Menjelang usia 40. Apa saja yang harus saya persiapkan?

"Life's begin at forty". Siapkah Anda?

1,348 views   |   2 shares
  • Jangan sampai usia membatasi Anda untuk dapat tetap bahagia dan produktif, membuat hidup lebih berarti. Apalagi di usia 40, di mana bagi sebagian orang justru menjadi highlightdalam kehidupannya. Tidak jarang di usia 40-an seseorang justru mencapai puncak suksesnya.

  • Mapan

  • Biasanya kehidupan seorang pria pada usia 40-an mencapai masa yang boleh dibilang mapan. Sekolah sudah selesai, keluarga sudah stabil dengan anak yang mungkin sudah dalam usia sekolah dan mandiri, pekerjaan yang dijalani juga sudah dalam kedudukan yang cukup baik, apalagi mereka yang telah meniti karier dari usia 20-an.

  • Beralih bidang

  • Ada juga beberapa orang yang memilih untuk 'banting setir' meninggalkan karier yang sedang ditekuni saat ini, walau sedang berada di puncaknya, untuk mengejar passion melakukan hal yang disukainya. Walau itu berarti harus beralih ke bidang yang benar-benar berbeda dari yang telah ia rintis. Wajar, jika ada kecemasan yang membayangi mereka. Tentu tidak mudah untuk bersaing dengan generasi muda yang mungkin lebih up-date teknologi. Di sinilah sikap optimis dan positif mengambil peran penting untuk berhasil. Dibarengi dengan tekad membara dan semangat baja, mereka dapat mencapai sukses dalam bidang yang dicita-citakan.

  • Jenuh

  • Yang berbahaya justru mereka yang merasa jenuh, karena sudah memperoleh segala hal yang diinginkan sehingga tidak perlu ada lagi yang diperjuangkan. Di sinilah seringkali muncul tahapan 'puber kedua'. Kebosanan mendorong mereka untuk melakukan hal yang tidak-tidak, seperti bergaya layaknya anak muda, hingga mencoba hal-hal 'nyeleneh' hanya untuk mengukur apakah mereka masih 'on market'. Jika sampai melibatkan affair bisa runyam akibatnya! Kejenuhan seperti ini sebaiknya cepat diatasi dan disalurkan pada hal-hal yang positif seperti hobi.

  • Lebih dekat pada keimanannya

  • Ini sangat menolong membuat kehidupan stabil dan mapan. Pada usia 40-an sudah sepantasnya pria mendalami kehidupan agamanya, sebagai refleksi dari kehidupan duniawi yang telah dijalaninya selama ini. Bukan masanya lagi untuk berfoya-foya atau memburu kesenangan seperti remaja. Sosoknya akan dipandang sebagai teladan yang baik, oleh keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

  • Tekad

  • Seseorang di usia 40-an tentunya telah memiliki tekad dan dorongan kuat untuk tetap hidup mapan dan nyaman, karena memiliki tanggung jawab keluarga. Jadikan tekad ini sebagai aset untuk meraih keberhasilan lebih lagi, dan tularkan semangat tersebut pada generasi muda.

  • Advertisement
  • Berapa pun usia seseorang, sikap optimisme dan positif dalam menghadapi hidup adalah penting. Karena Anda dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dengan bermodalkan dua sikap tersebut. Janganlah merasa bahwa usia Anda sudah menjelang setengah baya, sehingga pesimis untuk mulai melakukan hal-hal yang sudah lama Anda ingin lakukan. Bedanya seorang positif dan negatif dalam memandang satu hal yang sama; Saat melihat minuman di dalam gelas sisa separuh, seorang pesimis akan menyebutnya "sudah setengah kosong" sedangkan orang optimis akan menyebutnya "masih setengah lagi". Orang optimis berfokus pada apa yang masih dapat dilakukan, sedangkan si pesimis memandang apa yang sudah mereka jalani.

  • Kobarkan semangat hidup dan katakan bahwa Anda sudah memiliki segala pengalaman yang penting untuk meniti keberhasilan, baik yang sedang dijalani maupun yang baru akan ditekuni. Waktu masih panjang, raih kebahagiaan Anda sekarang!

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Menjelang usia 40. Apa saja yang harus saya persiapkan?

"Life's begin at forty". Siapkah Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr