Ketika ibu jatuh sakit dan putra putrinya telah berkeluarga. Siapakah yang semestinya merawat beliau?

Ketika seorang ibu jatuh sakit, dan putra putrinya telah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing, siapakah yang harus merawatnya?

36,819 views   |   75 shares
  • Ibu adalah orang yang sangat berjasa dalan hidup kita. Ibu tidak pernah lelah dan menyerah untuk membesarkan, merawat dan menjaga kita hingga dewasa dan dapat mandiri.

  • Saat kita telah menemukan pasangan hidup untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Biasanya kita akan hidup sendiri bersama keluarga baru kita. Ibu akan melepaskan tanggung jawabnya dan merelakan kita untuk hidup mandiri dan membangun keluarga kecil kita tanpa campur tangannya.

  • Namun ketika seorang ibu jatuh sakit, dan putra putrinya telah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing, siapakah yang harus merawatnya?

  • "Kesibukan mungkin menjadi hambatan terbesar saya untuk merawat ibu saat sedang sakit. Namun, saya bersyukur memiliki istri yang bisa membantu saya untuk membantu merawat ibu saya dengan ikhlas.".

  • "Menurut saya, yang harus merawat ibu yang anak-anaknya sudah menikah semua itu adalah anak perempuan. Karena biasanya wanita lebih baik soal urusan seperti itu. Tapi bukan berarti anak laki-laki tidak melakukan apapun untuk ibunya yang sedang sakit. Setidaknya walaupun tidak bisa merawat ibunya sebaik saudara perempuannya, anak laki-laki harus tetap memberikan perhatiannya kepada ibunya.".

  • "Kalau anaknya laki-laki semua, ya yang paling tepat merawat sang ibu sedang sakit adalah anak menantunya. Anak menantu wanita, selain merawat anak-anak, juga menjadi bagian dari tugas seorang istri, juga merawat mertuanya. Apalagi jika mertuanya sakit." - Rania, 30 Tahun.

  • "Yang perlu merawat ibu yang jatuh sakit di saat putra dan putrinya sudah berumah tangga, ya tetap putra dan putrinya. Namanya juga anak, itu sudah menjadi tugas kita merawat ibu yang sakit. Ibu saja sudah berkorban banyak waktu dan tenaga untuk merawat kita hingga besar. Masa kita tidak bisa berkorban sedikit untuk gantian merawat ibu. Apalagi jika ibu sakit! Jika ada anak yang tidak peduli dengan ibunya yang sakit, dan hanya mengandalkan uang atau mengirim ibunya ke rumah sakit atau dirawat oleh perawat karena sibuk dengan keluarganya sendiri. Itu artinya anak tersebut adalah anak yang tidak tahu berterima kasih!". Sinta, 28 Tahun, Balikpapan.

  • Kita tidak dapat membalas jasa ibu yang begitu besar dalam hidup kita. Sekalipun kita sudah memiliki kehidupan rumah tangga sendiri, kita harus tetap berusaha untuk ada bagi ibu kita. Sekalipun dia tidak meminta atau tidak ingin menyusahkan anak-anaknya yang telah menikah. Dia tetaplah ibu kita. Ibu yang telah merawat kita dari kecil hingga dewasa. Karenanya, inilah saatnya kita, untuk merawat ibu kita, yang dalam keadaan sakit maupun lemah karena usia. Itulah tugas kita sebagai anak-anaknya maupun menantunya. Itulah satu-satunya cara kita dalam membalas jasanya yang sangat berharga dalam hidup kita.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Ketika ibu jatuh sakit dan putra putrinya telah berkeluarga. Siapakah yang semestinya merawat beliau?

Ketika seorang ibu jatuh sakit, dan putra putrinya telah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing, siapakah yang harus merawatnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr