Mengaplikasikan ‘essential oils’ untuk balita Anda? Ketahui dan perhatikan dulu rambu-rambunya!

Berasal dari bahan-bahan alami tidak serta merta menjadikan minyak atsiri aman sepenuhnya untuk balita Anda.

134 views   |   2 shares
  • Tren back to nature menghadirkan aneka produk berbahan dasar alami untuk berbagai fungsi kehidupan. Salah satu produk alami yang tengah populer, khususnya di kalangan menengah adalah essential oils atau dalam bahasa Indonesia disebut minyak atsiri. Essential oils atau disingkat EO, adalah produk minyak alami dari tumbuhan yang diperoleh melalui proses distilasi. EO memiliki ciri khas aroma dari tumbuhan asalnya dan mengandung khasiat yang dapat dimanfaatkan penggunanya.

  • Penggunaan essential oils pun meluas. Tak hanya orang dewasa, banyak orang tua yang menggunakan EO kepada anak-anak mereka. Tujuan utamanya adalah mengurangi konsumsi obat-obatan sintetik dan terapi medis, khususnya untuk menangani masalah kesehatan yang sifatnya ringan dan melakukan tindakan pencegahan.

  • Berasal dari bahan alami, tidak serta merta menjadikan EO dijamin aman. Seperti halnya obat tradisional, EO tidak melalui uji klinis dan tidak ada penetapan dosis standar dalam penggunaanya. Alasan inilah yang mendasari dibuatnya berbagai rambu penggunaan EO, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

  • Apabila Anda memilih EO sebagai salah satu produk yang digunakan pada balita Anda, perhatikan dulu rambu-rambu berikut, demi keamanan dan manfaat optimalnya.

  • 1. Batas usia

  • Gunakan EO pada anak setelah usia 3 bulan. Usia 3 bulan ke bawah, bayi masih sangat sensitif dan rentan terhadap EO, mengingat sistem kekebalan tubuhnya pun belum kuat. Catatan penting, jika anak terlahir prematur, Anda perlu menunggu lebih lama mengingat risikonya yang lebih besar.

  • 2. Mulailah dengan mendifusi

  • Sebagai langkah awal mengenalkan EO, Anda dapat menggunakan diffuser dengan mencampurkan minyak tunggal dan air bersih bersuhu ruangan. Lakukan dalam periode singkat, antara 15-30 menit. Hindari memberikan EO secara langsung untuk dihirup.

  • 3. Lakukan pengenceran dengan minyak pembawa

  • Apabila Anda ingin mengoleskan EO secara topikal pada kulit anak, encerkan dahulu dengan minyak pembawa (carrier oil). Robert Tisserand, ahli aromaterappi terkemuka dan penulis buku Essential Oils Safety, menyebutkan alasan mengapa pengenceran ini penting. Pertama, untuk menghindari reaksi pada kulit, seperti iritasi dan oversensitivitas. Kedua, untuk menghindari toksisitas atau keracunan secara sistemik di dalam tubuh, misalnya pada janin, hati, saraf, dan menekan efek karsinogenik jika ada. Beberapa jenis minyak pembawa yang umum digunakan di antaranya minyak kelapa, minyak zaitun, minyak argan, minyak bunga matahari, dan minyak sweet almond. Pilihlah minyak organik dengan kemurnian tinggi untuk memaksimalkan manfaatnya. Untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun, encerkan 1 tetes EO dengan 8 sendok teh minyak pembawa. Di usia 2 sampai 6 tahun, encerkan dengan perbandingan 1 tetes EO dengan 4 sendok teh minyak pembawa.

  • Advertisement
  • 4. Periksa kandungan EO yang digunakan

  • Ada 2 jenis EO yang tersedia di pasaran, yaitu EO dengan bahan tunggal dan EO dengan bahan campuran (yang terdiri atas beberapa jenis EO yang dicampur menjadi satu). Apapun jenis EO yang Anda gunakan, periksalah dahulu kandungan tersebut, apakah termasuk ke dalam bahan yang aman untuk kelompok usia anak Anda. Berdasarkan daftar yang dimuat di buku Essential Oils Safety, berikut ini adalah EO yang dikategorikan tidak aman untuk anak-anak :

    • Anise/Aniseed dari Pimpinella anisum - hindari untuk anak usia di bawah 5 tahun

    • Cassia dari Cinnamomum cassia, Cinnamomum aromaticum - hindari untuk pemakaian topikal pada anak usia di bawah 2 tahun

    • Clove Bud, Clove Leaf, Clove Stem dari Syzygium aromaticum, Eugenia caryophyllata, Eugenia aromatica - hindari untuk pemakaian topikal pada anak usia di bawah 2 tahun

    • Eucalyptus dari Eucalyptus camaldulensis, Eucalyptus globulus, Eucalyptus maidenii, Eucalyptus plenissima, Eucalyptus kochii, Eucalyptus polybractea, Eucalyptus radiata, Eucalyptus Autraliana, Eucalyptus phellandra, Eucalyptus smithii - hindari untuk anak usia di bawah 10 tahun

    • Fennel dari Foeniculum vulgare - hindari untuk anak usia di bawah 5 tahun

    • Lemongrass dari Cymbopogon flexuosus, Andropogon flexuosus, Cymbopogon citratus, Andropogon citratus - hindari untuk pemakaian topikal pada anak usia di bawah 2 tahun

    • Niaouli dari Melaleuca quinquinervia - hindari untuk anak usia di bawah 6 tahun

    • Peppermint dariMentha x Piperita - hindari untuk anak usia di bawah 6 tahun

    • Rosemary dari Rosmarinus officinalis - hindari untuk anak usia di bawah 6 tahun

    • Verbena dari Aloysia triphylla, Aloysia citriodora, Lippa citriodora, Lippa triphylla - hindari untuk pemakaian topikal pada anak usia di bawah 2 tahun

    • Wintergreen dari Gaultheria fragrantissima, Gaultheria procumbens - hindari penggunaan pada anak (ada kandungan metilsalisilat)

    • Ylang-Ylang dari Cananga odorata - hindari untuk pemakaian topikal pada anak usia di bawah 2 tahun

  • Advertisement
  • 5. Amati reaksi alergi

  • Tidak semua orang dapat menerima EO pada tubuh mereka. Anda sangat perlu memerhatikan apakah anak Anda alergi atau tidak terhadap EO ini. Anda dapat melakukan patch test menggunakan cara sebagai berikut :

    • Oleskan sedikit EO yang telah diencerkan sesuai petunjuk (kira-kira tidak lebih besar dari koin logam) di lengan atau kaki anak Anda

    • Tunggu selama 24 jam untuk melihat reaksi

    • Jika ada reaksi pada kulit tersebut, seperti kemerahan, inflamasi, atau nyeri ketika disentuh, segera hentikan pemakaian EO

    • Anda dapat melanjutkan penggunaan jika tidak ada reaksi pada kulit yang dibubuhi EO tersebut.

  • Ada alternatif lain dari EO yang diperuntukkan bagi mereka yang sensitif, yaitu hidrosol. Hidrosol dihasilkan sebagai produk fase air dari distilasi, dimana EO merupakan produk fase minyak dari proses yang sama.

  • Dengan mengetahui dan mematuhi rambu-rambu pemakaian EO pada balita, niscaya Anda dapat memangkas risiko dan bahaya yang mungkin terjadi. Imbangi pemakaian EO dengan gaya hidup sehat untuk meraih kesehatan yang terpelihara baik, bukan dengan mengandalkan satu cara saja. Selamat mencoba!

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Mengaplikasikan ‘essential oils’ untuk balita Anda? Ketahui dan perhatikan dulu rambu-rambunya!

Berasal dari bahan-bahan alami tidak serta merta menjadikan minyak atsiri aman sepenuhnya untuk balita Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr