4 masalah tingkah laku pada balita dan cara menanganinya

Anda mulai kehilangan cara ketika menghadapi tingkah 'ajaib' si kecil setiap hari?

292 views   |   5 shares
  • Sungguh membahagiakan memiliki anak, apalagi di usia mereka yang masih balita. Kepolosan dan tingkah mereka yang menggemaskan membuat kita sebagai orang tua tidak ingin melewatkan setiap moment dimana mereka tumbuh. Di usia balita atau usia dibawah umur 5 tahun, memang masa lucu-lucunya si kecil. Namun dibalik tingkah lucu mereka, tak sedikit juga terselip tingkah laku atau perilaku buruk yang membuat para orang tua geleng-geleng kepala.

  • Setiap anak tumbuh dengan karakter, sifat dan pembawaan yang berbeda. Meskipun sama-sama anak laki-laki berumur 5 tahun, satu anak bisa berkarakter sewajarnya tetapi satu anak yang lain bisa berkarakter "buruk" dengan tingkah lakunya yang agresif, bandel dan tak terkendali. Begitupun dengan para orang tua, ada orang tua yang beranggapan anak seusia gitu memang lagi " nakal-nakalnya" jadi tidak perlu dikhawatirkan, namun ada juga orang tua yang merasa cemas jika si kecil memiliki tingkah laku yang buruk.

  • Ada beberapa anak balita memiliki tingkah yang kadang dapat membuat orang tua geram. Jika dalam batas wajar tak jadi masalah, yang dikhawatirkan jika dibiarkan terus menerus dampaknya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang buruk juga. Oleh sebab itu masalah tingkah laku pada balita perlu penanganan sedini mungkin. Berikut 4 masalah tingkah laku yang sering dialami anak balita yang perlu kita tangani dan tindaklanjuti

  • 1. Suka memukul, menggigit, mendorong menjambak rambu , menendang orang lain

  • Anak yang agresif cenderung berperilaku seperti contoh diatas. Mereka belum mampu mengontrol kemauan otaknya untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya. Sikap agresif tersebut membuat perilaku anak menjadi kasar dan biasanya sasaran utama "kekerasan" mereka adalah anak-anak seusianya atau anak-anak yang lebih kecil darinya.

  • Cara mengatasinya adalah mengajarkan, memberitahukan bahwa memukul,menggigit, menjambak atau mendorong adalah sikap buruk yang tidak boleh dilakukan karena akan melukai orang lain. Ketika anak bersikap agresif, jangan langsung membentak, memarahi atau memukulnya. Cara tersebut hanya akan membuat anak semakin marah bahkan akan bersikap kasar lagi. Namun jika cara-cara halus masih saja membuat anak berperilaku agresif, disiplinkan anak dengan memberinya konsekuensi atas setiap perbuatannya.

  • 2. Suka marah dan ngamuk

  • Bukan hal baru lagi ketika melihat anak yang ngambek ditengah jalan karena orang tuanya tidak membelikan mainan yang diinginkannya atau melihat anak yang marah karena dilarang untuk bermain. Balita memang identik dengan sikapnya yang suka ngambek atau marah jika keinginannya tidak terpenuh. Tetapi kalau sudah menjadi kebiasaan, anak akan semakin melunjak dan menjadi-jadi.

  • Advertisement
  • Cara mengatasinya adalah ketika anak mulai marah, kita tidak boleh meresponnya dengan marah-marah juga. Bersikaplah tenang, jika perlu kita sengaja untuk tidak memperhatikannya. Terkadang alasan mereka marah hanya untuk mencari perhatian kita saja. Jika si kecil mulai tenang, barulah kita memberi nasehat yang baik. Selain itu kita harus cari tahu alasan dia marah kenapa. Jika apa yang diinginkannya itu hal yang wajar dan sanggup untuk kita penuhi, ada baiknya kita penuhi saja keinginannya. Disinilah kita juga belajar menjadi orang tua yang bijak.

  • 3. Berbohong

  • Jangan salah meskipun balita, mereka sudah bisa berani berkata bohong. Alasannya karena takut dimarahi orang tua, orang tuanya galak atau karena ingin menutupi kesalahannya. Meski hanya kebohongan kecil, ini merupakan masalah tingkah laku anak yang dampaknya buruk bagi kehidupan anak kelak.

  • Cara mengatasinya adalah dengan melakukan pendekatan. Memojokkan atau memaksakannya berkata jujur tidak menjamin si kecil berani jujur, bahkan ia akan lebih rapat menutup mulutnya. Lebih baik bicaralah dari hati kehati, tanyakan mengapa ia berbohong dan apa alasannya. Lalu beri pengertian bahwa sikapnya tersebut merupakan perbuatan tercela.

  • 4. Mencuri

  • Pernahkah kita mendapati anak kita yang sedang mengambil mainan temannya diam-diam lalu kabur begitu saja atau saat berbelanja bersama di supermarket, anak kita tiba-tiba memasukkan beberapa coklat disaku celananya tanpa sepengetahuan kita. Sengaja atau tidak sengaja, pembawaan anak yang suka mencuri harus kita hentikan. Selain merupakan perbuatan buruk bagi anak, masalah tingkah laku anak ini akan merugikan orang lain dan perbuatan dosa.

  • Cara mengatasinya adalah bersikap tegas dan mencari tahu penyebabnya. Ada yang bilang diusia balita anak belum mengerti tentang konsep kepemilikan. Nah itulah tugas kita untuk menjelaskan bahwa tidak semua barang boleh diambil, barang orang lain adalah milik orang lain. Jikapun ingin mengambil, jelaskan bahwa ia harus meminjam terlebih dahulu dan tidak boleh mencuri. Jelaskan juga konsekuensi jika ia kedapatan mencuri. Buat perjanjian bersama untuk mencegah anak mengulangi perbuatannya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

4 masalah tingkah laku pada balita dan cara menanganinya

Anda mulai kehilangan cara ketika menghadapi tingkah 'ajaib' si kecil setiap hari?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr