Jangan sampai Anda lakukan hal ini pada anak (dan diri) Anda. Akibatnya fatal!

Tidak ada standar persis apa yang terbaik yang dapat Anda berikan pada anak. Seringkali, terlalu berusaha yang terbaik justru hanya akan menghancurkan Anda.

2,521 views   |   5 shares
  • Setiap orangtua ingin menjadi ayah dan ibu terbaik, namun untuk siapa? Sebab, banyak hal yang kita lakukan—walau atas nama anak sekalipun—sebetulnya bukanlah yang terbaik untuk kehidupan anak. Maka, jangan lakukan hal-hal berikut ini pada anak-anak Anda:

  • 1. Merasa menjadi orangtua gagal

  • Tidak ada orang tua sempurna. Tidak ada standar kompetensi untuk itu, karena setiap anak berbeda kebutuhannya. Yang jelas, merasa tidak bisa memberikan yang terbaik, tidak akan membuat anak Anda menjadi lebih baik.

  • 2. Melakukan dan memberikan segalanya untuk anak

  • Kita melakukan banyak hal demi anak-anak, bahkan berusaha untuk memberikan dan melakukan SEGALANYA bagi mereka. Anak yang mandiri, adalah mereka yang mampu menyongsong masa depannya. Mengajari anak untuk menjadi mandiri adalah dengan membiarkan mereka merasakan konsekuensi dari tindakan dan pilihan yang dibuatnya sendiri. Selalu ada dan tidak pernah membiarkan mereka merasa kecewa, justru tidak akan membuat anak Anda belajar.

  • 3. Me-nomor dua-kan pernikahan demi anak

  • Membesarkan anak, memberikan pengasuhan terbaik adalah fokus setiap orang tua. Namun terkadang, orangtua malah melupakan bahwa mereka juga pasangan yang butuh 'dihangatkan' selalu. Berikan juga pengasuhan pada hubungan Anda berdua, dengan menjaga komunikasi, atau sesekali berkencan berdua.

  • 4. Meributkan segala hal

  • Pick your battle. Tidak segala hal harus jadi bahan omelan. Tak ada salahnya memberikan satu bidang tembok untuk dicoret-coret, kok.

  • 5. Membuat anak terlalu sibuk

  • Iya, memanfaatkan waktu untuk melakukan hal positif seperti les, memang baik. Namun jika terlalu banyak, hanya agar anak memiliki waktu luang yang 'bermanfaat' justru malah jadi bumerang yang membuat anak kelelahan dan tidak menikmati masa mudanya. Beri mereka waktu bermain bebas dan menikmati masa kanak-kanak.

  • 6. 'Melupakan' diri sendiri

  • Anda melakukan segalanya untuk kepentingan orang lain. Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda memerhatikan kebutuhan sendiri. Meminta me-time sesekali akan memulihkan kembali jiwa raga Anda agar dapat lebih sehat, bahagia dan tidak mudah 'meledak'.

  • 7. Terlalu sibuk dengan gadget

  • Sudahkah Anda memberikan waktu untuk menemani anak bermain, mengobrol atau sekadar bercanda hari ini? Buatlah aturan Zona Bebas Gadget di rumah pada waktu-waktu tertentu. Sembunyikan semua gadget, dan berikan waktu penuh untuk keluarga.

  • Advertisement
  • 8. Selalu terburu-buru

  • CEPAT! Ayo! Bergegas! Duh.. Buatlah waktu yang ada lebih terencana agar Anda bisa menikmati kebersamaan dengan anak-anak tanpa merasa harus terburu-buru setiap saat.

  • 9. Membanjiri anak dengan pujian

  • Tak ada yang salah dengan memuji anak, selama tidak berlebihan. Terus menerus memuji anak hanya akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang narsis, merasa selalu hebat, cepat puas diri dan tidak tahan dengan benturan dalam kehidupan. Pujian terbaik dilontarkan atas usaha yang dilakukannya, dan beritahukan secara spesifik. "Wah, kamu baik sekali sudah berusaha membersihkan tumpahan makanan tadi."

  • 10. Tidak mengajarkan makna dari rasa terima kasih

  • Tolong, dan terima kasih adalah hal yang pasti diajarkan setiap orag tua. Namun apakah Anda juga memberikan pemahaman mengenai rasa bersyukur? Pastikan bahwa kata "terima kasih" yang dilontarkan tak sekadar kebiasaan, namun benar-benar datang dari hati karena mereka menghargai semua hal dan orang lain di sekitarnya.

  • 11. Berusaha menjadi orang lain

  • Media sosial, penuh dengan kumpulan ibu yang sibuk pamer membanggakan diri dan anaknya. Berbagai tekanan yang kita tanamkan ke diri sendiri telah mengubah dunia orang tua menjadi persaingan berdarah. Jangan sampai memaksakan sesuatu kepada anak, sesuatu yang Anda pikir baik setelah melihat anak orang lain melakukannya. Jangan juga berusaha merendahkan orang tua lain, atau sibuk merasa gagal.

  • 12. Meledak di hadapan anak

  • Terpeleset mobil-mobilan yang berantakan. Menemukan si balita memanjat meja dapur untuk mengambil sekantong chips di lemari. Atau remah makanan di sofa kesayangan. Tidak ada yang bilang menjadi orang tua adalah hal mudah. Namun berteriak dan meledak di hadapan mereka bukan jawaban. Bangun koneksi dan komunikasikan dengan baik, akan lebih efektif sebab mereka akan mendengar apa yang Anda katakan ketimbang apa yang Anda teriakkan.

  • 13. Melupakan hal kecil yang (sebetulnya) menyenangkan

  • Menjadi orang tua artinya menenggelamkan diri dalam pusaran ombak kesibukan tanpa akhir. Hingga membuat kita lupa bahwa ada juga saat menyenangkan yang bisa dihabiskan bersama. Coba tarik napas, dan nikmati saat duduk di taman makan es krim bersama, atau bergeletakan di lantai dan menggambar bersama mereka.

  • 14. Berusaha menyenangkan semua orang

  • Anda manusia, bukan super hero.Berhentilah menjadi 'super mom' dengan ingin melakukan semuanya demi anak dan pasangan. Alih-alih senang, bisa jadi Anda malah stres sendiri! Jika saatnya butuh bantuan, atau punya Asisten Rumah Tangga, yuk delegasikan sebagian pekerjaan Anda agar tidak lelah sendirian.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jangan sampai Anda lakukan hal ini pada anak (dan diri) Anda. Akibatnya fatal!

Tidak ada standar persis apa yang terbaik yang dapat Anda berikan pada anak. Seringkali, terlalu berusaha yang terbaik justru hanya akan menghancurkan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr