Autentiknya Anda: Bagaimana Menjadi Diri Anda Sendiri dan Menyukainya

Seseorang akan hidup lebih bahagia kalau dia tidak memberi tekanan pada dirinya yang memberi kesan bahwa dia tidak lebih baik daripada orang lain. Artikel ini berusaha menjelaskan cara mengubah cara berpikir kita terhadap diri kita.

977 views   |   shares
  • Apakah Anda autentik? Apakah Anda ingin menjadi 100% diri Anda sepanjang waktu? Tidak banyak di antara kita yang dapat menjawab Ya. Tekanan dan beban yang diberikan pada bahu ibu yang berasal dari sumber internal dan eksternal dapat berdampak besar pada siapa diri kita. Sebuah survei di tahun 2008, dari menyimpulkan bahwa hanya 18 persen ibu yang tinggal di rumah dan 14 persen ibu pekerja jarang merasa tertekan dalam hidupnya. Bila ditanya dalam survei lain tentang tantangan terbesar dalam membangun keluarga, maka tekanan sosial adalah yang teratas dengan 38 persen mengatakan bahwa hal tersebut merupakan faktornya. Bagaimana kita memeranginya dan mengajar anak-anak kita untuk menjadi otentik diri mereka sendiri dan menjauhi tekanan sosial yang menimpa mereka?

  • Seorang wanita yang melihat di depan cermin dan memutuskan bahwa dia tidak suka dengan apa yang dilihatnya, umumnya melampiaskan ketidakpuasan tersebut kepada anak-anaknya. Jika hal tersebut adalah Anda, Anda perlu menghentikan apa yang Anda lakukan.

  • Tidak ada tekanan yang lebih besar daripada tekanan yang kita letakkan sendiri kepada diri kita. Akhirnya kita harus memilih siapa yang menekan kita dengan cara menerima tantangan yang mereka berikan kepada kita, atau meninggalkannya.

  • Kami mewawancarai beberapa ibu dan menanyai mereka kira-kira dari mana asal tekanan itu, dan bagaimana mereka mengatasinya. Berikut adalah beberapa jawabannya:

  • “Tekanan yang saya rasakan berasal dari dalam. Dengan senang hati, saya katakan bahwa teman-teman saya tidak pernah menekan diri saya. Akhirnya, semuanya itu adalah masalah keseimbangan. Prioritas saya adalah kesehatan spiritual, fisik, dan emosional saya dan keluarga saya.” Amber, Oregon.

  • “Ketika selesai berbelanja atau sekadar melakukan kegiatan biasa bersama anak-anak, orang selalu memandang saya dengan heran dan bertanya-tanya apakah semua anak itu adalah anak saya. Memang sulit memelihara anak-anak ketika orang lain berharap melihat bencana terjadi sehingga mereka dapat berkata “Tuh, seharusnya dia tidak punya begitu banyak anak.” Hidup yang kita jalani ini adalah milik kita, saya tidak butuh tekanan orang lain yang membuat saya seperti pecundang.” Rhiannon, Maine.

  • “Melihat teman-teman akrab saya sebagai ibu yang ‘lebih baik’ daripada saya secara langsung membuat saya menilai diri saya sebagai ibu yang ‘tidak baik’ sebab saya tidak melakukan apa yang mereka lakukan … saya merasa ada stigma yang sangat besar untuk ibu yang tidak bekerja. Saya percaya ibu harus tinggal di rumah dengan [anak-anak], tetapi ada banyak contoh di mana ibu terpaksa bekerja atau memilih untuk bekerja dan itu pun boleh saja” Nicole, Utah.

  • Advertisement
  • “Saya bertanya-tanya pada diri sendiri apa kesalahan saya. Kemudian saya sadar saya memiliki standar terlalu tinggi! Saya kira saya dapat melakukan sedikit di sini dan sedikit di sana, dan sejauh saya tidak mengharapkan hasil terlalu hebat, hidup saya teratur kembali. Saya harus tetap mengingatkan diri untuk itu sebab tekanan sosial sering merayap masuk kembali, tetapi bersyukurklah terhadap humor yang baik dan sistem dukungan yang hebat sehingga keluarga saya lebih bahagia.” Patricia, Idaho.

  • Jadi, bagaimana kita menolak tekanan? Kita percaya bahwa waktu yang kita gunakan bersama anak-anak dan keluarga berlalu terlalu cepat. Dengan kesadaran bahwa waktu kita sangat terbatas, mengapa membuang-buang waktu untuk apa yang dipikirkan orang lain.

    • Belajarlah dari kebijaksanaan dan kesalahan orang lain.

    • Gunakan alat untuk keuntungan Anda.

    • Baca buku-buku yang baik, tonton program yang membangun.

    • Biarkan kritik berlalu.

    • Jadilah diri sendiri dan tersenyumlah.

  • Media sosial dapat menjadi intimidasi atau menyebabkan kesedihan bila kita membiarkannya menyakiti kita. Kita dapat menggunakan alat ini bagi keuntungan kita. Amber, dari Oregon, mengatakan bahwa membantunya menjadi ibu rumah tangga yang lebih baik, mengajarnya tehnik baru. Dia tidak membiarkan gambaran atau ide orang lain mengintimidasi atau menekannya. Dia mengambil apa yang diperlukannya dan membuatnya lebih baik. Jika Anda menggunakan waktu terlalu banyak untuk menyenangkan dan memperhatikan orang lain, Anda menjadi tidak yakin lagi siapa diri Anda, atau Anda tidak tahu apa yang Anda sukai atau tidak sukai, kemudian Anda mungkin kehilangan diri Anda. Kami ingin menawarkan sebuah tehnik yang berhasil digunakan dalam kelompok penyembuhan trauma untuk membuat Anda mengenali diri Anda sendiri.

  • Koleksi menemukan diri

  • Kumpulkan majalah, sebuah papan poster, gunting, dan lem.

  • Carilah dalam majalah. Setiap kali sebuah gambar atau kata yang menarik perhatian Anda, guntinglah dan tempelkan pada papan koleksi. Jangan berhenti untuk memikirkan alasan Anda menyukainya, gunting dan tempelkan saja apa yang Anda rasa baik atau menarik. Kemudian taruh di tempat di mana Anda dapat melihatnya. Minggu berikutnya ambil krayon berbagai warna yang membuat Anda ceria. Lanjutkan dengan mencari gambar, guntingan-guntingan kain atau apa saja yang menarik dan tempelkan pada papan tersebut. Di akhir pekan periksa papan tersebut untuk mencari polanya. Tanyalah pada diri sendiri:

  • Advertisement
    • Apakah saya melihat gambar-gambar suatu hobi seperti berkebun lebih daripada sekali?

    • Apakah saya melihat pola warna?

    • Apa yang paling banyak saya lihat dan pertanda apakah itu bagi saya?

    • Apakah saya melihat lebih banyak orang atau hewan peliharaan?

  • Gunakan lebih banyak waktu untuk mencari makna gambar Anda. Simpanlah papan Anda dan tambahkan gambar favorit ketika Anda menemukannya. Buatlah itu mewakili siapa diri Anda sebenarnya.

  • Proyek video bertanya kepada kita apakah kita mengganti kesempurnaan dengan keaslian? Pertanyaan itu membantu kita menilai hubungan kita dengan diri kita dan dengan menggunakan kemurahan Tuhan membantu kita menjadi makin autentik, rendah hati dan bahagia dengan apa yang kita miliki.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “The authentic you How to be yourself and love it” karya Shannon Symonds dan Erin Oscarson.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Shannon and Erin are a mother and daughter with lots of children and Utah and Oregon roots.

Autentiknya Anda: Bagaimana Menjadi Diri Anda Sendiri dan Menyukainya

Seseorang akan hidup lebih bahagia kalau dia tidak memberi tekanan pada dirinya yang memberi kesan bahwa dia tidak lebih baik daripada orang lain. Artikel ini berusaha menjelaskan cara mengubah cara berpikir kita terhadap diri kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr