Mengatasi Si Pemilih Makanan

Banyak dari kita mungkin pernah atau mungkin saat ini sedang mengalami masalah yang sama, yaitu bagaimana mengatasi buah hati kita yang adalah seorang pemilih makanan. Mengatasi si pemilih makanan bukanlah proses instan.

2,878 views   |   6 shares
  • Banyak dari kita mungkin pernah atau mungkin saat ini sedang mengalami masalah yang sama, yaitu bagaimana mengatasi buah hati kita yang adalah seorang pemilih makanan. Kebanyakan keluhannya adalah, si kecil tidak suka makan sayur, atau si kecil hanya mau makan satu jenis makanan setiap hari, atau malah si kecil tidak suka makan sama sekali. Padahal tidaklah sehat kalau si kecil tidak mau makan sayur, juga tidak baik jika si kecil hanya mau memakan satu jenis makanan yang sama setiap hari, dia akan kekurangan gizi. Dan lebih berbahaya jika si kecil sama sekali tidak suka makan.

  • Mengatasi si pemilih makanan bukanlah proses instan yang hanya perlu dilakukan sekali dua kali. Ini adalah proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Ini adalah proses membentuk kebiasaan baru yang mungkin asing atau bahkan tidak disukai oleh buah hati kita. Akan lebih mudah jika sedari balita, sejak dia berusia cukup untuk mengonsumsi makanan selain ASI, buah hati kita sudah dibiasakan untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Akan tetapi kecenderungan para ibu sekarang adalah tidak mau repot, yang penting si anak kenyang. Sebagai contoh, ketika usia anak sudah boleh mengonsumsi makanan lunak, mereka lebih senang membeli bubur dan kuah di tempat penjual bubur ayam daripada sedikit merepotkan diri untuk membuat sendiri bubur atau nasi tim dengan sayuran yang lebih banyak gizinya dan lebih terjamin kebersihannya. Dan sayangnya, kebiasaan itu dilakukan hampir setiap hari. Sehingga ketika tumbuh, si balita terbiasa dengan bubur dan kuah, dan asing dengan sayur dan makanan lain. Ketika mulai bisa makan nasi, maka si ibu juga terkadang memilih untuk membeli bakso atau makanan berkuah lainnya untuk mendampingi nasi, sekali lagi tidak mau sedikit berusaha dengan memasak makanan sendiri sehingga si anak tidak mengenal variasi makanan.

  • Pemilih makanan juga bisa terbentuk karena kebiasaan orang tua. Sebagai contoh, saya tidak doyan makanan yang memakai bawang mentah karena Ibu saya tidak menyukainya, dan saya juga tidak bisa makan bahkan mencium bau jengkol, karena Ayah saya tidak mengonsumsi makanan itu. Alhasil, ibu saya tidak pernah memasak keduanya di rumah kami. Sehingga saya dan semua saudara saya tidak doyan kedua makanan dengan bahan tersebut. Seorang Ibu yang tidak suka sayuran, akan sedikit kesulitan untuk membiasakan anaknya makan sayur.

  • Jika putra–putri Anda sudah terlanjur menjadi pemilih makanan, beberapa tips di bawah ini semoga bisa sedikit membantu.

    1. Mulai membuat rutinitas makan yang teratur. Rutinitas makan yang tidak teratur terkadang membuat si kecil susah makan. Jangan membiasakan anak untuk makan ketika lapar. Terkadang anak yang tidak suka makan tidak merasa lapar, padahal tubuhnya tetap membutuhkan nutrisi dan tenaga. Dan jika itu menjadi kebiasaan si anak akan semakin jarang makan. Kitalah yang harus mulai membentuk waktu makannya.

    2. Mulailah untuk menyajikan menu makanan baru. Ketika Anda membuat menu makan si kecil, sisipkan satu menu baru yang mungkin masih asing atau selama ini si anak tidak terlalu suka karena tidak terbiasa. Tidak apa-apa jika pada awalnya buah hati kita hanya mau mencoba menu baru itu pada suapan pertama lalu kemudian menolak dan meminta lauk yang biasanya. Jangan dipaksakan. Sekali lagi ini bukan proses instan. Yang pasti anak kita sudah mengenal rasa baru. Lain kali buatlah menu itu lagi. Hingga dia akan terbiasa. Tetapi ingat berikan jeda waktu. Semisal hari ini Anda mengenalkan makanan baru tersebut dan si anak menolak, jangan membuatnya lagi keesokan harinya. Anak kita mungkin akan merasa dipaksa dan ujungnya dia tidak mau makan. Buatlah lagi makanan itu seminggu kemudian.

    3. Kurangi jajanan atau camilan si kecil. Terkadang susah makannya si kecil disebabkan karena dia sudah kenyang dengan jajanan atau camilan. Padahal seringnya jajanan atau camilan tidak memiliki gizi dan nutrisi sebanyak makanan. Terutama usahakan agar si kecil tidak mengkonsumsi camilan ketika mendekati waktu makan. Itu akan merusak waktu makannya.

    4. Perbanyak kegiatan fisik. Anak yang lebih banyak bergerak lebih banyak membutuhkan energi dan lebih merasa lapar daripada anak yang hanya duduk di depan tv atau hanya duduk bermain game di perangkat elektronik. Jadi tidak ada salahnya mengajak si kecil bermain di halaman atau kalau tidak memungkinan bermainlah di dalam rumah tetapi yang melibatkan gerak badan.

    5. Jadilah kreatif dalam mengolah makanan. Kita bisa mencampurkan sayuran atau bahan yang tidak disukai atau masih asing bagi buah hati kita di dalam makanan kesukaannya. Semisal jika buah hati kita tidak suka sayuran tetapi gemar makan nugget, bisa lho kita membuat nugget sendiri dan mencampur beberapa sayuran di dalam nugget buatan kita, seperti wortel, atau bayam, atau bayam merah. Jangan bingung dengan resepnya. Di zaman sekarang Anda hanya perlu duduk sejenak di depan komputer Anda untuk browsing resep yang Anda mau.

    6. Buatlah tampilan makanan semenarik mungkin. Tidak bisa dipungkiri, bahkan kita orang dewasa pun akan lebih memiliki nafsu makan terhadap makanan yang terlihat cantik dan menggiurkan. Sama halnya dengan anak-anak kita. Untuk memancing nafsu makannya, tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu dan usaha untuk menghias makanannya dengan bentuk-bentuk yang lucu. Semisal alih-alih memotong wortel seperti biasa, mungkin Anda bisa memotongnya dengan bentuk bunga, dan sebagainya. Bisa juga Anda menyajikan nasi dan lauknya dalam bentuk bento yang lucu. Sekarang ini banyak sekali website atau buku-buku yang berisi tentang bagaimana membuat bento yang sederhana. Bahkan tabloid-tabloid wanita juga sering memuat tentang membuat bento. Tidak perlu yang rumit, cukuplah membuatnya berbeda, tidak hanya sekadar nasi dan lauk di piring.

    7. Satu hal yang paling penting, lakukan semua hal di atas dengan konsisten. Proses itu tidak bisa hanya dilakukan sekali dua kali saja. Bersabarlah dan jangan menyerah.

  • Advertisement
  • Selamat mencoba.

Bantu kami menyebarkan

It is my sincere desire and hope that my writing will positively influence readers, and help them be better and happier.

Mengatasi Si Pemilih Makanan

Banyak dari kita mungkin pernah atau mungkin saat ini sedang mengalami masalah yang sama, yaitu bagaimana mengatasi buah hati kita yang adalah seorang pemilih makanan. Mengatasi si pemilih makanan bukanlah proses instan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr