Hindari melakukan 5 hal ini, saat sedang bertengkar hebat dengan pasangan

Bertengkar dengan pasangan adalah lumrah selama kita ingat batas-batasnya

4,370 views   |   10 shares
  • Perjalanan kehidupan rumah tangga sepasang suami istri tidak selalu dihiasi dengan hal yang indah dan menyenangkan. Ada kalanya di dalam berumah tangga, terjadi konflik yang menjadi bumbu dalam perjalanan kehidupan berumah tangga.

  • Meskipun hubungan didasari dengan rasa cinta yang besar, bukan tidak mungkin ada satu ketika di mana satu pihak merasa kesal dan marah terhadap pasangannya. Pertikaian antar-pasangan sebenarnya adalah satu hal yang wajar terjadi dalam sebuah pernikahan. Selama hal tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk terus saling mengenal dan memahami, serta selalu saling berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Ya, konflik di dalam rumah tangga tidak selalu berarti buruk, bahkan bisa menjadi perekat tambahan di antara suami dan istri.

  • Namun meskipun demikian, konflik yang terjadi tetap saja memiliki batas kewajaran antara dua orang yang saling mengasihi. Tentu saja, ada rambu-rambu batasan sikap maupun perkataaan yang tidak boleh sampai dilakukan. Berikut 5 hal utama yang sebaiknya tidak dilakukan:

  • 1. Melakukan kontak fisik

  • Dalam beberapa kasus pertengkaran rumah tangga, sering terdengar ada kejadian kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pihak kepada yang lain. Hendaknya hal ini yang menjadi perhatian utama baik bagi suami dan istri, untuk selalu menjaga sikap agar pertengkaran tidak menjadi adu fisik yang dapat merugikan kedua belah pihak. Aksi kekerasan ini dapat mencederai hubungan pernikahan, membawa terhadap trauma dan menghilangkan rasa cinta. Seberat apapun perdebatan yang sedang dijalani, usahakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sehat. Jika memang Anda sudah terlalu emosi, tunda perdebatan hingga masing-masing pasangan sudah cooling downdan dapat berpikir jernih.

  • 2. Menjadikan anak sasaran kemarahan

  • Bagi pasangan yang telah dikaruniai keturunan, tidak jarang kehadiran anak sering dijadikan 'korban pelampiasan' saat orangtua sedang bertengkar. Walau Anda tidak secara langsung menuding atas perdebatan yang dilakukan, namun tetap saja hal tersebut sudah menjadi luka bagi mereka saat mendengarkannya. Ketahuilah bahwa anak yang sering mendengar pertengkaran kedua orangtuanya tanpa mengerti kesalahan apa yang sedang mereka lakukan, di kemudian hari dapat menanam efek buruk yang berpengaruh pada tumbuh kembang karakternya. Sedapat mungkin jangan libatkan anak dalam pertengkaran Anda dengan pasangan. Apalagi melakukannya di depan mereka.

  • Advertisement
  • 3. Pergi dari rumah

  • Kendalikan kemarahan Anda dengan tidak mengangkat kaki dari rumah saat sedang merasa kesal dengan pasangan. Pergi meninggalkan rumah sama saja dengan menghindari masalah yang ada. Bertindak seperti ini bukanlah jalan keluar yang baik, untuk menyelesaikan pertikaian dan menjaga keutuhan rumah tangga. Setiap konflik yang terjadi sebaiknya tetap dihadapi dan diselesaikan bersama.

  • 4. Curhat tentang masalah rumah tangga pada orang lain

  • Marah terhadap pasangan, tidak menjadikan Anda serta merta dapat melepas tanggung jawab untuk tetap menjaga perasaan dan wibawa pasangan Anda. Menceritakan masalah rumah tangga Anda kepada orang lain hanya akan membuat Anda menyebarkan aib dalam rumah tangga yang dapat membuat pasangan maupun Anda sendiri akan malu di kemudian hari. Bukan tidak mungkin jika apa yang Anda ceritakan, dapat menyebar lebih luas lagi ataupun dimanfaatkan untuk merusak rumah tangga yang sedang Anda bina bersama pasangan.

  • 5. Mudah mengucapkan kata "cerai"

  • Perceraian merupakan jalan terakhir yang ditempuh oleh pasangan yang merasa sudah tidak ada lagi kecocokan dan kata sepakat untuk melanjutkan bahtera rumah tangga yang dibangun. Namun sebaiknya Anda tidak mengumbar keputusan untuk bercerai setiap saat sedang bertengkar. Ini bukanlah jalan keluar pada setiap masalah yang terjadi, apalagi jika menjadi sebuah kebiasaan yang selalu diucapkan. Di saat sedang marah seseorang biasanya akan sulit untuk berpikir secara jernih. Daripada mengucapkan kalimat yang tidak ada gunanya, akan jauh lebih baik jika masing-masing dapat mengambil waktu untuk menjernihkan pikiran dan mendinginkan kemarahan, sebelum mengambil suatu keputusan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Hindari melakukan 5 hal ini, saat sedang bertengkar hebat dengan pasangan

Bertengkar dengan pasangan adalah lumrah selama kita ingat batas-batasnya
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr