Siapkah Anda melepas si buah hati meneruskan kuliah dan indekos di luar kota?

Pengumuman perguruan tinggi sudah keluar, artinya tiba sudah saatnya Anda melepas buah hati kesayangan menempuh tingkatan tertinggi pendidikannya. Namun jika ia harus kuliah di luar kota, sudah siapkah Anda?

273 views   |   1 shares
  • Seperti biasa, di bulan Juli adalah saatnya banyak dari buah hati kita menempuh jenjang baru dalam kehidupannya. Yang kecil, baru pertama kali masuk sekolah, ada juga yang baru naik ke jenjang SMP maupun SMA. Namun biasanya yang paling mendebarkan adalah mereka yang baru jadi mahasiswa/mahasiswi. Apalagi jika kuliahnya di kota berbeda dengan orangtuanya.

  • Bangga, pasti, jika anak lulus ujian dan diterima di perguruan tinggi negeri bergengsi. Apalagi jika memang pilihan studinya merupakan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan si anak. Melihatnya berusaha keras belajar, berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu membuat desir gembira juga di hati orangtua. Namun indekos? Aduh, perkara lain.

  • Merasa khawatir karena merasa anak belum mandiri dan tidak siap indekos, merasa was-was akan pergaulan bebas anak indekos yang tak diawasi orangtua, hingga merasa bingung untuk menyediakan biaya yang pastinya jadi lebih tinggi setiap bulannya. Semua itu wajar, dan pasti berkecamuk di dada tiap orangtua. namun demikian, ada beberapa hal yang penting untuk diingat

  • Rasa khawatir itu menular

  • Sebelum khawatir berubah menjadi panik, ingatlah bahwa anak Anda pun pasti mengalami banyak kekhawatiran. Berpisah dengan lingkungan pergaulannya selama ini, memulai hidup di kota baru, dan tanpa kehadiran orangtua sudah pasti membuatnya juga merasakan debaran yang sama. Ketimbang Anda membuatnya jadi lebih panik, lebih baik Anda menenangkan diri dan mulai menerima perubahan tersebut, bukan?

  • Ingat perjuangan beratnya

  • Daripada merasa khawatir berlebih, akan jauh lebih bermanfaat jika Anda mengingat perjuangan yang telah dilalui buah hati Anda untuk meraih hasil baik tersebut, bukan? Pasti tak sedikit yang telah dikorbankannya untuk mengejar cita-cita tersebut. Jadi dukungan dari orangtua merupakan hal yang paling diinginkannya lebih dari apa pun, percayalah.

  • Belajar kemandirian

  • Jika Anda merasa bahwa anak Anda masih manja, tidak pernah berpisah sama sekali, dan tidak bisa mengurus dirinya, justru dengan menjadi anak indekoslah ia akan belajar untuk mandiri. Persiapkan mentalnya dan berikan bekal yang cukup untuk membuat ia mampu menghadapi cobaan-cobaan sebagai anak indekos. Percayalah padanya, berikan dorongan yang memotivasi, dan berikan keyakinan bahwa ia pasti mampu menjalaninya.

  • Apa pun kondisi mereka, yang pasti mereka harus melakukan penyesuaian diri terhadap hal-hal baru yang akan ditemui. Keberhasilan dalam beradaptasi dengan lingkungan fisik rumah dan perguruan tinggi serta kondisi cuaca, sosial, ekonomi, akademis, dan budaya setempat.

  • Advertisement
  • Orangtua juga harus mandiri

  • Selain anak, tentunya orangtua pun perlu mempersiapkan diri untuk lebih banyak "hidup sendiri" dan menghadapi situasi sepi tanpa ada lagi seorang anak yang biasa diladeni, diajak bicara, diatur, ataupun dinasihati setiap saat.

  • Bila memungkinkan, sebenarnya tidak masalah jika pada awalnya, orangtua masih sering datang mengunjungi atau menelepon anak agar dapat memastikan bahwa kondisi sang anak baik-baik. Hanya saja, orangtua perlu juga menyadari bahwa anak mereka sudah beranjak dewasa, tidak sama seperti ketika masuk sekolah taman kanak-kanak dulu. Pada masa remaja akhir, anak akan merasa "risi", canggung, dan malu kepada sebayanya jika ketahuan masih sering dijenguk orangtuanya.

  • Persiapan yang harus dilakukan

  • Selain terkait adaptasi, orangtua dan anak pun harus sama-sama memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan. Baik itu biaya awal penerimaan, uang bulanan, bayaran kuliah hingga biaya lain-lainnya. Jika di luar kemampuan orangtua, maka hal ini pun harus didiskusikan sejak awal. Entah anak nanti akan mengupayakan untuk mencari kerja sambilan, atau orangtua harus berhemat di pos lain.

  • Maka ketimbang paranoid bahwa anak akan jadi nakal, lebih baik memberinya kegiatan positif yang membuat anak menjadi semakin cerdas secara edukasi juga finansial. Waktunya akan habis untuk hal-hal positif juga nantinya, bukan?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Siapkah Anda melepas si buah hati meneruskan kuliah dan indekos di luar kota?

Pengumuman perguruan tinggi sudah keluar, artinya tiba sudah saatnya Anda melepas buah hati kesayangan menempuh tingkatan tertinggi pendidikannya. Namun jika ia harus kuliah di luar kota, sudah siapkah Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr