Hamil di atas usia 40 tahun? Perhatikan hal-hal ini

Walau mungkin fisik sudah tidak lagi prima seperti para wanita yang hamil dan memiliki anak di usia 20-an, secara emosi Anda jauh lebih matang sebagai orangtua.

1,594 views   |   3 shares
  • Walau tidak lazim, namun seorang wanita tetap dapat mengandung walau usia telah menginjak 40 tahun lebih. Selama sel telur masih aktif, maka kemungkinan untuk bisa hamil lagi tetap bisa terjadi. Atau jika seseorang sedang menggunakan obat kesuburan, dan lain sebagainya.

  • Kehamilan pada usia berapa pun memiliki risikonya tersendiri. Begitu pula dengan kehamilan di usia senja, 40an. Di bawah ini kami mengumpulkan pendapat ahli kesuburan, penasihat keuangan, pakar hubungan pasutri dan beberapa ibu di atas usia 40 untuk memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana rasanya memiliki anak di usia lebih dari 40.

  • Manfaat menunda kelahiran anak

    • Anda mempunyai pengalaman lebih banyak. Mungkin manfaat terbesar menunggu waktu lebih lama untuk melahirkan anak ialah, Anda mempunyai waktu untuk berkembang secara psikis dan kesempatan untuk menikmati dunia dengan puas. Anda mungkin sudah memiliki karier dan keuangan yang stabil. Anda dan pasangan juga mempunyai kesempatan untuk saling mengenal dalam berbagai situasi, ini merupakan landasan yang kokoh untuk membangun keluarga.

    • Anda lebih bijak. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ibu-ibu yang lebih berumur biasanya lebih berpendidikan dan membuat keputusan lebih bijak sebagai orangtua. Mereka juga cenderung untuk menyusui bayinya dan menurut studi yang diterbitkan di Jurnal Asosiasi Gizi Amerika, mereka memilih nutrisi yang lebih sehat bagi anak-anaknya, seperti memilih buah yang sehat dan bukan makanan atau minuman yang manis-manis.

    • Keuangan Anda lebih mantap. Menunda melahirkan anak juga memiliki manfaat keuangan. Sebuah studi di AS menunjukkan bahwa pendapatan seorang wanita meningkat 9% setiap tahun dia menunda kelahiran anaknya.

  • Susan Heitler, seorang terapis keluarga dan pernikahan di Denver, AS, percaya bahwa saat terbaik untuk melahirkan anak adalah di usia 20-an sampai awal 30-an. Namun dia juga melihat adanya keuntungan yang diperoleh para pasangan yang menunda memiliki anak. "Orangtua di usia 40-an seringkali lebih fokus kepada anak-anak daripada mereka yang lebih muda. Mereka punya waktu untuk bepergian dan mempunyai pengalaman yang lebih luas sebelum mempunyai anak. Tekanan keuangan mereka tidak sebesar orangtua yang masih muda dan mereka sudah kenyang berpesta pora serta bekerja keras 60 jam seminggu." Ujarnya

  • Nicole Rogers, seorang ibu dari lima anak dan direktur pemasaran di hotel Marriott San Francisco, AS, berkata bahwa pada usia 41 tenaganya memang sudah berkurang, namun sebaliknya sebagai orangtua dia lebih bijak dan sabar. "Pada usia 20-an dan 30-an, Anda cenderung lebih menekan diri sebagai orangtua," ujarnya. "Anda berpikir akan ada bencana bila segala sesuatu tidak berjalan sempurna. Jika Anda tidak punya waktu untuk membeli hadiah untuk pesta ulang tahun, misalnya, Anda akan mengalami stres berat. Sebagai orangtua di usia yang lebih tua, hal-hal kecil seperti itu tidak terlalu saya pikirkan"

  • Advertisement
  • Kesulitan berusaha melahirkan di usia 40 lebih

  • Menunda kelahiran dapat menimbulkan problem yang serius

    • Anda mungkin mengalami kesulitan untuk hamil. Makin lama menunda, makin kecil pula kemungkinan untuk hamil. Karena produksi sel telur Anda semakin lama jadi sangat menurun. Sel telur bagi wanita yang lebih tua, lebih gampang mengalami masalah kromosom sehingga mudah keguguran dan menderita cacat. "Kesuburan sangat menurun di usia 40-an," ujar Julia Johnson, seorang ahli kesuburan dan ketua departemen obstetrik serta ginecologi di UMass Memorial Medical Center. "Kemungkinan Anda hamil di usia 41 lebih baik daripada mereka yang berusia 43." Anda juga dapat mengalami komplikasi kehamilan. Pada usia 40-an Anda cenderung menderita tekanan darah tinggi dan kencing manis selama kehamilan di samping masalah plasenta dan komplikasi kelahiran.

    • Sperma pasangan Anda juga sudah tua. Walau pria secara fisik dapat mempunyai anak di usia 60 bahkan 70, mutu sperma menurun dengan bertambahnya usia. Sperma pria berusia lanjut cenderung mengalami cacat genetik. Belakangan ini studi menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia ayah dan kondisi yang berkaitan dengan genetik seperti down syndrome, schizophrenia, dan gangguan autism.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Hamil di atas usia 40 tahun? Perhatikan hal-hal ini

Walau mungkin fisik sudah tidak lagi prima seperti para wanita yang hamil dan memiliki anak di usia 20-an, secara emosi Anda jauh lebih matang sebagai orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr