Hindari penggunaan bedak tabur pada bayi. Ini alasannya

Kurang lengkap rasanya jika tidak menaburkan bedak tabur harum kepada si kecil seusai mandi. Tapi, Anda juga harus tahu fakta ini

3,606 views   |   14 shares
  • Secara naluri ibu-ibu biasanya segera menaburkan bedak bayi ke sekujur tubuh buah hatinya sesaat setelah mandi. Bau harum bedak bayi memang sangat khas, ditambah wangi minyak telon membuat kegiatan memandikan si kecil jadi makin menyenangkan.

  • Namun, akhir-akhir ini muncul kekhawatiran terkait bahaya penggunaan bedak bayi bagi kesehatan. Kabar tersebut disampaikan oleh BBC Indonesia yang menyebutkan "Johnson & Johnson, sebuah produsen obat, telah diperintahkan oleh pengadilan di Amerika Serikat untuk segera menghentikan produksi bedak bayi dengan merek yang sama, serta membayar uang ganti rugi sebesar Rp 725 miliar kepada seorang wanita karena ditengarai produknya dapat menyebabkan kanker."

  • Adalah Gloria Ristesund, 62 tahun, mengaku bahwa dirinya telah divonis mengidap kanker rahim pada 2011 lalu. Setelah diselidiki, Ristesund diketahui memiliki kebiasaan menaburkan bedak J&J pada organ kewanitaannya selama puluhan tahun. Dari kebiasaan tersebut Ristesund akhirnya harus menjalani berbagai macam pengobatan untuk mengupayakan kesembuhan dari penyakit kanker rahim yang dideritanya.

  • Setelah peristiwa yang menimpa Ristesund, sejumlah penelitian kemudian dilakukan untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Selain dapat menyebabkan kanker, hasil yang diperoleh ternyata cukup mengejutkan, dimana tanpa disadari penggunaan bedak bayi secara berlebihan memiliki resiko berbahaya bagi kesehatan tubuh, diantaranya:

  • Berbahaya bagi sistem pernafasan

  • Diketahui bedak bayi memiliki butiran-butiran yang sangat halus, jika butiran-butiran tersebut sampai terhirup meskipun hanya sedikit dapat berpotensi membahayakan kesehatan paru-paru tidak hanya bagi bayi dan anak-anak tapi juga orang dewasa.

  • Berbahaya bagi kesehatan mata dan juga tenggorokan

  • Selain berbahaya bagi paru-paru, bedak bayi juga beresiko tertelan atau secara tidak segaja masuk ke dalam bola mata. Efek sampaing yang kerap terjadi adalah adanya gangguan pada tenggorokan dan iritasi mata mulai dari sedang hingga beresiko mengakibatkan kebutaan.

  • Advertisement
  • Berbahaya bagi sistem saraf

  • Pada beberapa anak dengan riwayat alergi pada salah satu komponen bedak, bedak bayi dapat menyebabkan gangguan sistem saraf mulai dari skala ringan seperti kedutan, hingga skala paling berat yaitu halusinasi, demam, lesu, kurang aktif, pingsan dan mudah mengantuk.

  • Menyebabkan kulit kering dan iritasi

  • Selama ini bedak bayi dipercaya mampu menjaga kulit bayi tetap kering, lembut dan terhindar dari iritasi. Kenyataannya, bedak bayi justru kerap memicu munculnya keluhan-keluhan tersebut. Pada dasarnya kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif terhadap bahan-bahan kimia yang terkandung dalam bedak seperti pewangi, antiseptik dan talkum. Disamping itu, bedak bayi mampu menyerap kelembaban alami kulit sehingga menyebabkan bayi beresiko mudah mengalami iritasi kulit, berkeringat dan gatal-gatal akibat ruam.

  • Hal-hal perlu diperhatikan oleh orangtua ketika menggunakan bedak pada bayi dan anak-anak.

  • Meskipun menyadari penggunaan bedak bayi dapat membahayakan kesehatan tubuh, toh sampai sekarang masih banyak orang yang menggunakannya. Pemerintah pun seakan-akan masih ragu-ragu untuk membuat peraturan terkait larangan penggunaan bedak pada tubuh bayi dan anak-anak.

  • Jika Anda merasa yakin bahwa penggunaan bedak bayi tidak berbahaya, setidaknya tips penggunaan bedak berikut semoga dapat membantu.

  • 1. Gunakan bedak yang terbuat dari bahan alami seperti (tepung jagug). Diketahui partikel butiran bedak dari tepung jagung lebih besar, sehingga mengurangi reskio terhirup oleh bayi. Selain itu, bedak yang terbuat dari bahan alami dapat mengurangi resiko munculnya penyakit kanker.

  • 2. Popok bayi sekali pakai sebaiknya segera diganti jika sudah penuh. Pada proses membersihkan area pantat sebaiknya gunakan tisu basah atau cukup dilap menggunakan handuk kering. Hindari menaburkan bedak bayi terlalu banyak, usapkan bedak bayi tipis-tipis pada area lipatan kulit dan selangkangan.

  • 3. Iritasi kulit sering terjadi akibat sisa-sisa bedak yang menempel di kulit tidak segera dibersihkan. Gunakan handuk kering atau tisu basah dan mandikan buah hati Anda secara rutin dua kali sehari pagi dan sore.

  • 4. Jangan menuangkan bedak langsung ke permukaan kulit bayi. Sebaiknya tuang terlebih dahulu bedak secukupnya di atas telapak tangan Anda dan kemudian ratakan.

  • Advertisement
  • 5. Kebiasaan menaburkan beda pada kulit wajah bayi dan anak-anak sebaiknya segera dihentikan. Kebiasaan semacam ini sangat beresiko karena butiran-butiran bedak yang lembut dapat masuk ke dalam bola mata dan menyebabkan gangguan pernafasan.

  • 6. Harap waspada jika muncul gejala bayi mengalami alergi seperti batuk, sulit bernafas, kulit kemerahan, muncul bentol-bentol dan anak rewel secara terus menerus. Segera bawa ke dokter terdekat supaya buah hati Anda segera memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Hindari penggunaan bedak tabur pada bayi. Ini alasannya

Kurang lengkap rasanya jika tidak menaburkan bedak tabur harum kepada si kecil seusai mandi. Tapi, Anda juga harus tahu fakta ini
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr