6 cara menghindari risiko perpisahan yang sudah di depan mata antara Anda dengan pasangan

Masih ada cara yang bisa ditempuh sebelum Anda dan pasangan memutuskan bercerai.

7,484 views   |   25 shares
  • Setiap orang berhak menentukan dan menjalani pilihan dalam hidupnya sesuai konsekuensi yang nantinya akan terjadi. Termasuk resiko terburuk haruslah siap dihadapi. Seperti halnya keputusan Anda untuk menikah, artinya resiko terburuk dalam hubungan pernikahan yang bisa terjadi adalah perceraian. Dan Anda harus siap akan hal tersebut.

  • Perceraian seakan-akan menjadi jalan terakhir yang ditempuh oleh pasangan suami istri ketika pernikahan yang dijalaninya itu ternyata tak seindah yang diharapkan. Anda merasa telah memilih orang yang salah sebagai pasangan hidup Anda. Goncangan dalam pernikahan yang terasa berat itulah yang membuat Anda berpikir untuk bercerai saja.

  • Meskipun fenomena nikah cerai sering Anda dengar dan lihat. Harapannya, perceraian jangan sampai terjadi dalam pernikahan Anda. Anda tentu tak ingin cinta yang selama ini Anda rajut bersama, harus kandas begitu saja. Ada cara-cara terbaik yang dapat Anda tempuh untuk menghindari dan mengatasi resiko perceraian itu terjadi.

  • 1. Berusaha mengendalikan emosi

  • Saat keadaan rumah tangga Anda tengah bermasalah. Percekcokan, perselisihan dan pertengkaranlah yang terjadi. Masing-masing berpegang teguh pada pandangannya dan mempertahankan argumennya tanpa memperdulikan lagi pendapat pasangan. Ketika emosi memuncak, maka tidak heran dengan spontan kata cerai itu terucap. Itu sebabnya dalam keadaan tertekan sekalipun, Anda harus bisa mengendalikan emosi Anda. Cobalah untuk tetap tenang meskipun sulit. Cobalah untuk tidak melawan meskipun Anda merasa tertindas.

  • 2. Komunikasikan dan cari solusinya bersama

  • Sangat penting untuk Anda perhatikan, bagaimana cara Anda berbicara dan mengkomunikasikan masalah yang Anda hadapi dengan pasangan Anda. Apalagi menyangkut masalah rumah tangga, Anda harus terbuka. Media yang paling tepat untuk menyampaikan segala uneg-uneg adalah komunikasi. Yang pasti apa yang Anda komunikasikan bisa diterima juga oleh pasangan. Anda bisa berdiskusi bersama, meluruskan kesalahpahaman dan menemukan solusi yang terbaik bagi Anda berdua.

  • 3.Introspeksi diri

  • Pernahkah sekali-kali Anda berpikir bahwa sumber masalah yang terjadi dalam hubungan pernikahan Anda dikarenakan oleh sikap, keputusan, atau kekeliruan yang Anda buat sendiri. Seringkali Anda menutup kesalahan, kekurangan dan kebiasaan buruk Anda dengan mengkambing hitamkan pasangan Anda. Menuduh pasangan hanya akan memperkeruh keadaan semakin buruk. Akan lebih baik Anda dan pasangan selalu bisa introspeksi diri masing-masing.

  • Advertisement
  • 4. Ingat komitmen pernikahan

  • Ketika keadaan buruk mendesak Anda dalam memutuskan untuk bercerai. Cobalah untuk flashback kembali komitmen pernikahan yang dulu Anda dan pasangan ucapkan didepan Tuhan. Bukankah Anda berjanji untuk tetap setia dalam suka dan duka?. Komitmen pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang tidak bisa Anda abaikan.

  • 5. Berpikir positif dan bersikap dewasa

  • Pernikahan memang selalu membutuhkan kedewasaan dan banyak kompromi. Dimana Anda dituntut untuk selalu berpikir positif dan menyikapi setiap keadaan dengan sikap dewasa. Hindari sikap egois dan mau menang sendiri untuk meminimalisir resiko perceraian terjadi.

  • 6. Ingat apa yang Anda akan korbankan bila perceraian itu terjadi

  • Ketika perceraian itu nyata terjadi, bukan berarti masalah Anda berakhir sudah. Justru beban Anda akan semakin bertambah. Perceraian memang akan akan memutuskan ikatan suami dan istri. Tetapi bagaimana dengan ikatan ayah/ibu dengan anak-anaknya?. Perpisahan orang tua akan menyakiti hati anak-anak. Oleh sebab itu, ingat kembali kebahagiaan anak-anak Anda sebelum Anda niat untuk bercerai. Jangan mengorbankan kebahagiaan anak-anak demi keegoisan Anda.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

6 cara menghindari risiko perpisahan yang sudah di depan mata antara Anda dengan pasangan

Masih ada cara yang bisa ditempuh sebelum Anda dan pasangan memutuskan bercerai.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr