Fasilitas daycare di Filipina ini memberikan motivasi optimal pada para ibu untuk menyusui

Pekan ASI sedunia, tahun ini, temanya adalah melestarikan pemberian ASI bersama-sama. Seperti contoh 'daycare' unik di Filipina ini.

89 views   |   shares
  • Menitipkan anak ke tempat penitipan atau day carebukan hal asing lagi. Menitipkan anak sambil membekalinya dengan Air Susu Ibu Perah (ASIP) untuk diminum selama anak dititipkan, juga bukan hal yang aneh. Saat ini memang sudah banyak orangtua yang 'melek' dan layanan umum yang mendukung agar ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI selama dua tahun.

  • Namun uniknya sebuah daycare di Filipina ini sangat mendukung ASI dan giat mensosialisasikan makanan sehat bagi anak. Namanya Arugaan, dibaca seperti bahasa Indonesia: Aruga'an, dalam bahasa Tagalog berarti 'Memberikan pengasuhan dengan komitmen penuh'.

  • Daycare dengan pelayanan istimewa

  • Daycare ini layaknya tempat penitipan anak biasa yang memiliki kegiatan seperti belajar sains melalui kegiatan bertaman, belajar memasak, sehingga menikmati makanan buatan sendiri saat makan siang, belajar kesenian dan musik, belajar bahasa, dan juga ada jadwal pijat. Selain itu, Daycare ini juga mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

  • Istimewa, namun ada yang membuat Arugaan lebih spesial lagi. Arugaan tidak hanya memberikan ASI Perah kepada anak-anak seperti yang kita lakukan di Indonesia, Arugaan bahkan menyediakan IBU SUSU bagi anak-anak yang masih mengonsumsi ASI. Wow!

  • Di Filipina, isu tentang ibu susu atau donor ASI tidak seperti yang kita lakukan di Indonesia. Bisa dibilang justru menyusui bayi lain yang membutuhkan, atau memberi perahan ASI untuk bayi lain merupakan kebudayaan turun temurun dan jamak dilakukan. Bagitu pula di Arugaan. Sebagian anggota timnya juga ibu menyusui dan saat melakukan bimbingan, mereka juga membawa bayinya.

  • Mengapa?

  • Karena saat ibunya mengajari bayi lain untuk menyusu, bayinya yang sudah terbiasa menyusu juga 'mengajari' si ibu yang kesulitan menyusui. Sayang di Indonesia hal ini agak susah dijalankan karena terbentur masalah saudara sepersusuan, kepercayaan tentang kesahihan ASI donor dan akseptor berbeda keyakinan, serta keengganan sebagian masyarakat dengan alasan pribadi.

  • Di Arugaan, pemberian ASIP tidak dilakukan dengan botol susu seperti umumnya yang kita lihat di sini. Mereka menggunakan sippy cup, sendok atau gelas dengan tujuannya agar tidak terjadi bingung putting pada anak yang akhirnya menghentikan kegiatan menyusui, serta mencegah terjadinya tersedak karena air yang mengalir dari dot sebetulnya lebih berisiko.

  • Komunitas penyelamat masa depan anak

  • Kepala daycare Arugaan, Ines Fernandez yang biasa dipanggil Nanay Ines, tidak pernah lelah bekerja keras untuk mensosialisasikan pentingnya ASI dan MPASI sehat. Karena berdasarkan survei dari Food and Nutrition Research Institute, setengah dari populasi di Filipina mengandalkan pengganti ASI bagi anaknya.

  • Advertisement
  • Survei juga menyatakan bahwa produk makanan instan bayi telah mengalahkan MPASI asli Filipina yang sebetulnya lebih murah dan jauh lebih sehat. Padahal sudah jelas bahwa di beberapa tempat yang mayoritasnya memberikan susu formula, kejadian malnutrisi pada anak-anak angkanya masih tinggi.

  • Tidak hanya mengurus daycare, Ia bahkan turun langsung melakukan penyuluhan pada masyarakat miskin untuk menjalani tugas sebagai orang tua yang bertanggung jawab. Ia akan terjun langsung ke distrik-distrik yang belum tersentuh akses pendidikan, memberikan pengajaran dan meminta para ibu di sana untuk menurunkan ilmu tersebut kepada orang lain.

  • Sebab menurutnya, memberikan pengasuhan dengan komitmen penuh artinya harus berperan dalam setiap lapisan masyarakat. Memberikan bantuan pendidikan, menjadi partner dalam setiap tahapan dimulai dari kehamilan, kelahiran, menyusui hingga pemberian makanan yang sehat. Karena itu, kini Arugaan menjadi salah satu organisasi ibu dan anak yang besar di Filipina.

  • Sejak 30 tahun lalu

  • Arugaan sendiri dimulai 30 tahun lalu sebagai gerakan dari sembilan orang ibu yang menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak di masa depan tak lagi bergantung pada tangan ibu, namun justru lebih banyak dipengaruhi oleh produk-produk pabrikan yang diiklankan terus-menerus. Menurut Nanay Ines, ini adalah masalah global. "Makanan adalah isu global yang akan terus menjadi masalah, selama masih ada makanan awetan dari pabrik," ujarnya. Namun demikian, Nanay tetap optimistis akan tiba waktunya nanti, generasi mendatang diasuh dan diberi makan yang hanya berasal dari ibunya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Fasilitas daycare di Filipina ini memberikan motivasi optimal pada para ibu untuk menyusui

Pekan ASI sedunia, tahun ini, temanya adalah melestarikan pemberian ASI bersama-sama. Seperti contoh 'daycare' unik di Filipina ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr