tenggang rasa, disiplin dan kesopanan harus tertanam baik dalam diri anak, hingga akhirnya mereka dewasa dan menjadi bagian dari komunitas besar.

  • Karenanya, sangat penting bagi kita untuk terus menanamkan nilai-nilai ini pada anak, seberapa besar pun tantangannya.

  • Menjadi role model utama

  • Tak ada cara yang lebih baik untuk mengajarkan sesuatu, selain lewat contoh. Bagaimana mengajarkan anak agar tidak berbohong, jika Anda sendiri kerap membohongi mereka? Akan seperti apa anak-anak di masa dewasanya, bermula dari contoh yang Anda berikan dalam kesehariannya ketika kecil.

  • Observasi dan nantikan momen yang tepat untuk mengajari

  • Ketika Anda menghabiskan banyak waktu bersama anak, akan selalu ada momen yang muncul dan tepat sekali sebagai bahan pembelajaran. Misalnya ketika pergi ke supermarket dan melihat ada orang yang memperlakukan orang yang lebih tua dengan tidak sopan, Anda dapat minta pendapat anak tentang situasi tersebut. Atau misalnya saat ia bertengkar dengan adik atau temannya, Anda bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mengevaluasi kejadian dan menemukan solusinya.

  • Ceritakan hal-hal hebat

  • Anda dapat memanfaatkan waktu bercengkerama atau saat membaca buku sebelum tidur, untuk menceritakan hal-hal hebat. Misalnya menceritakan soal perjuangan kakek dan nenek ketika membangun rumah tangga di masa perang, atau membacakan buku yang sarat nilai penting dalam kehidupan. Pinokio, menurut saya adalah salah satu cerita klasik yang baik untuk mengajarkan anak tentang kejujuran.

  • Konsisten dalam menetapkan aturan

  • Batasan adalah hal yang penting untuk diterapkan pada anak-anak. Pilih dengan seksama hal-hal yang Anda anggap penting untuk menjadi aturan keluarga, dan biarkan anak-anak merasakan konsekuensi dari perilakunya ketika menetapkan pilihan. Bukan hukuman, namun konsekuensi alami. Misalnya tidak membereskan mainan, dan membuatnya tergelincir mainannya ketika berjalan. Ingatlah untuk tetap konsisten dan tidak perlu selalu melindungi mereka dari konsekuensi atas perbuatan yang tidak sesuai. Itulah cara terbaik bagi mereka untuk belajar bahwa di tengah masyarakat, ada sebab dan akibat. Apa yang mereka lakukan, itu pula yang akan mereka petik.

  • Advertisement
  • Perluas wawasan budaya anak

  • Lain ladang lain belalang, adalah peribahasa yang tepat untuk hal ini. Nilai yang diajarkan setiap budaya, berbeda-beda. Ketika anak-anak mulai memasuki dunia nyata, ia akan berhadapan dengan hal ini. Mengajak anak liburan ke berbagai daerah atau bahkan negara bisa jadi cara yang menyenangkan untuk sama-sama belajar. Berpartisipasi dalam acara multi kultural di sekolah atau tempat tinggal Anda pun bisa jadi cara efektif.

  • Mengajak anak berbagi

  • Melakukan kegiatan sosial bersama anak seperti berbagi ke panti jompo, masyarakat yang kurang beruntung, atau anak-anak di rumah sakit akan menanamkan nilai simpati dalam hati anak.

  • Berikan dukungan bagi anak ketika menghadapi kesulitan

  • Ada saatnya anak merasa ingin menyerah, misalnya ketika menghadapi tugas sekolah atau naik tingkat di pelajaran musiknya. Orang tua yang selalu ada dan memberikan dukungan, akan membuat anak kembali semangat untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Hal ini akan menanamkan nilai keteguhan dan semangat pantang menyerah menghadapi ujian kehidupan di masa depannya.

  • Puji perilaku baik

  • Koneksi harus datang sebelum koreksi. Menjadi orang tua, kadang kita terlalu mudah untuk mengoreksi dan mendikte apa yang seharusnya dilakukan anak, tanpa memuji hal baik yang sebetulnya sudah dilakukannya. Misalnya makan berantakan. Padahal ia sudah bisa duduk di meja sepanjang waktu makan, namun kita lupa untuk memujinya. Berikan pujian yang spesifik pada perilakunya, dan jangan terlalu fokus pada kesalahannya saja.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cara sederhana menanamkan nilai kebaikan pada anak

Setiap anak dilahirkan untuk menjadi pembelajar, dan orang tua adalah guru pertama bagi mereka. Menanamkan nilai kebaikan, adalah tanggung jawab Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr