Pelajaran penting dari rekaman video gadis kecil yang ditarik seekor singa laut

Beberapa waktu, ada video yang viral di berbagai laman media sosial. Yakni video seorang anak gadis yang memberi makan singa laut, namun kemudian ditarik masuk ke air. Wah, pelajaran penting apa yang bisa kita ambil dari kejadian ini?

2,992 views   |   10 shares
  • Sudahkah Anda menonton video yang viral di media sosial menampilkan singa laut yang melompat dari air dan menyambar seorang gadis cilik hingga tercebur. Peristiwa yang terjadi di dekat sebuah dermaga di British Columbia, Kanada ini mengejutkan banyak netizen.

  • Kejadian itu bermula ketika gadis cilik tersebut bersama beberapa orang lain berkerumun di pinggir dermaga. Beberapa di antaranya tampak melemparkan makanan kepada singa laut. Lama kelamaan, singa laut itu semakin mendekat karena beberapa orang terus mendekati air dengan makanan dan remah-remahnya.

  • Pada satu titik, mamalia besar tersebut bisa mendorong dirinya keluar dari air, berusaha untuk mendapatkan lebih banyak makanan. Awalnya, anak perempuan itu cukup waspada untuk menghindari singa laut. Tetapi ketika dia duduk di pinggiran dermaga dan lengah, singa laut berhasil menyambarnya. Untungnya, seorang kakek yang sigap langsung terjun ke laut dan berhasil menyelamatkan gadis itu.

  • Sebetulnya mengapa hal ini bisa terjadi, dan apa ya pelajaran penting dari kejadian ini?

  • Menurut situs National Geograhic, dengan panjang lebih dari dua meter, singa laut ini kemungkinan merupakan jenis singa laut California yang memang berasal dari wilayah British Columbia. Hewan besar ini pada umumnya lebih menyukai makanan-makanan kecil, dan biasa memakan ikan, cumi-cumi atau kerang.

  • Jadi, sebetulnya, singa laut ini tidak melompat ke dermaga untuk memakan anak perempuan itu, tetapi untuk mendapatkan lebih banyak makanan dari orang-orang yang berkerumun di sana. Apalagi, Singa laut dikenal sebagai hewan yang memiliki rasa keingintahuan tinggi. Hewan ini sering kali kedapatan mengitari dan menyelidiki para penyelam yang memasuki wilayah berkembang biak mereka.

  • Mereka tidak dikenal sebagai hewan yang kasar. Umumnya, mereka justru penasaran terhadap manusia ketimbang agresif.

  • Namun satu pelajaran penting yang harus diingat adalah; jangan terbiasa memberi makan hewan-hewan liar. Direktur Florida Program for Shark Research, George Burgess pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa memberi makan hewan-hewan liar dapat menimbulkan dampak jangka panjang pada perilaku hewan, mengajari mereka untuk "menyamakan manusia dengan makanan gratis".

  • Selain membahayakan manusia, kebiasaan memberikan makanan pada hewan liar juga berdampak buruk pada kelangsungan spesiesnya, lho. Sebuah penelitian yang bersumber pada riset terpanjang mengenai masalah ini yang telah diterbitkan pekan ini dalam Jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

  • Advertisement
  • "Di Selandia Baru, lebih dari dua per lima pemilik rumah memberi makan burung liar setiap hari, sehingga skala pemberian makanan ini sangat besar," kata Josie Galbraith, seorang mahasiswa PhD dalam ilmu biologi, dari Universitas Auckland. "Dalam penelitian sebelumnya kami memperkirakan bahwa lebih dari lima juta potong roti telah diberikan kepada burung setiap tahunnya."

  • Untuk menyelidiki dampak dari praktik ini Galbraith dan rekan melakukan percobaan yang berlangsung hampir selama dua tahun di halaman belakang dari 23 rumah tangga di Auckland. Sebelas dari rumah tangga yang terlibat dalam penelitian ini memberikan makanan berupa roti atau biji-bijian kepada burung liar setiap harinya, sementara rumah tangga yang lainnya tidak memberikan makanan kepada burung-burung liar di kawasan itu.

  • Para peneliti memonitor populasi burung sebelum, selama dan setelah pemberian makanan dan mengetahui hasil yang mengejutkan."Kami melihat ada penurunan keragaman spesies alami di kawasan itu dan sebaliknya ada peningkatan besar pada spesies burung yang baru muncul di kawasan tersebut".

  • Secara khusus, para peneliti menemukan peningkatan burung gereja rumahan yang berasal dari Eropa, dan burung merpati tutul berasal dari Asia. Dan mereka menemukan sebuah penurunan yang signifikan burung pemakan serangga asli Australia, warbler abu-abu. "Burung-burung ini menjadi terusir dari kawasan itu dan terpaksa harus menemukan makanan mereka di tempat lain".

  • Begitupun di Indonesia, inilah sebabnya tempat yang dinyatakan sebagai taman nasional menerapkan aturan untuk tidak memberi makan hewan liar. Di Pulau Komodo, misalnya. Sebetulnya karena hewan-hewan ini sudah tinggal di habitat alaminya, maka Tuhan pun telah menyiapkan makanan sesuai kebutuhan mereka.

  • Dengan memberi makan, maka mereka merasa senang dan malas berburu. Akibatnya, mereka lebih senang mengejar manusia. Hewan liar seperti monyet saja dapat mencakar Anda karena mereka mengejar Anda untuk mendapatkan makanan. Lalu bagaimana jika Komodo yang terbiasa diberi makan? Wah..bisa tamat riwayat kita.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pelajaran penting dari rekaman video gadis kecil yang ditarik seekor singa laut

Beberapa waktu, ada video yang viral di berbagai laman media sosial. Yakni video seorang anak gadis yang memberi makan singa laut, namun kemudian ditarik masuk ke air. Wah, pelajaran penting apa yang bisa kita ambil dari kejadian ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr