Wow! Dulu, orang Jepang memberi suami makan tahu agar tidak selingkuh. Bisa ya?

Tahukah Anda bahwa orang Jepang zaman dahulu terbiasa menyediakan menu tahu agar suami tidak macam-macam di luar?

2,289 views   |   5 shares
  • Tahukah Anda, bahwa para rahib di biara-biara Zen, Jepang, rajin mengonsumsi tahu? Tak hanya itu, perempuan-perempuan Jepang yang jengkel dengan suami tak setia sengaja meningkatkan menu tahu, lho. Kenapa ya?

  • Fakta tersebut diungkapkan dalam buku Determination of the levels of isoflavonoids in soybean and soy-derived foods and estimation of isoflavonoids in the Japanese daily intake, tulisan Y. Nakamura. Jadi, alasannya karena, isoflavone yang dikenal sebagai kebanggaan kedelai adalah sejenis hormon wanita yang berasal dari tumbuhan, dan bekerja seperti estrogen dan berpengaruh pada organ reproduksi.

  • Ups, jadi maksudnya, agar lelaki-lelaki tersebut tidak jantan. Tetapi, hal ini juga berarti, kedelai cukup menakutkan dong ya, untuk dikonsumsi?

  • Dalam buku Tragedy and Hype: The Third International Soy-Simposium, yang ditulis oleh Sally Fallon dan Mary G Enig, diceritakan bahwa kedelai memang kacang yang dapat menimbulkan dampak berbahaya jika diolah dengan cara yang tidak cocok dengan kebutuhan manusia.

  • Kedelai, adalah kacang, yang dikenal sebagai Top 8 Allergens. Artinya, masuk 8 besar penyebab alergi. Banyak kasus alergi berat bahkan menyerupai asma yang fatal terjadi pada mereka yang sangat peka dengan kacang.

  • Kandungan lecitin pada kedelai menyebabkan peningkatan kekentalan atau pembekuan darah dan memengaruhi reaksi sistem kekebalan tubuh. Oligosakarida (gula rantai panjang) merupakan penyebab rasa kembung dan buang angin lebih sering. Begitu juga dengan kandungan oksalat yang tinggi pada kedele malah mengganggu penyerapan kalsium dan ada hubungannya dengan pembentukan batu ginjal serta gangguan pada kelamin wanita yang sangat nyeri.

  • Kedelai memiliki 'fitat' yang membuat usus kesulitan menyerap mineral yang dibutuhkan tubuh seperti zync, zat besi dan kalsium. Ada protease pada kedelai yang juga menghambat kerja enzim pencernaan manusia sehingga berujung pada berbagai masalah kesulitan mencerna, buruknya penyerapan protein dan pankreas yang dipaksa kerja keras.

  • Nah, sementara terkait isoflavone yang bekerja seperti hormon estrogen tadi, ditemukan juga pada kedelai yang tidak difermentasikan dalam bentuk glukosida, seperti tahu dan susu kedelai, sehingga membutuhkan bakteri usus dalam jumlah banyak untuk memecahnya menjadi aglucone. Padahal, aglucone inilah yang disebut sebagai persenyawaan anti-kanker.

  • Masalah tak akan terjadi, jika kita mengolah kedelai dalam bentuk produk yang telah melalui proses fermentasi, seperti tempe, oncom, tauco dan miso, sebab; agluconenya sudah otomatis terbentuk dengan sendirinya. Jadi tak membutuhkan kerja lebih keras untuk mengubah glukosida menjadi aglucone.

  • Advertisement
  • Sementara, jika isoflavone masih berbentuk glocoside, inilah yang menyebabkan kelebihan hormon perempuan. Tak hanya membuat lelaki jadi kurang jantan, namun juga berpengaruh pada organ reproduksi wanita, dampaknya adalah kanker payudara dan organ reproduksi.

  • Masalah phyto-estrogen ini sudah dikenal lama di kalangan masyarakat Jepang kuno. Itulah sebabnya, penduduk Asia tradisional mengonsumsi kedele dalam jumlah kecil, bukan diproduksi besar-besaran apalagi dimakan sebagai 'tren'.

  • Menarik ya? Jadi, kalau ingin keluarga tetap sehat, terhindar dari berbagai penyakit terkait kelebihan hormone estrogen, atau memberatkan kinerja pencernaan tubuh, lebih baik siapkan pepes tempe, atau pecak tempe saja. Dan semoga, para suami selalu setia. Sebab, jika tidak, jangan kaget jika menu di rumah berganti menjadi tahu setiap hari..

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Wow! Dulu, orang Jepang memberi suami makan tahu agar tidak selingkuh. Bisa ya?

Tahukah Anda bahwa orang Jepang zaman dahulu terbiasa menyediakan menu tahu agar suami tidak macam-macam di luar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr