Kisah nyata: Kutemukan cinta sejatiku di atas kereta komuter

Lebih dari setahun mengagumi seorang pria misterius yang menumpang kereta komuter yang sama dengannya, Zoe Folbigg nekat menyatakan perasaan tepat di hari ulang tahunnya. Respons si 'pria kereta' ternyata tak disangka!

2,748 views   |   4 shares
  • Terkadang, aku tidak dapat mengerti bagaimana cinta bisa berbeda. Antara kagum dan suka, antara jatuh hati atau obsesi. Yang pasti, cinta membuatku melakukan hal-hal di luar akal sehat dan zona nyamanku.

  • Adalah sosoknya, sesama penumpang kereta, rekan komuter harian, mewarnai setiap perjalananku. Aku tak kunjung tahu namanya, apalagi bisa bercakap-cakap dengannya. Mungkin, aku tidak percaya diri. Meskipun, aku udah mengumpulkan segenap nyali. Mengubah dandanan jeans dan sneakers kesayangan, menjadi busana feminin menawan.

  • Fisiknya memang menarik. Namun, apa yang kulihat jauh lebih membuat hatiku berdebar. Ia selalu tersedot ke dalam buku yang dibawanya. Membacanya dengan khidmat. Sampai sekeliling pun tak menarik perhatiannya. Termasuk kehadiranku.

  • Lucunya, melihatnya begitu sudah cukup membuatku girang bukan kepalang. Apalagi, selera buku-bukunya serupa denganku. Seperti ada sebuah bisikan menggoda, "Kalian adalah belahan jiwa."

  • Hari demi hari berlalu. 'Si pria kereta', demikian aku menjulukinya, berhasil memenuhi setiap relung benak dan hatiku. Ialah topik hangat yang selalu kuceritakan penuh semangat kepada sahabat-sahabatku. Mereka pun gemas tak terkira. Semua mendorongku untuk meningkatkan interaksi. Satu persatu ide dilontarkan, demi sebuah kesempatan berbicara empat mata dengannya.

  • Pernah aku membuat sebuah taktik. Menjatuhkan tiket kereta dengan sengaja di dekatnya. Demi dimulainya sebuah dialog, dari sebuah basa-basi kesopanan. Ternyata, butuh waktu nyaris satu jam, untuk 'pria kereta' menyadari maksudku. Namun, ia hanya membantu mengambilkan belaka. Tak ada percakapan akrab setelahnya. Miris sekali.

  • Lama-kelamaan, 'pria kereta' semakin menyita perasaanku. Sepanjang tahun, aku sulit menambatkan hati pada pria-pria yang mendekatiku. Alasannya? Karena 'pria kereta' telah setia bertengger, membiusku dengan impian dan harapan : menjadi kekasihnya.

  • Ya, akulah si hopeless romantic. Mendambakan seseorang yang mungkin saja tak memiliki secuil perasaan yang sama. Namun, perjumpaan dengannya, meskipun tak seberapa lama, adalah 'vitamin kehidupan' yang membuatku semangat menjalani hari.

  • Bulan Mei tiba, demikian dengan hari lahirku. Sebuah ide menyelinap. Bagaimana jika aku merayakan ulang tahunku dengan melakukan sesuatu hal tak terduga? Sesuatu yang di hari normal, hanya sebuah pemikiran gila dan mustahil.

  • Advertisement
  • Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku pada 'pria kereta', melalui sebuah surat cinta.

  • Kuperkenalkan siapa diriku. Kuajak ia pergi bersama, sekadar minum berdua. Kusematkan alamat surelku untuk saling kontak dan menyapa. Tak lupa, kutuliskan kalimat pamungkas. "Kau berhak menerima ataupun menolak ajakan ini. Jika tak ingin bertemu denganku, tidak apa-apa. Nikmati perjalananmu dengan tenang." Demikian seluruh rasa yang kuungkapkan dalam secarik kertas.

  • Kuberikan surat itu sebelum aku turun. Di satu sisi, aku tak ingin asaku membumbung terlalu tinggi. Namun, tak bisa kupungkiri, aku menantikan balasannya dengan sepenuh hati.

  • Notifikasi surelku berbunyi. Rupanya 'pria kereta' mengirimkan pesan. Jantungku berhenti.

  • Namanya Mark. Ia mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Ia pun menghargai upayaku menyatakan perasaan kepadanya.

  • Namun, kami tak dapat pergi bersama. Mark sudah memiliki kekasih dan ingin menjaga perasaannya.

  • Hatiku mencelos. Inilah akhir dari Zoe si pemuja 'pria kereta'. Kami pun kembali seperti sedia kala. Hanya penumpang di kereta yang sama.

  • Hingga delapan bulan kemudian, aku menyadari, kisah ini belumlah usai.

  • "Maukah kau pergi minum denganku?" Begitulah isi surel yang membuatku nyaris tersedak saking bahagia. Mark kini seorang pria lajang, tanpa pasangan. Rupanya, akulah yang pertama muncul di benaknya, untuk melanjutkan apa yang seharusnya terjadi dahulu.

  • Roda nasib memang tak bisa ditebak.

  • Kencan pertama kami berlangsung tanpa hambatan berarti. Tak disangka, Mark memenuhi segala kriteria pria impianku. Kegemaran kami yang nyaris serupa, membuat chemistry kami terbangun dan mengalir begitu saja.

  • Tiga bulan, tiga tahun, semua berlalu cepat. Kami bahkan pergi melakukan perjalanan menyeberangi lautan dan benua bersama. Tiba pada suatu hari, di sebuah kereta di Australia, Mark membuatku tak mampu berkata-kata.

  • "Maukah kau menjadi istriku, Zoe Folbigg?"

  • Saat itulah aku tahu, cinta ini nyata, bukan dongeng belaka.

  • Belasan tahun kami masih bersama, dengan dua putra yang melengkapi kebahagiaan kami. Aku pun memutuskan untuk membagikan kisah ini dalam sebuah novel. The Note, terinspirasi dari kisah cintaku yang berliku ini, terbit di penghujung 2017.

  • Advertisement
  • Mark bukan pencinta novel romantis. Namun, ia menyukai caraku menggambarkan perjalanan hubungan kami dalam novel ini.

  • Kisahku dan 'pria kereta' adalah sebuah bukti. Saat kau berusaha dan merelakan apapun hasil yang akan kaudapat, semesta akan menjentikkan jari, bekerja dengan jalan misteriusnya. Cinta sejati mungkin ada di depan matamu. Tak perlu patah semangat, karena kita tak pernah tahu kapan Tuhan akan membalikkan hati dan membuatmu meraih mimpi.

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Kisah nyata: Kutemukan cinta sejatiku di atas kereta komuter

Lebih dari setahun mengagumi seorang pria misterius yang menumpang kereta komuter yang sama dengannya, Zoe Folbigg nekat menyatakan perasaan tepat di hari ulang tahunnya. Respons si 'pria kereta' ternyata tak disangka!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr