Menjalani kehamilan sambil mengasuh si sulung yang masih balita? Pasti bisa, ikuti saja 5 tips ini!

Si sulung sedang aktif-aktifnya sebagai seorang balita dan ada janin menghuni rahim Anda. Bisakah Anda melalui kepenatan pengasuhan ini?

3,242 views   |   12 shares
  • Ketika membangun keluarga kecil, Anda mungkin menginginkan anak-anak memiliki jarak umur yang relatif berdekatan dengan alasan seperti; supaya Anda bisa menggabungkan pengasuhan dalam waktu berdekatan, sekaligus bisa hamil pada masa usia yang relatif muda. Namun, pada praktiknya, ketika si sulung sudah memasuki usia balita dan tiba-tiba Anda dikaruniai janin kembali di dalam rahim, Anda harus siap melalui petualangan yang sungguh menantang.

  • Saya sendiri mengalami hal ini. Usia anak sulung saya baru melewati 2 tahun ketika saya kembali hamil anak ke dua. Ditambah posisi saya sebagai ibu bekerja, tentu saja akan menjadi super pelik jika saya tidak menyiapkan strategi matang. Anda juga bisa melalui perjuangan ini dengan lebih lancar, ikuti saja 5 tips berikut ini:

  • 1. Delegasikan untuk meringankan beban

  • Hal pertama yang harus Anda ingat, Anda tidak sendiri. Manfaatkan bantuan dari segala penjuru untuk mempermudah pekerjaan Anda. Minta suami untuk bergantian mengasuh anak dan mengurus rumah. Masukkan anak ke dalam tempat penitipan anak (daycare) dan/atau preschool untuk mendukung pengasuhan Anda. Di akhir pekan, minta tolong Nenek dan Kakek untuk menemani anak, sementara Anda memanjakan diri dengan pijat kehamilan atau sesi yoga prenatal. Rumah berantakan? Klik dan pesan jasa pembersihan rumah daring dari aplikasi di ponsel Anda. Segalanya sudah tersaji di depan mata, tinggal bagaimana Anda mengatur waktu, biaya, dan melakukan pendekatan untuk meminta pihak ketiga ini mendukung pengasuhan Anda.

  • 2. Latih si sulung untuk membantu dan mandiri

  • Ini adalah langkah yang saya lakukan kepada putra sulung saya. Untuk meringankan tugas, saya mengajarinya untuk mulai melakukan tugas rumah tangga sendiri sesuai usianya. Setidaknya, di usianya 2 tahun waktu itu, ia bisa membantu saya mengambilkan minuman, makan sendiri (walaupun belum terlalu rapi), merapikan mainan, membersihkan tumpahan minumannya, dan menaruh beberapa benda ringan di sekitar rumah. Apapun aktivitas yang sudah mampu dikerjakannya sendiri, biarkan ia mencoba dan melakukannya tanpa bantuan Anda. Anggap saja sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlalui. Inilah kesempatan Anda mendidik anak untuk menjadi lebih mandiri. Alternatif lain, kenalkan anak dengan aktivitas-aktivitas stimulasi kemampuannya. Anda bisa mencontek kegiatan Montessori di rumah untuk membantu anak bermain sambil belajar dengan bahan-bahan yang Anda dapatkan di sekitar rumah.

  • Advertisement
  • 3. Atur prioritas

  • Dengan energi terbatas, tumpukan tugas di daftar to-do-list sungguh membuat Anda tertekan. Well, sebenarnya tak perlu Anda selesaikan seluruhnya di hari yang sama. Mulailah memilah berdasarkan kepentingan, mana yang harus dikerjakan dahulu. Bagi saya, kepentingan utama menyangkut isi perut dan kebersihan diri. Sisanya, jika bisa saya kerjakan di waktu luang, akan saya cicil sedikit demi sedikit. Salah satu trik saya adalah menyempatkan tidur sejenak kala ada waktu, misalnya ketika anak sedang tidur siang juga. Saya juga menyelipkan power nap sekitar 30 menit di tempat kerja ketika jam istirahat untuk memulihkan kembali tubuh yang letih.

  • 4. Longgarkan ekspektasi dan standar

  • Berkaitan dengan prioritas, cara lain untuk mengendurkan tensi adalah dengan menghindari perfeksionisme. Letakkan standar yang acceptable dengan situasi dan kondisi sekarang. Misalnya, mengharapkan rumah Anda bersih bersinar bak iklan cairan pencuci lantai tentu saja nyaris mustahil dengan kondisi rumah yang dihuni seorang balita aktif. Saya lebih suka membuat salah satu bagian rumah menjadi pojok bermain dan pusat aktivitas, sehingga hanya ada sedikit bagian rumah saja yang perlu pembersihan total. Manfaatkan tempat-tempat penyimpanan untuk membantu Anda membereskan dalam sekejap. Soal menu makanan, saya pun tak memasang standar selangit. Cukup memasak menu rumahan yang praktis, namun tetap sehat. Berdayakan alat-alat memasak seperti slow cooker, rice cooker, ataupun panci presto untuk memasak yang hassle-free. Buatlah menu mingguan dan isi kulkas Anda dengan bahan-bahan dasar sehingga Anda tidak dipusingkan dengan pertanyaan "masak apa hari ini?".

  • 5. Organisasikan dengan rinci

  • Tak ada keberhasilan tanpa perencanaan yang terstruktur. Keteraturan akan membantu Anda bekerja lebih efektif dan efisien. Luangkan waktu untuk membuat to-do-list komprehensif. Apalagi, ibu hamil biasanya mudah lupa dan mudah berganti mood. Bangun sebuah rutinitas terjadwal dalam keseharian keluarga, setidaknya untuk pemenuhan kebutuhan utama. Saya merasa terbantu dengan rutinitas, karena saya selalu tahu apa yang harus dikerjakan pada waktu tersebut. Bahkan, saya selalu mempersiapkan kebutuhan pagi hari di malam sebelumnya, supaya hari saya berawal dari pagi yang tidak rusuh. Tenang saja, Anda tidak akan merasa kaku seperti robot yang terprogram karena Anda sudah menetapkan ekspektasi dan standar yang lebih longgar. Justru, Anda akan melakukan tugas-tugas ini dengan lebih rileks karena tahu pasti apa yang harus dikerjakan, namun tidak tercekik oleh tuntutan kesempurnaan.

  • Advertisement
  • Ajaibnya, walaupun di kehamilan anak kedua ini seringkali lebih sibuk dibandingkan kehamilan pertama dulu, banyak mama yang mengakui mereka bisa survive.Ini karena pengalaman terdahulu membuat mereka pun lebih tangguh dan tidak banyak mengeluh. Mungkin, inilah kekuatan super tersembunyi yang dimiliki oleh seorang Mama. Hebat sekali!

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Menjalani kehamilan sambil mengasuh si sulung yang masih balita? Pasti bisa, ikuti saja 5 tips ini!

Si sulung sedang aktif-aktifnya sebagai seorang balita dan ada janin menghuni rahim Anda. Bisakah Anda melalui kepenatan pengasuhan ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr