Hidup tidak sesempurna para Instagrammer? Ini alasan kenapa Anda tidak perlu 'baper'

Kehidupan glamor selebgram yang bisa liburan ke luar negeri sebulan sekali, menyantap makanan mewah, mengenakan baju bermerek mahal, membuat Anda iri? Sebaiknya jangan deh!
Nov 17, 2017

226 views   |   1 shares
  • Di era serba internet sekarang ini, eksistensi menjadi hal yang sepertinya di atas segala-galanya. Sosial media memungkinkan setiap orang terhubung tanpa batas, sehingga memunculkan sebuah fenomena baru seperti salah satu di antaranya yaitu 'selebgram'.

  • Para selebgram adalah mereka yang mengandalkan eksistensinya pada teknologi jejaring sosial. Cukup dengan sekali selfie, ribuan "like" berdatangan, sehingga memunculkan peluang promosi produk tertentu hingga pundi-pundi bertambah.

  • Kadang, postingan eksistensi yang serba sempurna itu membuat Anda merasa bagai 'remahan rempeyek sisa kemarin'. Sebab meski sudah bekerja banting tulang, namun penghasilan Anda sepertinya tak pernah sebanding dengan para selebgram yang 'hanya' bermodalkan foto di tempat-tempat keren, bisa mengeruk keuntungan hingga jutaan setiap harinya.

  • Namun, apakah pernah terbesit di pikiran Anda apa yang membuat mereka terkenal? Apa yang membuat mereka sukses menjadi idola ribuan anak muda? Apa iya, hidup mereka sesempurna itu? Ada baiknya jika kita menanggapi hal ini dengan logika dan tidak perlu 'baper'. Ini alasannya:

  • Rasa percaya diri rendah

  • Pada riset tahun 2010 oleh York University, ditemukan bahwa orang-orang dengan rasa percaya diri rendah akan meluangkan waktu lebih untuk beraktivitas daring (online) dan memasang konten "self-promotion".

  • Tidak bisa jadi diri sendiri

  • Para selebgram tidak bisa asal mengunggah foto. Karena kalau kontennya dianggap tidak cocok, public (atau pemasang iklan) tidak suka. Jadi sulit untuk dapat bebas berekspresi, dan harus jaga imageterus. Mereka harus mengunggah foto-foto yang terlihat bahagia, sempurna, dan hidup yang selalu tampak seru. Mau senang ataupun sedih, mereka dituntut untuk selalu tampil sempurna.

  • Harus siap mental saat dikritik pedas dan di-bully haters

  • Mau sebagus dan sepositif apapun konten yangdiunggah, pasti ada aja yang tidak suka ataupun setuju. Baik itu karena gaya hidupnya yang nggak sepaham, menilai dirinya berlebihan ataupun karena iri aja. Apalagi kalau konten yang diunggah sarat memicu kontroversi.

  • Foto yang diambil jumlahnya bisa ratusan, namun hanya satu atau dua foto yang akhirnya terpakai

  • Demi mendapatkan foto yang terlihat cantik dan alami, mereka harus berlatih dan mempelajari pose dan angleterbaik agar dapat menampilkan semua elemen pakaian dengan optimal dan indah. Terutama jika aksesori tersebut merupakan produk endorsement.

  • Advertisement
  • Menerima setiap risiko demi mendapatkan backgroundfoto yang bagus

  • Seorang selebgram harus pintar-pintar mencari backgroundunik untuk berfoto. Mereka bahkan rela melakukan apa saja. Mulai dari membayar mahal di restoran yang punya interior yang bagus, hingga mempertaruhkan nyawa dengan mengambil foto di sekitar atap hotel yang jelas-jelas bahaya, demi foto yang unik. Bonusnya, tentu mereka akan dimarahi satpam!

  • Kehidupan mereka memang terlihat sempurna di balik layar smartphone Anda, tapi belum tentu sesempurna itu di dunia nyata. Di dalam dunia virtual, secara otomatis kita akan menjadi selektif dalam menentukan apa yang mau kita tunjukkan ke khalayak ramai.

  • Selebgram harus bisa menunjukkan keunggulan dan sisi positif mereka. Meski di balik itu, sama seperti kita mereka juga memiliki problematika sendiri. Kejelian dalam melihat jejaring sosial sebagai wadah untuk menuai ketenaran patut diacungi jempol.

  • Hanya saja, ketenaran yang diraih tentunya membutuhkan perjuangan (untuk tetap eksis) yang tak kalah berat. Karenanya tak semua orang bisa bertahan menjadi selebgram. Salah satunya adalah seorang bintang Instagram asal Australia, Essena O'Neill undur diri dari media sosial. O'Neill bercerita tentang sisi gelap dari media sosial; dia bilang gambar-gambar tersebut merupakan editan dan hanya untuk mempromosikan diri.

  • Ia menyatakan bahwa kehidupan yang selama ini ditampilkannya di media sosial bukanlah real life. Ia kemudian banyak mengeluarkan pernyataan tentang betapa 'menderitanya' ia dalam upayanya menjadi sosok yang sempurna di media sosial.

  • Memiliki hampir satu juta pengikut (followers), ia mengaku bahwa dengan menjadi selebgram telah mendatangkan banyak uang begitu mudah, sekitar $2000AUD per foto yang diunggah. Akan tetapi, pada 27 Oktober 2015, ia menghapus lebih dari 2000 foto yang berisikan self-promotional content.

  • Ia menyisakan 96 foto yang ia edit caption-nya untuk menjelaskan kejadian sesungguhnya di balik foto tersebut. Foto-foto tersebut hanyalah realitas bualan, ketika ia dibayar mahal untuk tampil sempurna dengan senyuman terpaksa, baju yang ketat, dan dada yang dibusungkan.

  • Advertisement
  • Jadi, masih 'baper' melihat kehidupan sempurna selebgram?

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Hidup tidak sesempurna para Instagrammer? Ini alasan kenapa Anda tidak perlu 'baper'

Kehidupan glamor selebgram yang bisa liburan ke luar negeri sebulan sekali, menyantap makanan mewah, mengenakan baju bermerek mahal, membuat Anda iri? Sebaiknya jangan deh!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr