Ini alasan mengapa sebaiknya Anda 'membela' istri ketika berselisih dengan orangtua

Masalah klasik yang timbul pada seorang pria menikah adalah saat terjadinya konflik antar Ibu dan istrinya. Siapa yang harus dibela?

14,002 views   |   90 shares
  • Seorang teman kami pernah bercerita tentang bagaimana dia menghadapi dilema ketika dihadapkan pada pilihan saat istri dan ibu kandungnya sedang bertikai. Di satu sisi, ia mengasihi istrinya namun di sisi lain ia juga menyayangi dan menghormati ibunya. Sang suami benar-benar merasa terjepit, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Dua-duanya adalah wanita yang penting dalam hidupnya.

  • Saya yakin, pria tersebut tidaklah sendirian. Banyak pria atau suami yang pernah mengalami konflik serupa. Dan di pihak manakah sang suami harus berada?

  • Setelah menikah, seorang pria otomatis menjadi satu tim dengan wanita pilihannya, untuk membangun rumah tangga bersama. Ia adalah gambaran wanita ideal yang diharapkan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak, layaknya ia yang telah memperoleh kasih sayang dari ibunya dahulu.

  • Karena telah memilih, berarti seorang pria menjadi 'satu' pikiran dengan istrinya. Karena itulah sebaiknya ia mendahulukan istrinya dalam segala hal. Tentu saja bukan berarti ia tidak lagi menghormati dan menyayangi ibunya, namun prioritasnya kini telah berubah. Istri menjadi lebih utama, karena dengannya lah pria akan menghabiskan sisa hidupnya.

  • Masalah menjadi semakin rumit lagi bila sang ibu dan anak ini memiliki hubungan yang sangat dekat. Ibu akan mengalami kesulitan untuk 'melepas' sang anak, dan sebaliknya anak pun pasti tidak ingin menyakiti hati ibunya. Padahal, istri tentu ingin diutamakan.

  • Lalu, beberapa dari Anda mungkin berpikir, "Kenapa saya harus memilih istri ketimbang ibu sendiri?" Ini beberapa alasannya:

  • _Hubungan Anda berdua akan semakin kuat dan intim_

  • Dengan meletakkan istri di prioritas Anda, hubungan pernikahan akan semakin kuat dan intim. Rasa percaya akan terbentuk dengan sendirinya saat pasangan mengetahui bahwa ia berada dalam prioritas utama Anda. Terbangunnya rasa percaya dan aman akan membuat hubungan semakin kuat dan sulit untuk digoyahkan sehingga otomatis jadi semakin intim dan romantis.

  • Ia yang akan selalu bersama di sepanjang sisa hidup Anda

  • Ketika meminta izin kepada orang tua calon istri Anda saat itu, untuk menjaganya, mengasihi, menghormati serta melindunginya sampai maut memisahkan. Maka Anda berkewajiban memenuhi janji tersebut, tanpa syarat. Menghormati orang tua memang penting, namun Anda perlu mengerti bahwa istri adalah pendamping yang Anda pilih untuk juga dihormati. Dengan menempatkannya pada prioritas hidup Anda, ia akan merasa dikasihi dan penting untuk Anda. Happy wife, happy husband happy family.

  • Advertisement
  • _Menunjukkan rasa hormat dan bahwa Anda menghargai istri Anda_

  • Berilah pengertian kepada orang tua terutama ibu Anda bahwa sekarang prioritas Anda adalah istri Anda, pernikahan Anda. Pilih kata-kata yang baik dengan sopan santun. Bila menghadapi masalah, istri haruslah orang yang Anda tuju sebelum orang tua Anda. Dengan begitu, istri Anda akan mengerti bahwa Anda menghargai kehadirannya. Bila memang memerlukan nasihat dari orang tua, maka datanglah bersama istri Anda. Ini bukan berarti nasihat orangtua tidaklah penting, namun itu jadikan istri sebagai bagian dalam hidup Anda.

  • Menunjukkan kepada orang tua bahwa pernikahan Anda kuat dan utuh

  • Dengan berpihak dan membela istri Anda, serta tidak menjelek-jelekkannya di depan orangtua, maka mereka akan menyadari bahwa istri adalah orang yang penting dalam kehidupan Anda.

  • Anda dapat saling mendukung dan saling bergantung di masa-masa sulit

  • Bila Anda telah terbiasa untuk menempatkan pasangan sebagai prioritas dalam hidup, maka kebahagiaan pasangan Anda adalah hal yang utama. Anda akan mengupayakan kebahagiaan serta kenyamanan dari pasangan. Ini sangat penting terutama ketika Anda mengalami masa-masa sulit. Anda tahu bahwa istri Anda akan selalu mendukung apapun yang terjadi, dan bahwa sekalipun Anda membuat keputusan bisnis yang salah sehingga membuat ekonomi keluarga Anda goyah, ia tetap akan bersama-sama bangkit di sisi Anda. Anda dapat saling mendukung dan saling bergantung di masa sulit.

  • Anda tidak perlu menarik diri atau mendorong orang tua Anda menjauh. Cukup berikan batasan dengan rasa hormat kepada orang tua, dan tunjukkan bahwa Anda sedang membangun pernikahan Anda. Bagaimana bisa mandiri dalam pernikahan, bila terus membiarkan orangtua mengintervensi pernikahan Anda? Istri dan ibu adalah berbeda. Anda tidak dapat mengasihi keduanya dengan cara yang sama.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Ini alasan mengapa sebaiknya Anda 'membela' istri ketika berselisih dengan orangtua

Masalah klasik yang timbul pada seorang pria menikah adalah saat terjadinya konflik antar Ibu dan istrinya. Siapa yang harus dibela?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr