Waspada! Kecanduan media sosial membawa Anda kepada berbagai gangguan kejiwaan

Kecanduan media sosial tidak bisa dianggap sepele. Ketika batas maya dan nyata mulai kabur, berbagai gejala gangguan jiwa mengintai kestabilan mental Anda.
Nov 13, 2017

749 views   |   3 shares
  • Jempol tak berhenti bergerak. Tanpa gawai, hidup Anda hampa. Memikirkan apa yang berlangsung di linimasa. Sebuah ironi ketika pepatah milenial berucap, "Media sosial mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat."

  • Kecanduan media sosial bukanlah sebuah kondisi yang dapat dipandang sebelah mata. Kala Anda terlalu "terhisap jiwanya" ketika menggunakan media sosial untuk berinteraksi, inilah pertanda ada masalah dalam diri yang perlu dicari solusinya.

  • Penggunaan media sosial secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab dapat merusak jiwa Anda. Sebut saja 5 penyakit mental berikut ini yang mengancam Anda, wahai para pecandu media sosial.

  • 1. Narsistik

  • Media sosial menjadi saluran yang sangat disukai oleh 'Generasi Aku'. Generasi ini sangat self-centered, karena mereka lebih memedulikan diri sendiri dan bersikap masa bodoh dengan sekeliling. Imbasnya, apa yang mereka sajikan di media sosial, murni untuk membanggakan diri. Tanpa berpikir panjang, apakah yang mereka unggah tersebut bermanfaat atau berpotensi menyakiti perasaan orang lain. Munculnya istilah 'narsis' bukan tanpa alasan kosong. Apabila Anda membalut kehidupan maya Anda dengan begitu manis dan bercahaya (bahkan tak segan berdusta), untuk mencari pengakuan orang lain, berhati-hatilah. Kepribadian narsistik kemungkinan besar sedang mengintai Anda.

  • 2. Iri dan kebencian

  • Isi media sosial berpotensi besar merusak mental, apabila diunggah, diunduh, dan dimaknai tanpa pertimbangan logika serta nurani yang seimbang. Ancaman besar terutama bagi anak-anak dan remaja yang cenderung masih labil secara emosional. Mereka dapat mengalami rasa tidak percaya diri dan timbulnya rasa iri, yang mampu mencetuskan dampak lain yang lebih serius. Maraknya cyberbullying dan suicidal thoughts berawal dari hal-hal tersebut. Tak hanya pada remaja, orang dewasa pun dapat terkena dampak yang sama. Cobalah tengok kaum haters, trolls, dan akun serta situs penebar kebencian, yang secara menyedihkan, semakin marak bertebaran dan mencemaskan netizen lainnya.

  • Advertisement
  • 3. Pengasingan diri

  • Hubungan Anda di media sosial tak lantas menggambarkan sempurna bagaimana pola sosialisasi Anda di dunia nyata. Memiliki banyak teman maya tidak selalu berbanding lurus di dunia nyata. Malah, media sosial dapat membuat Anda semakin kesepian. Brian Primarck dari University of Pittsburgh, mengungkapkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi di media sosial dan melihat "kesempurnaan" yang tersaji dalam posts, mampu membuat Anda merasa tersisihkan. Media sosial dapat menyebabkan pengasingan diri dan juga sebaliknya.

  • 4. Depresi

  • Semakin banyak platform media sosial yang Anda gunakan, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk terserang depresi darinya. Dalam masing-masing media sosial, Anda akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan aturan dan iklim hubungan sosial yang diciptakannya. Ketika Anda tidak dapat melepaskan diri dan membatasi interaksi maya dengan dunia nyata, bayangkan apa yang terjadi. Berawal dari kegelisahan, lama-kelamaan Anda dapat tenggelam dalam depresi. Entah muncul dari pikiran-pikiran negatif sendiri, maupun tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pengguna lain (misalnya, cyberbullying, komentar-komentar kebencian). Penggunaan media sosial yang rasional dan bertanggung jawab tentu menjadi kunci untuk menyadarkan Anda dan memisahkan antara dunia maya dengan dunia nyata.

  • 5. Paranoia

  • Dunia digital membuka lebar dan menguak segala kehidupan pribadi Anda, apabila Anda memutuskan untuk mengunggahnya ke seantero dunia. Di satu sisi, ini berarti selalu ada peluang untuk pihak-pihak dengan niat buruk yang menyalahgunakan informasi dan melakukan tindak kejahatan terhadap Anda serta orang-orang terdekat. Belum lagi, derasnya arus informasi yang masuk jika Anda terima tanpa mengaktifkan filter dalam otak, mampu membuat Anda tenggelam dalam rasa takut yang amat sangat.

  • Media sosial tak selalu menjadi tempat pelarian tepat dan menyediakan solusi untuk masalah Anda. Justru, dengan penggunaan tidak pada tempatnya dan tidak bertanggung jawab, media sosial akan menghadirkan masalah baru atau menambah pelik masalah yang tengah Anda hadapi. Kembalilah kepada interaksi sosial yang normal dan sewajarnya. Tatap muka, sentuhan, dan percakapan nyata, akan memberikan sebuah warna berbeda yang tidak dapat ditandingi oleh jutaan pengikut dan jumlah likes yang hanya 'simbol angka' belaka.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Waspada! Kecanduan media sosial membawa Anda kepada berbagai gangguan kejiwaan

Kecanduan media sosial tidak bisa dianggap sepele. Ketika batas maya dan nyata mulai kabur, berbagai gejala gangguan jiwa mengintai kestabilan mental Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr