Anda dan pasangan harus tahu 10 fakta ini sebelum memutuskan memiliki momongan

Menjadi orang tua akan menghadirkan banyak perubahan dalam hidup Anda. Sudahkah Anda benar-benar siap menghadapi 10 kondisi ini?

857 views   |   2 shares
  • Kehadiran si kecil dalam keluarga baru Anda tentulah menjadi sebuah impian yang begitu Anda dambakan. Generasi penerus yang akan melanjutkan silsilah keluarga. Permata hati, ladang amalan Anda kelak. Namun, memiliki anak bukanlah semudah kelinci berkembang biak. Bukan saja masalah kesiapan fisik, kesiapan mental juga sangat berperan untuk menentukan kualitas pengasuhannya kelak.

  • Anda dan suami tengah berencana memiliki momongan? Periksa dulu 10 fakta ini dan tanyakan pada diri Anda berdua, sudah mampu dan maukah menghadapi kenyataan ini?

  • 1. Waktu tidur akan (banyak) terpangkas

  • Menyusu, mengganti popok, menidurkannya kembali. Rutinitas ini terjadi setiap 2-3 jam sekali pada masa bayi baru lahir hingga usia 3 bulan. Belum lagi jika ditambah kerewelan akibat sakit atau kolik. Kehadiran bayi menjadi layaknya 'vampir', menyedot jam tidur Anda. Tak heran, kawan saya berkelakar; begitu Anda hamil dan melahirkan, lalu memiliki anak, masih bisa tidur normal selama 8 jam di malam hari adalah sebuah keajaiban!

  • 2. Membengkaknya pengeluaran

  • Banyak anak, banyak rezeki. Pepatah ini tidak selalu tepat, apalagi jika menyangkut status finansial pasangan menikah dengan anak. Tanpa perencanaan dan manajemen yang tepat, memiliki anak banyak hanya akan membuat Anda menghadapi jurang kebangkrutan. Mulai dari biaya melahirkan, perawatan rutin, hingga biaya pendidikannya kelak. Anda dan suami nantinya cenderung memiliki pola spending yang berbeda pada aspek keperluan anak. Lakukan diskusi dan buat kesepakatan, supaya keuangan keluarga selalu dalam zona aman.

  • 3. Selamat datang problematika ranjang

  • Setelah melahirkan, banyak wanita mengalami kegalauan dan kerisihan berhubungan intim dengan suami. Entah karena rasa sakit, tidak percaya diri akan tubuh yang berubah, hingga kelelahan yang mendera sehingga hasrat pun ikut surut. Di sinilah komunikasi dan pengertian perlu dimiliki oleh suami. Rajinlah berbicara tentang masalah ini dan persiapkan mental bila ternyata perlu ada masa "absen" dalam berhubungan intim ketika bayi Anda hadir.

  • Advertisement
  • 4. Dilema pengasuhan memusingkan

  • Kehadiran bayi mungil membawa sebuah tanggung jawab baru untuk merawat dan membesarkannya. Namun, adakalanya situasi Anda dan suami tidak memungkinkan sehingga perlu pihak ketiga untuk membantu Anda melaksanakan tanggung jawab ini. Nantinya, Anda dan suami perlu berbesar hati "berbagi" perhatian dan waktu kebersamaan anak dengan pengasuh lain, baik itu tenaga yang dibayar, tempat penitipan anak, maupun pihak keluarga yang bersedia membantu Anda.

  • 5. Kapan me-time milikku?

  • Sebuah kemewahan yang sangat dicari oleh para orangtua adalah waktu luang sendiri, atau istilah kekiniannya, me-time. Sekadar membaca novel favorit, memanjakan diri di salon, atau memakai masker wajah sambil bersantai nonton serial favorit, tentu segar rasanya! Namun begitu hadirnya si bayi, me time menjadi seperti layaknya menyelipkan sebuah janji temu dengan CEO perusahaan ternama yang super sibuk. Bayi membuat jadwal harian jadi berantakan. Sering ada hal-hal tak terduga yang terjadi dan membuyarkan rencana rapi Anda. Berpuaslah untuk menyenangkan diri dengan hal-hal sederhana dan lakukan sesempatnya Anda bisa.

  • 6. Tubuhku tak lagi sama

  • Melahirkan bayi membuat Anda mengalami banyak perubahan secara fisiologis. Entah itu badan yang membengkak, penurunan bobot badan yang tak secepat masa gadis dulu, rambut rontok, dan berbagai kondisi lain. Tak pelak, Anda sangat mungkin menjadi tak percaya diri. Ke mana wanita yang dulu tampil memukau dan bersinar? Kuncinya, bersabarlah dan konsisten untuk hidup sehat. Hasil tidak akan mengkhianati usaha. Meskipun Anda mungkin tak selangsing supermodel, namun tubuh sehat tentu akan mempermudah hari-hari Anda menjadi seorang hot and healthy mama.

  • 7. Stres yang mengintai

  • Menjadi orangtua baru bukanlah hal yang mudah. Perubahan besar terjadi pada hidup Anda. Tanpa dukungan yang cukup dan positif, seorang ibu baru sangat rentan terkena gangguan kejiwaan. Dua yang paling populer adalah baby blues syndromedan post partum depression. Suka atau tidak suka, berbagai mitos dan stigma dapat tumbuh subur ataupun menyerang kejam kepada Anda. Lebih baik turunkan ekspektasi dan tidak terlalu mengambil hati jika ada kata-kata nyinyir mengarah kepada Anda.

  • Advertisement
  • 8. Kemesraan memudar

  • Bak sebuah euforia, sebuah fakta mengejutkan terjadi, Anda akan lebih menyayangi si bayi ketimbang pasangan Anda sendiri. Faktor utama penyebabnya adalah karena ikatan yang terbangun antara Anda dan bayi lebih kuat. Bayangkan Anda berbagi tubuh dengannya selama 9 bulan, dilanjutkan dengan menyusuinya hingga usia 2 tahun. Solusinya, sedapat mungkin pertahankan kemesraan dengan suami mulai dari hal-hal kecil. Lepaskan sejenak mommy mode dan beralih ke sweetheart mode, kembalikan api romansa pasangan yang sempat meredup.

  • 9. Anda menjadi lebih sensitif

  • Sebut saja ini naluri keibuan. Anda menginginkan anak berada dalam kondisi sehat, selamat, aman, dan nyaman. Tak jarang, Anda pun secara alamiah menghindari untuk bersentuhan dengan hal-hal yang membuat Anda mencemaskan anak-anak Anda. Film yang terlalu brutal? Berita kejahatan anak yang membuat mual? Bergaul di lingkungan yang "menyeramkan'? Tenang saja, bukan berarti Anda berubah menjadi "lembek" dan penakut. Anda hanya berubah menjadi lebih peka dan berempati. Hal-hal yang terlalu kejam seperti ini adakalanya tak perlu mendapatkan banyak perhatian.

  • 10. Pergeseran model hubungan pertemanan

  • Acara nongkrong bersama teman-teman terdekat kini telah berubah orientasinya. Rumpidi kafe berganti menjadi playdate di taman bermain. Anda pun akan memiliki kawan-kawan baru, sesama ibu-ibu muda yang ditemui di support group atau forum maya. Mungkin saja Anda akan tak sedekat dulu dengan kawan-kawan lajang Anda, namun semua akan terganti dengan teman-teman baru yang satu 'frekuensi' dengan kehidupan baru Anda.

  • Seluruh plus-minus, manfaat-risiko, dan untung-rugi yang Anda hadapi sebagai seorang orang tua baru adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi. Pastikan Anda dan suami menghadapinya bersama-sama serta saling mendukung satu sama lain. Setidaknya, Anda tahu, Anda tidak pernah sendiri melalui ini semua.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Anda dan pasangan harus tahu 10 fakta ini sebelum memutuskan memiliki momongan

Menjadi orang tua akan menghadirkan banyak perubahan dalam hidup Anda. Sudahkah Anda benar-benar siap menghadapi 10 kondisi ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr