Penting! Pertimbangkan ini sebelum menambah momongan

Hindari menjadikan desakan dari orang-orang di sekitar sebagai pertimbangan Anda menambah momongan.

970 views   |   4 shares
  • Menjadi orangtua merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan ini. Ada yang tidak memerlukan usaha banyak untuk mendapatkan momongan, namun tidak jarang pasangan yang perlu mencari berbagai cara untuk dapat menimang si buah hati.

  • Namun saat si kecil yang hadir, ia mengubah kehidupan Anda menjadi hal yang benar-benar baru. Anda dan pasangan akan merasakan menjadi keluarga seutuhnya, dengan seorang bayi kecil yang mewarnai hari-hari Anda.

  • Kini, ia sudah beranjak besar. Lalu, pertanyaan demi pertanyaan mulai berdatangan dari lingkungan sekitar. "Kapan menambah momongan?" "Kapan si kakak dikasih adik?" Benarkah inilah saatnya untuk menambah momongan? Sudahkah waktunya si kakak diberikan kehadiran adik? Kapan waktu yang tepat untuk menambah momongan? Jangan terburu-buru karena desakan sekitar. Ini yang harus Anda dan pasangan pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menambah anak:

  • 1. Keuangan

  • Ini faktor penting yang harus jadi pertimbangan. Seperti yang kita ketahui, tidak murah biaya yang harus dikeluarkan untuk membesarkan seorang anak. Anda harus memperhitungkan biaya bulanan Anda, biaya si kakak, biaya cek dokter kandungan, biaya persalinan, biaya vaksin dan berobat, popok serta segala kebutuhannya, hingga (jika perlu) pengasuh tambahan yang mungkin dibutuhkan. Anda juga perlu mempertimbangkan dari faktor pemasukan, apakah dengan menambah anak maka Anda (si ibu) harus berhenti dari pekerjaan saat ini untuk fokus mengurus anak? Bagaimana dengan penghasilan yang akan berkurang dan pengeluaran yang akan bertambah? Akankah penghasilan suami saja cukup?

  • 2. Kesiapan mental

  • Masih ingatkah hari-hari tanpa tidur yang nyenyak seperti yang Anda jalankan saat harus merawat si kakak saat baru lahir? Selain materi, pertimbangkan juga segi mental Anda. Banyak Ibu yang mengalami trauma melahirkan. Proses persalinan sebelumnya mungkin meninggalkan trauma tersendiri bagi seorang ibu. Atau baby bluesdan post partum depression yang juga pernah menghantui di awal-awal kehidupan dengan bayi baru lahir. Bila Anda masih belum siap secara mental atau merasa masih ingin bersantai tanpa harus merawat seorang bayi terlebih dahulu, maka sebaiknya tunda keinginan memiliki momongan secepatnya.

  • 3. Beda usia

  • Perhitungkan rentang usia antara si kakak dan adiknya kelak. Dari segi kesiapan si kakak, sampai pada segi biaya pendidikan. Jangan terburu-buru menambah momongan bila si kecil masih terlalu kecil dan masih sangat membutuhkan perhatian penuh dari Anda. Si kecil pun dapat merasakan stres loh.

  • Advertisement
  • 4. Lingkungan tempat tinggal

  • Lingkungan tempat tinggal juga tidak kalah penting untuk Anda pertimbangkan sebelum menambah momongan lagi. Bila Anda sedang mengontrak di sebuah rumah mungil, pikirkan terlebih dahulu apakah Anda dan pasangan serta si kecil akan nyaman dengan bertambahnya anggota baru di dalam rumah. Sebaiknya tunda terlebih dahulu keinginan Anda menambah momongan terutama bila akan berpindah rumah baik dalam kota ataupun luar kota, bahkan luar negeri. Berpindah-pindah rumah dapat memicu stres pada bayi.

  • 5. Pengasuh

  • Bila Anda baru memiliki satu anak dan selama ini mengasuhnya sendiri, mungkin Anda perlu mempertimbangkan bantuan tambahan untuk menolong Anda baik dalam pekerjaan rumah tangga, hingga menjaga anak. Cari secepatnya, jangan sampai harus kebingungan menjelang hari persalinan. Ini dapat membuat Anda kewalahan dan stres.

  • 6. Usia dan fisik

  • Bila Anda ingin segera menambah momongan karena merasa usia tak lagi muda dan mumpung fisik masih memungkinkan untuk hamil dan melahirkan, Anda tetap perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain di atas. Namun bila memang merasa siap, kenapa tidak? Keputusan tetap di tangan Anda dan suami. Tidak sedikit juga para Ibu yang ingin cepat-cepat menambah momongan dengan pemikiran 'sekalian capek'. Jika siap lahir dan batin, kenapa tidak?

  • Yang paling penting, jangan sampai keputusan menambah anak dalam keluarga Anda datangnya dari desakan sekitar. Hanya Anda dan pasangan yang tahu kapan waktu terbaik untuk menambah anak. Selalu pertimbangkan kepentingan si kakak, saat mengambil keputusan tersebut.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Penting! Pertimbangkan ini sebelum menambah momongan

Hindari menjadikan desakan dari orang-orang di sekitar sebagai pertimbangan Anda menambah momongan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr