Membesarkan si anak ‘Alfa’ yang dominan, bagaimana triknya?

Keras hati, berkemauan kuat, berjiwa pemimpin, dan super kritis. Supaya Anda tidak melulu bersitegang dengan si anak Alfa yang dominan, gunakan 5 trik ini dalam membesarkan mereka.

771 views   |   4 shares
  • Secuplik dari masa kecil saya, betapa saya senang menjadi pemimpin dan yang terdepan. Vokal mengutarakan pendapat dan berinisiatif tinggi. Sayang, tidak semua orang ternyata cocok dengan karakter saya seperti ini. Kerap kali saya dicap sok tahu, bossy, bahkan dituding sebagai bully. Anda menemukan sifat-sifat seperti ini pada anak Anda, Mama?

  • Anak-anak seperti saya ini tergolong dalam karakter anak Alfa (alpha child). Seperti halnya huruf pertama yang terdepan, anak-anak Alfa pada dasarnya adalah natural born leader. Mereka senang mengarahkan, mengulurkan tangan bagi rekan-rekan yang kesulitan, dan inisiator berbagai langkah dalam kegiatan.

  • Kepribadian dominan seorang anak Alfa, perlu disikapi dengan tepat. Anak Alfa pada dasarnya tidak suka dikekang. Mereka lebih suka membuat aturan, ketimbang mengikuti aturan baku yang ditetapkan orang lain. Alasannya? Ya, karena mereka tidak ikut campur dalam pembuatan aturan tersebut. Anak Alfa akan terlihat mandiri. Mereka senang menjadi pusat perhatian, khususnya diberikan kepercayaan untuk memimpin.

  • Menghadapi anak Alfa tentu perlu trik khusus. Mereka cenderung keras hati, berkemauan kuat, dan tentu saja, lebih kritis daripada anak-anak non Alfa yang lebih pasif. Supaya Anda tidak melulu bersitegang dengan mereka dan dapat memaksimalkan potensinya, inilah 5 trik membesarkan anak Alfa yang dominan.

  • 1. Utamakan kerja tim

  • Anak Alfa enggan disisihkan. Mengalami penolakan akan membuatnya frustrasi dan tak jarang memicu dirinya menjadi agresif. Meskipun ia senang mengarahkan dan memimpin, letakkan anak Alfa pada sebuah tim. Di sini, Anda dapat memberikan ruang padanya untuk menjadi pemimpin namun juga mengenalkan padanya batasan; bahwa seorang pemimpin wajib mendengarkan lebih baik dari anggotanya. Keberhasilan tim adalah kesuksesan bersama, bukan jerih payah sang pemimpin belaka. Anak juga ikut belajar berempati setelah menjadi pendengar yang baik. Merasakan apa yang dirasakan orang lain, dari apa yang mereka utarakan, ini adalah tingkat lebih tinggi dari sekadar mendengarkan belaka.

  • 2. Penuhi kebutuhan

  • Anak Alfa tak jarang mendapatkan ekspektasi tinggi dari lingkungan, termasuk mungkin dari Anda. Dengan kemampuannya mendominasi, muncul stereotipe bahwa anak Alfa harus selalu menjadi yang terbaik. Ini dapat berbalik menjadi bumerang, ketika ekspektasi tersebut tak sesuai dengan kemampuannya. Alih-alih menaruh beban dan target pada dirinya, fokuskan pada pemenuhan kebutuhan. Misalnya dalam sisi akademik, Anda dapat memberikan tujuan baginya untuk menguasai satu bahasa asing untuk bisa bercakap-cakap sederhana, ketimbang memintanya harus meraih nilai sempurna dalam tes bahasa asing tersebut. Sampaikan manfaat dari tujuan tersebut, sehingga ia akan mengejar tujuan dengan sukacita karena tahu ada hal baik yang menantinya. Contoh, dengan bercakap-cakap bahasa asing dengan baik, akan memudahkannya memahami dialog film favoritnya.

  • Advertisement
  • 3. Perkenalkan perbedaan

  • Anak Alfa memandang semua orang perlu berada dalam kecepatan yang sama dengan dirinya. Ketika seseorang tidak memenuhi keinginannya untuk setara, ia akan berubah menekan atau mengeluarkan perintah-perintah, menimbulkan kesan bossy dan pushy. Di sinilah Anda dapat berperan. Perkenalkan perbedaan karakter dari berbagai manusia. Ingatkan dirinya bahwa kondisi ideal pada dasarnya tidak ada. Ketika berbuat baik, relakanlah. Teruslah berbuat baik, meskipun ada yang menentang. Kita tidak dapat mengendalikan perilaku dan pikiran orang lain. Anak dominan yang bisa belajar berbesar hati akan lebih lepas dari beban dan tekanan. Dengan senantiasa berbuat baik, kepercayaan terhadap diri kita akan terbangun dan inilah harta tak ternilai dalam hubungan sosial.

  • 4. Mainkan ketegasan dan fleksibilitas dengan cerdas

  • Berhadapan dengan anak Alfa, Anda perlu menarik ulur kapan harus tegas, kapan pula dapat menjadi fleksibel, terkait dengan aturan main. Pada area peraturan yang tidak dapat ditawar, misalnya terkait keamanan, keselamatan, dan norma agama, Anda dapat bertindak tegas. Tegas bukan berarti galak dan penuh kekerasan. Anda tetap memberikan kebebasan baginya bertanya dan beropini. Jawablah dengan memberikan penjelasan lengkap dan hargai pendapatnya. Dengan demikian, ia tidak merasa dijatuhkan dan disisihkan. Dirinya berarti, meskipun pada akhirnya bukan ia yang total memegang kendali. Dengan batasan jelas dan konsisten, nantinya anak Alfa akan mengetahui, sampai di mana ia dapat mendominasi dan kapan perlu menyerahkannya pada orang dewasa untuk mendampingi.

  • 5. Tunjukkan sisi lembut

  • Seorang anak Alfa merasa gengsi untuk terlihat lembut dan rapuh. Bagi mereka, mandiri dan kuat adalah bagian dari kepribadian yang wajib ditonjolkan. Isi sisi halus mereka dengan memberikan sentuhan-sentuhan kasih, berupa pelukan, elusan sayang, cium pipi sebagai tanda apresiasi, bahkan menggandeng tangan mereka ketika berjalan. Katakan bahwa ini adalah tanda sayang dan perhatian Anda. Tak perlu banyak bicara, sebuah pelukan hangat akan meruntuhkan pertahanannya. Biar bagaimanapun, Andalah tempatnya mengadu dan bergantung pada beberapa waktu.

  • Advertisement
  • Bagaimanapun juga, seorang anak Alfa juga memerlukan dukungan dan bimbingan. Hargai segala kekuatan dan kelemahannya. Biarkan ia berkembang sembari menjaga batasan-batasan norma yang membuatnya tetap di jalur yang tepat. Seorang anak Alfa memerlukan orang tua yang sama cerdasnya sebagai pemimpin. Jadikan sisi dominannya sebagai sebuah aset, yang nantinya menjadi kunci kesuksesannya di masa mendatang.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Membesarkan si anak ‘Alfa’ yang dominan, bagaimana triknya?

Keras hati, berkemauan kuat, berjiwa pemimpin, dan super kritis. Supaya Anda tidak melulu bersitegang dengan si anak Alfa yang dominan, gunakan 5 trik ini dalam membesarkan mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr