Pernahkah Anda terpikir untuk tinggal di planet selain bumi?

Bumi sudah hampir mencapai akhirnya, kata Stephen Hawking. Karena itu, ketimbang sulit mencari tempat tinggal di bumi, bagaimana kalau kita mulai menjalani perjalanan interstellar ke luar angkasa?
Sep 26, 2017

96 views   |   1 shares
  • Perjalanan membina rumah tangga baru adalah perjalanan seumur hidup yang harus dilalui setiap pasangan dengan baik. Salah satu tantangannya adalah mencari rumah. Di tengah keterbatasan lahan kota besar, dan harga yang menjulang tinggi, hingga sulitnya mencari lingkungan aman, nyaman, bebas banjir dan sebagainya, mencari rumah adalah pekerjaan sulit.

  • Nah, bagaimana kalau kita mulai memikirkan sebuah tempat di luar angkasa?

  • Siapa yang tak mengenal fisikawan Stephen Hawking? Teorinya mengenai penciptaan alam semesta hingga perjalanan luar angkasa kerap menjadi inspirasi dan bahan perbincangan dunia. Dan, baru-baru ini ia memastikan; dirinya akan melakukan perjalanan ke luar angkasa.

  • Mengapa luar angkasa? Sebab, menurut fisikawan dan kosmolog itu, 100 tahun ke depan bisa jadi adalah masa paling berbahaya dari planet Bumi. Berbahayanya Bumi pada masa itu ia yakini akan disebabkan oleh perang nuklir, wabah virus buatan, pemanasan global, hantaman asteroid dan populasi yang berlebih.

  • Karena itulah, Hawking menyarankan manusia untuk pergi meninggalkan Bumi. Menurutnya, manusia harus memulai peradaban baru di planet lain dalam 100 tahun mendatang.

  • Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Good Morning Britain. Hawking akan menjadi salah satu penumpang pesawat luar angkasa, Virgin Galactic yang merupakan milik dari pengusaha Sir Richard Branson. Hawking sebenarnya tidak berharap bisa pergi dan memiliki pengalaman di luar angkasa. Namun nyatanya ia justru mendapat tawaran langsung dari Richard Branson.

  • "Ketiga anakku telah memberikan kebahagiaan. Maka hanya ada satu hal lain yang bisa membahagiakanku, pergi keluar angkasa," katanya seperti dikutip dari Science Alert. "Aku kira tidak akan ada yang mengajakku tapi Richard Branson telah menawarkanku sebuah kursi di Virgin Galactic dan aku menjawab ya dengan segera," cerita Hawking.

  • Pada usia 75 tahun, Hawking bukanlah astronot tertua yang akan berangkat ke luar angkasa. Namun ia akan menjadi orang pertama dengan penyakit langka yang pergi ke luar angkasa. Seperti kita ketahui, Hawking menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit yang menggerogoti saraf motorik.

  • Bumi kehabisan ruang

  • Profesor Stephen Hawking kembali mengulang peringatannya bahwa kelestarian manusia bergantung pada pencarian rumah baru di luar Bumi. Ia meyakini, pencarian planet baru untuk dihuni harus dimulai dari sekarang. Hal tersebut disampaikan Profesor Hawking dalam konferensi pers festival seni dan sains Starmus di London. "Kita kehabisan ruang di Bumi dan kita perlu menerobos keterbatasan teknologi yang mencegah kita hidup di tempat lain di alam semesta."

  • Advertisement
  • Profesor Hawking bukanlah satu-satunya orang yang mengusulkan spesies multi-planet. Pendiri SpaceX, Elon Musk, juga memiliki rencana akbar untuk meluncurkan koloni luar angkasa dalam waktu 100 tahun mendatang. Selain itu, NASA juga telah menyatakan bahwa misi Mars-nya dapat membantu menempatkan manusia secara permanen di planet lain.

  • Bijakkah?

  • Namun bijakkah hal ini? Entah dari sisi sains. Namun meninggalkan bumi, rasanya seperti lari dari tanggung jawab, ya? Bukankah Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk paling unggul dengan tugas yang sebetulnya amat berat; menjadi punggawa dunia. Ada sebagian dari kita yang kemudian membuat bumi babak belur tak keruan, namun bukankah ini artinya sebagian lagi wajib melakukan perbaikan? Pantaskah jika dengan mudahnya kita berpikiran untuk kabur, dan meninggalkan kerusakan begitu saja?

  • Padahal, Hawking sendiri merupakan orang yang menolak kebijakan Eusthanasia pada manusia. Dalam sebuah wawancara dengan People's Daily Online, Hawking mendapat pertanyaan tentang eusthanasia. Ilmuwan dengan ALS ini berpendapat, "Korban memiliki hak untuk mengakhiri hidupnya, kalau ia mau. Tapi saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar. Betapapun hidup terlihat sangat buruk, selalu ada hal yang bisa kita lakukan. Di mana ada hidup, di sana ada harapan."

  • Hawking tak pernah menyerah pada penyakitnya, dan bahkan terus aktif mengajar hingga menulis buku. Ia menolak eusthanasia. Lalu mengapa ia mengajak kita semua pergi dari bumi, ketimbang berusaha memperbaiknya? Bukankah di mana ada hidup, di sana ada harapan, prof?

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pernahkah Anda terpikir untuk tinggal di planet selain bumi?

Bumi sudah hampir mencapai akhirnya, kata Stephen Hawking. Karena itu, ketimbang sulit mencari tempat tinggal di bumi, bagaimana kalau kita mulai menjalani perjalanan interstellar ke luar angkasa?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr