Bertahan menjalani suka dan duka menjadi orangtua tunggal. Sulitkah?

Meski harus berjuang sendirian, Anda tetap bisa membesarkan anak-anak dengan memberikan yang terbaik.

2,415 views   |   4 shares
  • Kehidupan pernikahan tanpa hadirnya pasangan mulai lazim belakangan ini. Para single parents atau orangtua tunggal adalah mereka yang mengerjakan tugas ganda sebagai ibu dan juga ayah dalam membesarkan putra dan putri mereka.

  • Menjadi orangtua tunggal adalah tantangan berat, tetapi menyandang status sebagai orangtua tunggal tidak harus membuat kehidupan menjadi sulit. Setiap orang pasti mengharapkan menjalani kehidupan rumah tangga yang utuh dan bahagia. Namun, kadang harapan tersebut tidak terwujud karena pernikahan menghadapi beberapa cobaan.

  • Perceraian adalah kejadian paling tidak ingin dialami oleh setiap pasangan menikah. Banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk berpisah. Jika sudah demikian, larut dalam kesedihan adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Walaupun sesulit apa kehidupan, tetap harus dijalani dengan penuh ketegaran.

  • Kematian pasangan yang dicintai juga menjadi alasan mengapa seseorang memutuskan menjadi orangtua tunggal. Kondisi semacam ini menjadikan tugas pengasuhan menjadi bertambah berat pastinya. Namun, meskipun tidak ideal, mereka yang berpisah oleh karena kematian masih boleh dikatakan lebih beruntung ketimbang mereka yang menghadapi perpisahan oleh karena perceraian.

  • Apa pun alasannya menjadi orangtua tunggal bukanlah perkara mudah. Butuh perjuangan serta pengorbanan yang lebih besar agar tugas mulia ini bisa diemban dengan penuh amanah hingga anak-anak mampu hidup mandiri. Berikut beberapa tips supaya Anda mampu bertahan:

  • 1. Kendalikan emosi Anda

  • Tekanan hidup sebagai orangtua tunggal dapat menguras habis kesabaran Anda. Perilaku anak-anak yang bandel, tekanan pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu dapat membuat emosi Anda menjadi tidak stabil. Pahami selalu bahwa kebahagiaan anak-anak dan pertumbuhan emosi mereka sangat dipengaruhi oleh seberapa bahagia Anda menjalani kehidupan. Anak-anak sebenarnya melihat dan mampu merasakan apa yang sedang Anda alami. Untuk itu, bangun keterbukaan komunikasi agar tercipta hubungan saling pengertian antara Anda dan juga anak-anak.

  • 2. Kelola keuangan sebaik mungkin

  • Sebagai orangtua tunggal menghadapi masalah keuangan kerap menjadi kendala utama. Tanpa dukungan finansial yang memadai kebutuhan hidup seluruh anggota keluarga tidak akan terpenuhi dengan layak. Untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga, maka mau tidak mau Anda harus bekerja dengan keras. Anda juga harus bisa pandai-pandai mengatur keuangan agar kebutuhan hidup seluruh anggota keluarga selalu tercukupi.

  • Advertisement
  • 3. Jangan berusaha mengatasi setiap persoalan seorang diri

  • Meskipun Anda yakin mampu mengatasi setiap persoalan seorang diri, tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain agar apa yang sedang Anda hadapi terasa lebih ringan. Berusaha tegar dan menjadi pribadi tangguh adalah baik, tetapi sebagai manusia biasa Anda tetap memiliki keterbatasan dan sangat membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupan ini.

  • 4. Dapatkan dukungan dari komunitas orangtua tunggal

  • Beban hidup yang dialami oleh orangtua tunggal kerap membuat seseorang merasa kesepian, sedih dan putus asa. Perasaan semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan stres yang akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karenanya, berusahalah untuk memperoleh bantuan dengan bergabung dalam komunitas pendukung, sehingga Anda bisa saling menguatkan, berbagi keluh kesah dan saling memberi semangat antar-sesama orangtua tunggal.

  • 5. Bentengi diri dengan rasa syukur

  • Berpikirlah positif dan bentengi diri dengan rasa syukur serta ikhlas untuk menjalani peran sebagai orangtua tunggal. Selalulah ingat kepada Tuhan dan perkuat kerohanian Anda. Temukan hal-hal baru yang lebih bermanfaat agar kehidupan Anda dan seluruh anggota keluarga menjadi lebih baik dan juga penuh semangat.

  • Menjadi seorang single parent bukanlah aib bagi keluarga. Namun, menyandang status janda atau duda juga bukan perkara mudah. Akan ada saja orang-orang usil yang memiliki pikiran buruk terhadap Anda. Menghadapi situasi semacam ini Anda hanya perlu bersikap sabar. Jangan pernah mudah terprovokasi oleh berita-berita miring berkaitan dengan status pernikahan Anda. Tetaplah fokus kepada keluarga dan biarkan masyarakat sekitar melihat kenyataan melalui perbuatan-perbuatan baik yang telah Anda lakukan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Bertahan menjalani suka dan duka menjadi orangtua tunggal. Sulitkah?

Meski harus berjuang sendirian, Anda tetap bisa membesarkan anak-anak dengan memberikan yang terbaik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr