Jangan sampai Anda ikut menyebar berita 'hoax' di media sosial tanpa Anda sadari. Ini kiat-kiatnya

Menghadapi gempuran 'hoax' yang bertubi-tubi dan sangat berpotensi menguras emosi, hadapi dengan 5 jurus anti 'hoax' berikut ini.
Sep 15, 2017

597 views   |   6 shares
  • Ketika jempol Anda begitu sakti, sebuah kabar bisa tersebar luas dan cepat ke penjuru negeri. Era digital membuat aliran informasi begitu luar biasa cepat dan beragam. Di sisi lain, penyaringan informasi pun menjadi semakin menantang. Jumlah share tidak menjamin kabar atau informasi tersebut terpercaya kebenarannya.

  • Simpang siurnya isi berita, tak ayal membuat saya sendiri sering skeptis terhadap berita-berita viral di dunia maya. Tiga area yang paling rawan terkena berita tak benar (hoax) di antaranya adalah politik, sosial, dan kesehatan. Sedihnya lagi, tidak sedikit orang-orang berpendidikan yang notabene seyogyanya lebih bijak dalam bertindak, dapat dengan mudah menyebarkan hoax dan memberikan justifikasi versi mereka.

  • Sebagai pengguna perangkat digital dan peselancar internet, sudah barang tentu kita perlu memiliki wawasan, etika, sekaligus kewaspadaan. Menghadapi gempuran hoax yang bertubi-tubi dan sangat berpotensi menguras emosi, hadapi dengan 5 jurus anti hoaxberikut ini.

  • 1. Cari sumber pertama

  • Ketika Anda mendapatkan sebuah kabar, baik dari share media sosial ataupun broadcast message, cobalah menelusuri siapa pembuat pertama berita tersebut. Anda dapat menanyakan kepada si pembawa berita, atau carilah informasi di dalam artikel tersebut yang menyebutkan sumber berita. Jika tidak tercantum jelas siapa penulisnya, ada baiknya Anda sisihkan saja berita tersebut dan tak perlu ambil pusing akan isinya.

  • 2. Periksa kebenaran dari referensi terpercaya

  • Langkah ini yang seringkali terlupakan oleh netizen. Memeriksa kembali kesahihan sumber dan isi berita. Caranya memang memerlukan usaha lebih, namun kebiasaan seperti ini justru akan menghindarkan kita dari menyebarkan fitnah. Untuk berita kesehatan, misalnya, pilihlah situs pemerintah, organisasi terkemuka, atau kumpulan para ahli medis yang telah terjaga reputasinya. Yang lebih rumit, ketika menyangkut politik dan sosial maka banyak kepentingan bermain di belakangnya. Saran saya, simpan seluruh kepercayaan Anda untuk hal lain yang lebih realistis untuk dihadapi. Gunakan akal sehat dan hati nurani Anda untuk menyaring setiap rincian, sebelum memutuskan untuk menyebarkannya.

  • Advertisement
  • 3. Cermati seluruh informasi yang akan dibagikan

  • Setiap Anda bertemu dengan artikel yang menggoda untuk disebarkan viral, angkat kaca pembesar Anda dan mulailah menyelidik seperti Sherlock Holmes. Bacalah mulai dari judul headline hingga catatan akhir penulis. Cermati bagaimana penulis menyusun kata-kata, apakah bersifat provokatif dan persuasif yang mencurigakan? Lihat kembali foto-foto dan gambar yang disematkan, pantaskah untuk diletakkan sebagai berita publik? Periksa setiap tautan sumber yang digunakan, apakah mengarah kepada situs yang meragukan? Kumpulkan setiap potongan teka-teki dan satukan menjadi sebuah jawaban pasti. Apabila Anda terganggu olehnya, segera laporkan atau blok akun tersebut. Tindakan tegas akan membuat sedikit kedamaian baru di dunia maya Anda.

  • 4. Simpanlah untuk Anda sendiri

  • Langkah terbijak ketika Anda tak yakin akan sebuah berita atau takut jika berita tersebut tak benar adanya, lebih baik tidak menyebarkan berita itu sama sekali. Jadikan ia penghias linimasa Anda. Anda pun tak dilarang untuk menyembunyikan bahkan menghapusnya, demi kewarasan dan ketenangan diri. Cukuplah Anda tahu bahwa ada isu seperti itu terjadi di sebuah tempat di dunia, namun tak masalah jika Anda tak jadi pendukung setia dari salah satu kubu.

  • 5. Ciptakan konten positif

  • Cara terdahsyat mengikis hal-hal negatif adalah membuat konten positif. Konten positif justru akan lebih menggema ketika dibuat viral karena pada dasarnya manusia ingin menikmati hal-hal yang membuat mereka bahagia, tenang, nyaman, dan damai. Jika ada sebuah rumor atau hoax yang tengah panas beredar, buatlah tulisan, meme, atau gambar yang menyerukan semangat optimisme dan prasangka baik. Gandenglah netizen untuk menjadi penduduk bahagia, bukan barisan haters yang tak kenal empati dan tata krama. Ingatlah untuk membuat konten dengan penulisan santun, didukung sumber-sumber terpercaya, dan format yang memudahkan pembaca meraih manfaat dari setiap kalimat yang Anda tuangkan.

  • Advertisement
  • Singkat kata, hoax adalah sebuah virus dan etika internet adalah vaksin ampuh untuk menangkalnya. Berpikir sebelum bertindak, berkontemplasi sebelum jemari Anda bergerak. Semakin pandai Anda menghindari hoax, semakin tenang hidup Anda guna mengambil manfaat terbaik dari dunia maya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Jangan sampai Anda ikut menyebar berita 'hoax' di media sosial tanpa Anda sadari. Ini kiat-kiatnya

Menghadapi gempuran 'hoax' yang bertubi-tubi dan sangat berpotensi menguras emosi, hadapi dengan 5 jurus anti 'hoax' berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr