Menjadi keluarga kecil penghuni apartemen. Apa yang harus diperhatikan?

Tinggal di apartemen juga bisa jadi pilihan yang aman dan menyenangkan asalkan Anda tahu daftar pentingnya

157 views   |   shares
  • Kebanyakan dari kita yang menghabiskan masa kecil hidup di akhir tahun 80-an hingga awal 90-an, dibesarkan di rumah keluarga yang terbiasa dengan seru nya bertetangga, bermain sepeda berkeliling kompleks, melakukan berbagai kegiatan di rumah yang cukup ruang gerak bahkan memiliki halaman.

  • Namun semakin berkembangnya zaman juga diikuti dengan pesatnya pertambahan penduduk membuat lahan semakin terbatas dan harga hunian selalu naik. Sehingga pilihan membina keluarga di tempat yang senyaman dulu pun jadi semakin terbatas. Bisa saja memilih tetap tinggal di rumah hunian, namun letaknya di pinggiran kota dan jauh dari tempat kerja. Atau jika ingin lebih praktis dalam hal jarak dan fasilitas, maka seseorang dapat memilih tinggal di apartemen yang efisien dan minimalis.

  • Sebuah artikel di urbanmama.compun pernah menuliskan, tinggal di apartemen -apalagi dengan anak yang masih kecil- ada kelebihan dan kekurangannya. Saat ini kebanyakan apartemen di kota-kota besar di Indonesia terletak dekat dengan pusat kota sehingga aksesnya mudah untuk ke kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Tetapi salah satu kekurangannya adalah ukuran unit apartemen memang tidak seluas hunian rumah biasa. Selain itu harus berbagi ruang publik dengan ratusan tetangga penghuni gedung apartemen. Apalagi di saat si kecil butuh tempat untuk tumbuh dan bermain.

  • Namun jika tinggal di apartemen adalah pilihan terbaik bagi Anda dan keluarga, maka perhatikan hal-hal berikut ini:

    1. Tinggal di ruang yang terbatas membuat gerak anak jadi ikut terbatas. Padahal di usianya yang sedang tumbuh, ia akan mengeksplorasi setiap sudut di rumah Anda. Berlakukan manajemen cermat seputar pemilihan dan peletakan perabot serta mainan anak. Simpan pajangan pecah belah dan hindari mendekorasi rumah dengan kain/temali menjuntai agar tidak terjadi bahaya tercekik.

    2. Pastikan anak tetap bergerak cukup di ruang terbuka. Manfaatkan fasilitas apartemen dengan baik seperti play ground, kolam renang, lapangan olahraga dan lainnya.

    3. Jadwalkan secara rutin kegiatan bermain dan bersosialisasi bagi anak. Bisa di taman atau playground. Kalau memang agak sulit menemukan teman sebayanya di apartemen, Anda bisa membuat janji dengan para sahabat yang punya anak seusia untuk bermain bersama di apartemen Anda.

    4. Ciptakan lingkungan yang aman untuk si kecil. Pasang slot pengaman di pintu lemari, rak, dan laci serta beri pengganjal di pintu-pintu ruangan agar jari anak tidak terjepit saat anak sedang belajar merambat. Kalau ada pintu balkon, pastikan selalu dikunci jangan sampai bisa dibuka sendiri oleh si kecil.

    5. Manfaatkan laundry kiloan, terutama untuk cucian yang berat seperti seprai, selimut, handuk, dan beberapa baju kerja yang khusus. Sebab biasanya di apartemen area balkon tempat menjemur baju terbilang kecil/sempit. Hal ini juga dapat membantu ruang gerak Anda tetap lebih banyak.

    6. Fokus kepada tugas rumah tangga yang penting. Misalnya memasak makanan praktis, mencuci baju di laundry. Agar prioritas utama pekerjaan rumah tangga bisa terkejar, dan anak mendapatkan waktu yang lebih banyak.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjadi keluarga kecil penghuni apartemen. Apa yang harus diperhatikan?

Tinggal di apartemen juga bisa jadi pilihan yang aman dan menyenangkan asalkan Anda tahu daftar pentingnya
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr