Menghibur sahabat yang sedang berduka dengan lebih peka. Apa yang harus diperhatikan?

A friend in need is a friend indeed. Menghibur sahabat yang berduka perlu dilakukan dengan penuh empati dan hati-hati. Anda tentu tak ingin memperburuk luka di hatinya.
Oct 21, 2017

246 views   |   shares
  • Kehilangan seseorang yang disayangi adalah sebuah pukulan berat bagi siapapun yang mengalaminya. Rasa duka yang menyelimuti, kesedihan yang seakan tak berujung, aneka fase emosional bak perjalanan roller coaster yang turun-naik. Apabila peristiwa memilukan ini terjadi pada sahabat Anda, tak pelak Anda pun serta merta turun tangan mendampinginya. Dukanya adalah duka Anda pula. Namun, tanpa disadari, kita mungkin saja melakukan hal-hal yang justru menambah luka di hatinya. Padahal, niat asli Anda hanyalah mencoba meringankan dukanya dan membawanya pergi dari kubangan kesedihan yang menyedot jiwanya.

  • Bagi sahabat yang sedang dirundung duka, ada 5 hal yang perlu Anda tahu sebelum datang memberikan penghiburan di sisinya, supaya suasana hatinya tak lantas menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

  • 1. Tak perlu langsung bicara

  • Adakalanya sentuhan memberikan makna lebih berguna daripada kata-kata. Setibanya Anda di hadapannya, tahan dulu lidah untuk berucap. Berikan sebuah tatapan tulus, genggam tangannya, elus pundak dan punggungnya, atau berikan sebuah pelukan hangat. Tindakan-tindakan seperti ini memberikan sinyal kuat bahwa Anda telah datang dan siap menjadi shoulder to cry on. Sediakan telinga Anda untuk mendengarkan lebih banyak dan hati yang lebih besar untuk menerima kondisinya yang tengah hancur apa adanya.

  • 2. Berikan ruang untuknya

  • Duka yang dialami sahabat Anda mutlak menjadi miliknya. Ini adalah pengalaman personal yang dialaminya, sehingga pusatkan reaksi Anda pada dirinya. Berikan kesempatan dirinya untuk menumpahkan perasaan. Apabila ia ingin mengenang sesuatu secara berulang-ulang, biarkanlah. Semakin banyak ia mengulang, dukanya pun perlahan menyurut ke dalam cerita tersebut. Hindari untuk membandingkan "kalau aku ada di posisimu, maka aku akan ..." Sahabat Anda sedang menjadi pusat perhatian, berikan kesempatan padanya untuk melalui setiap fase dalam proses berduka ini sewajarnya. Tak perlu berikan batas waktu seberapa lama ia boleh berduka. Setiap orang memiliki kemampuan berbeda untuk mengikhlaskan kehilangan dan moving on. Sepanjang Anda ada di sisinya untuk memberikan dukungan, ia akan semakin lancar melalui fase berduka ini.

  • Advertisement
  • 3. Bijak memilih kata-kata

  • Saat menghibur, biasanya kita melontarkan kata-kata yang semula diniatkan untuk menguatkannya. Namun, sesungguhnya, yang diperlukan oleh mereka yang sedang berduka adalah pengakuan bahwa berduka merupakan hal yang normal. Menangisi dan menunjukkan kerapuhan, ini bukan sebuah abnormalitas ataupun hal yang memalukan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kalimat-kalimat berikut ini supaya suasana hati sahabat yang berduka, tak jadi semakin buruk :

    • "Ini adalah rencana Tuhan."

    • "Perhatikan, kamu masih punya banyak hal untuk disyukuri."

    • "Ia sudah ada di tempat yang lebih baik sekarang."

    • "Sudah waktunya kamu berhenti menangis dan move on."

  • Hindari pula memberikan kalimat-kalimat yang mengarahkan atau memerintah. Lebih baik gunakan kata-kata "Apakah kamu sudah mempertimbangkan untuk ..." atau "Bagaimana jika kamu ..."

  • 4. Lakukan aksi nyata

  • Banyak orang yang berujar kepada mereka yang tengah berduka, "Hubungi kami jikalau kamu butuh sesuatu." Kenyataannya, mereka tidak akan menghubungi Anda terlebih dahulu. Antara keengganan untuk merepotkan atau memang mereka sedang menarik diri guna menghadapi kehilangan tersebut. Akan lebih baik jika Anda yang muncul secara sukarela dan melakukan hal-hal kecil, namun bermakna bagi mereka seperti ini :

    • Belanja kebutuhan sehari-hari

    • Mengantar jemput anak-anak

    • Membantu menerima telepon dan menjawab pesan atau surat

    • Memastikan tagihan-tagihan rutin mereka terbayarkan

    • Merawat hewan peliharaan

    • Membawakan makanan dan minuman

    • Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga

    • Menemani mereka berjalan-jalan di taman atau sekadar makan siang di luar

  • Rajinlah bertanya apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk mereka, walaupun Anda sebenarnya tahu apa saja tugas tersebut. Ia akan merasa dihargai dan diakui keberadaannya, meskipun jiwanya seakan melayang entah kemana.

  • 5. Waspada terhadap gejala depresi

  • Kepekaan terbesar yang perlu Anda pupuk adalah mengamati perkembangan jiwa sahabat Anda. Tidak sedikit mereka yang tak mampu keluar dari jeratan duka malah masuk ke dalam lingkaran setan bernama depresi. Jika perlu, ajak sahabat Anda untuk berkonsultasi dengan psikolog, terutama saat Anda menemukan gejala-gejala depresi.

  • Advertisement
  • A friend in need is a friend indeed. Seorang sahabat sejati akan setia berada di sisi Anda ketika duka menggelayuti dan memberikan respons yang tidak membuat Anda menjadi semakin terpuruk. Namun pada akhirnya, kemampuan untuk kembali ke dalam hidup yang normal akan bergantung kepada kedewasaan jiwa dari mereka yang kehilangan. Karena setiap kehilangan adalah sebuah memori dan pengingat, bahwa dalam hidup tak selamanya kita punya kendali penuh atas segalanya. Manusiakan ia secara manusiawi, dengan membiarkannya berduka sewajarnya, sebagai reaksi alami seorang insan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Menghibur sahabat yang sedang berduka dengan lebih peka. Apa yang harus diperhatikan?

A friend in need is a friend indeed. Menghibur sahabat yang berduka perlu dilakukan dengan penuh empati dan hati-hati. Anda tentu tak ingin memperburuk luka di hatinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr