Mari tanamkan pendidikan moral pada anak sedari kecil. Bagaimana caranya menjadi orang tua yang turut berperan aktif?

Pengaruh internal dalam hal ini orang tua ikut andil besar dalam terbentuknya moral anak. Di mulai dari lingkungan terdekat anak yaitu keluarga, orang tua sebagai fasilitator untuk anak belajar berkembang aktif menjadi anak berkarakter positif.

430 views   |   5 shares
  • Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak sangatlah penting. Pada masa kanak-kanak, mereka mengalami banyak perkembangan mulai dari perkembangan fisik, mental, emosi dan sosial. Untuk mempersiapkan anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki nilai moral yang baik, maka setiap orang tua wajib menanamkan pendidikan moral kepada anak sedini mungkin. Jika dari kecil anak tidak memperoleh pendidikan moral yang tepat, maka saat mereka tumbuh dewasa, perilaku atau karakter mereka kian buruk.

  • Pengaruh internal dalam hal ini orang tua ikut andil besar dalam terbentuknya moral anak. Di mulai dari lingkungan terdekat anak yaitu keluarga, orang tua sebagai fasilitator untuk anak belajar berkembang aktif menjadi anak berkarakter positif.

  • Sama halnya pendidikan formal yang diterima anak, pendidikan moral juga butuh pengajaran berkesinambungan setiap harinya. Jika pendidikan formal adalah tanggung jawab seorang guru, maka pendidikan moral adalah tanggung jawab utama orang tua. Jika disekolah anak belajar memaksimalkan kemampuan kognitif, maka ketika anak dirumah anak belajar memaksimalkan kemampuan psikologisnya, belajar tentang nilai-nilai moral, aturan-aturan dalam masyarakat, budi pekerti, nilai-nilai keagamaan, dan pendidikan karakter itu sendiri, dimana anak dituntut untuk dapat berperilaku dengan semestinya.

  • Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam menjalani hidup dengan penempaan karakter yang baik, hal tersebut bergantung pada berhasil atau tidaknya orang tua dalam menanamkan pendidikan moral tersebut. Lalu, bagaimana peran kedua orang tua yang turut berperan aktif?

  • 1. Orang tua yang berperan aktif harus mencintai dan menyayangi anak sepenuh hati

  • Anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua, akan kehilangan perasaan dan rasa kepercayaan dirinya. Anak akan merasa tidak diakui. Anak yang mendapatkan kasih sayang yang cukup, tumbuh menjadi anak yang penyayang juga. Secara tidak langsung orang tua mengajarkan anak sikap menyayangi antar sesama.

  • 2. Ajarkan anak sikap menghormati dan menghargai sesame

  • Orang tua harus mengajarkan sikap saling menghormati dan menghargai, terlebih kepada orang yang lebih tua. Dalam hal ini orang tua harus bersikap tegas supaya anak mau belajar menghormati orang lain tanpa paksaan. Terapkan hukuman dengan kasih sayang dan berikan penjelasan pada anam bahwa sikap saling menghargai merupakan sikap terpuji dan sikap itulah yang dibutuhkan dalam bersosialisasi.

  • Advertisement
  • 3.Beri anak penghargaan

  • Orang tua harus memberikan penghargaan dan kelayakan atas usaha anak jika telah bersikap dengan baik. Penghargaan yang didapatkan anak, secara langsung menumbuhkan keberanian dan rasa kepercayaan pada diri anak. Anak akan dapat menghargai dirinya dan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.

  • 4.Ajarkan anak bersikap jujur, rendah hati dan suka menolong

  • Pendidikan moral tentang bagaimana pentingnya kejujuran, sikap rendah hati dan suka menolong orang lain sangatlah penting untuk diketahui oleh anak mulai dari sedari kecil. Alangkah baiknya bila orang tua memberikan contoh yang kongkrit agar anak mudah memahami dan mengerti. Menjadi contoh yang baik adalah tugas utama yang harus orang tua terapkan terlebih dahulu.

  • 5. Jadilah mata dan telinga dari apa yang anak lihat dan dengarkan

  • Nilai-nilai moral dan pembentukan karakter bisa didapatkan anak melalui media lain selain orang tua. Anak bisa menyerap apa saja melalui pergaulannya sehari-hari, tontonan, bacaaan atau lagu-lagu yang didengarnya. Untuk itu peran orang tua harus bisa mengawasi dan mengontrol pesan-pesan moral yang anak terima dari mana pun sumbernya agar anak tidak terpengaruh pada pembelajaran karakter yang tidak baik atau salah.

  • 6. Orang tua harus punya waktu untuk terlibat atau berkumpul bersama anak

  • Banyak kejadian anak tumbuh dengan pembentukan karakter yang menyimpang akibat kurangnya waktu kumpul bersama keluarga/orang tua dikarenakan kesibukan orang tua atau alasan lainya. Dalam setiap kebersamaan, disitulah saat yang tepat untuk berkomunikasi dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik. Waktu berkumpul bersama adalah moment yang pas juga untuk orang tua bisa mendengarkan keluh kesah anak.

  • Menanamkan dan membangun moral ( karakter) anak tidaklah mudah. Menjadi anak yang cerdas dan unggul mungkin mudah dilakukan, namun menjadi anak yang baik dan bijak tampaknya tidak semua anak bisa lakukan. Oleh sebab itu, butuh konsistensi dan tenaga yang ekstra agar dapat mencetak anak dengan perilaku/karakter/moral yang baik.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Mari tanamkan pendidikan moral pada anak sedari kecil. Bagaimana caranya menjadi orang tua yang turut berperan aktif?

Pengaruh internal dalam hal ini orang tua ikut andil besar dalam terbentuknya moral anak. Di mulai dari lingkungan terdekat anak yaitu keluarga, orang tua sebagai fasilitator untuk anak belajar berkembang aktif menjadi anak berkarakter positif.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr