Menekuni bisnis 'jastip', apa saja yang harus dipersiapkan?

Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa siap menggeluti bisnis ini dan menjalaninya dengan lancar.

274 views   |   shares
  • Perkembangan era digital dan ketergantungan netizen terhadap media sosial melahirkan aneka model bisnis baru. Salah satu yang kini mulai meroket adalah bisnis jasa titipan, atau sering disingkat menjadi 'jastip'.

  • Dalam bisnis 'jastip', penjual akan menjadi perpanjangan tangan dengan membelikan barang-barang yang diinginkan oleh pembeli. Ladang usaha jastip ini merambah ke berbagai pasar, mulai dari oleh-oleh, obral pakaian, sepatu, buku, kosmetik, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

  • Sistem yang berlaku dalam 'jastip', Anda akan dikenakan tarif tambahan berupa 'ongkos titip' yang besarnya bervariasi, mulai dari lima ribu rupiah hingga ada yang memberlakukan persentase terhadap total pembelanjaan. Anda juga perlu membayar ongkos pengiriman melalui ekspedisi yang Anda pilih.

  • Bisnis 'jastip' ini termasuk menggiurkan, karena bila mampu memiliki pelanggan setia, maka pundi-pundi Anda akan terus bertambah. Anda berminat menggeluti bisnis 'jastip'? Persiapkan dulu 5 aspek berikut ini.

  • 1. Berburu informasi tempat penjualan

  • Para pebisnis 'jastip' jeli menangkap peluang di mana ada penjualan dengan harga murah. Mereka akan mendatangi lokasi obral di garda terdepan. Preview sale yang biasa diadakan sehari sebelumnya juga menjadi incaran untuk mendapatkan barang-barang yang dipandang 'eksklusif'. Anda perlu memperluas jejaring untuk menggali informasi terkini. Ikuti akun-akun media sosial yang memberikan informasi sale terkini. Bisa juga dengan memfokuskan diri pada merek-merek yang rutin menggelar cuci gudang. Biasanya, untuk merek impor, saat 'musim' berlalu, mereka akan mengobral barang-barang stok lama sebelum barang-barang baru datang. Jadilah anggota beberapa merek ternama untuk mendapatkan keistimewaan saat cuci gudang digelar. Jalinlah hubungan baik dengan toko-toko dan para pegawainya. Suatu saat Anda akan memerlukan bantuan mereka untuk mempermudah proses pembelian barang-barang titipan pelanggan.

  • 2. Buat skema penjualan yang sistematis

  • Para pebisnis 'jastip' pada dasarnya memanfaatkan media sosial untuk melakukan pemasaran dan transaksi. Ada dua cara yang biasa dilakukan. Pertama, Anda mengunggah foto-foto di akun media sosial, misalnya grup Facebook atau akun Instagram. Kemudian, calon pembeli harus menghubungi Anda melalui jalur pribadi. Cara kedua, Anda membuat sebuah chat group berisi calon-calon pembeli. Kemudian, Anda melakukan live shopping, yaitu mengunggah foto-foto produk ke dalam grup pada jangka waktu tertentu berbarengan dengan Anda belanja. Nantinya, Anda hanya membeli barang yang dipesan saat live shopping berlangsung. Kedua cara ini memiliki plus-minus tersendiri.

  • Advertisement
  • Pastinya, Anda perlu menetapkan format pesanan yang baku untuk mempermudah rekapitulasi. Tetapkan pula aturan jelas pada pembeli, misalnya tentang aturan pemesanan, pembayaran, dan pengiriman. Ada banyak tipe pembeli, mulai yang banyak bertanya, gemar menawar, hingga yang enggan menaati aturan. Anda dapat memberlakukan tata tertib dengan tegas demi kenyamanan bersama.

  • 3. Pengelolaan keuangan

  • Umumnya, pada bisnis 'jastip' Anda harus menalangi dulu pembelian. Ada pula yang memberlakukan uang muka sebelum memesan. Mayoritas pebisnis 'jastip' menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Terlebih, di banyak event obral, penggunaan kartu kredit bank tertentu biasanya memberikan potongan harga khusus. Apabila Anda berniat menjalankan bisnis semacam ini dan memakai kartu kredit, pisahkan kartu kredit khusus bisnis dari penggunaan personal. Kemudian, buatlah rekening bank terpisah pula sebagai rekening penampungan dana penjualan dan rekening pembayaran kartu kredit tersebut. Berdisiplinlah membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Perhitungkan pula kapan barang-barang yang dititipkan pada Anda terjual semua untuk menutupi hutang pembelian.

  • 4. Pembelanjaan di luar negeri

  • Menjalankan bisnis 'jastip' ketika bepergian ke luar negeri juga tengah diminati. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan supaya bisnis ini berjalan lancar tanpa mengganggu agenda utama Anda :

    • Jika ada alamat yang bisa dititipi, Anda dapat melakukan pembelian secara daring di negara tersebut. Dengan demikian, Anda menghemat waktu pembelanjaan dan dapat mengukur kemampuan pembelian Anda.

    • Buatlah rute pembelanjaan dan beritahukan kepada calon pembeli. Lebih baik Anda fokus pada agenda ini untuk menghemat waktu belanja.

    • Perkirakan dengan tepat batasan bagasi Anda dan aturan membawa barang-barang titipan tersebut. Jika perlu, bawalah tas khusus untuk membawanya dan sisakan jatah bagasi untuk barang-barang ini.

    • Kalkulasikan pergerakan kurs mata uang untuk penentuan harga. Jika menggunakan kartu kredit, pilih bank yang memberikan kurs paling bersahabat.

    • Untuk memberikan keunikan, carilah merek khas negara tersebut yang sulit ditemui di dalam negeri. Anda menyematkan sebuah eksklusivitas pada barang-barang yang Anda tawarkan dan tentunya ini menarik perhatian calon pembeli Anda.

  • Advertisement
  • 5. Berbisnislah dengan etis

  • Ingatlah bahwa bukan hanya Anda yang 'memancing rezeki' di 'kolam' ini. Lakukan pembelian secara etis, misalnya tidak memonopoli tenaga penjual di lokasi untuk mengangkut seluruh persediaan toko hanya untuk Anda. Ketika menentukan harga, taruhlah angka yang masuk akal. Ketika barang tersebut langka, bukan berarti Anda bisa semena-semena melipatgandakan nilainya. Meraup keuntungan memang menggiurkan. Namun, reputasi dan nama baik adalah harta tak ternilai bagi setiap bisnis. Setiap usaha yang dijalankan dengan penuh etika, niscaya akan mendatangkan berkah dan kebaikan di masa mendatang.

  • Bisnis 'jastip' menghadirkan warna baru dalam dunia personal shopping. Dengan permintaan, kebutuhan, dan keinginan beragam dari pangsa pasar Anda, jeli dan sigaplah menangkap peluang yang tercipta, demi kemajuan bisnis Anda di masa depan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Menekuni bisnis 'jastip', apa saja yang harus dipersiapkan?

Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa siap menggeluti bisnis ini dan menjalaninya dengan lancar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr