At that moment everything was perfect.

A post shared by 13 Reasons Why (@13reasonswhy) on

13 hal penting yang bisa diambil dari serial fenomenal "13 Reasons Why"

Menjalani hari-hari sebagai remaja sebetulnya tak pernah terasa mudah, Karena itu banyak dari mereka yang mudah putus asa. Bunuh diri, sebetulnya bukan pilihan, namun bagaimana jika sebuah serial mengulas lengkap mengenai sebuah kisah tentang hal itu

145 views   |   2 shares
  • Ada sebuah serial yang kini sedang hits di kalangan anak muda, diangkat dari sebuah novel dari Jay Asher dengan judul yang sama, 13 reasons why. Ceritanya mengenai seorang anak muda usia SMA yang bunuh diri dan meninggalkan kaset rekaman berisi 13 cerita, yang menjadi alasannya memutuskan untuk meninggalkan dunia.

  • Serial menarik ini menjadi kontroversial karena dianggap dapat memberikan inspirasi bagi para remaja untuk melakukan hal yang sama. Namun di sisi lain, dianggap penting juga sebab hal tabu seperti bunuh diri sudah saatnya diungkap dan dibahas dengan gamblang, mengingat angkanya yang terus melejit. Mencapai 40 ribu orang per tahun di AS dan 800 ribu orang per tahun di seluruh dunia. Bahkan WHO mengatakan bahwa lebih banyak jumlah orang yang bunuh diri ketimbang dibunuh atau gugur dalam perang.

  • Bagaimanapun, serial ini memang seolah membuka mata, bahwa hal yang dianggap sepele oleh orang dewasa bisa menjadi hal besar bagi remaja.

  • Karena itu, sebagai catatan, ada 13 hal penting yang bisa dipelajari dari serial ini:

    1. Menjadi penting untuk mengingatkan para remaja agar selalu berlaku baik dan tidak melakukan bullying, karena dampaknya bisa jadi tak sederhana.

    2. Perasaan kadang bukanlah sesuatu yang nyata, sebab sebetulnya semua masalah ada solusinya. Menyaksikan kisah mengenai bunuh diri justru membuat seseorang menyetujui 'bisikan' dari perasaan yang sedang kalut.

    3. American Foundation for Suicide Prevention and Others mengatakan bahwa kasus bunuh diri justru meningkat ketika kisah-kisah mengenai hal tersebut diangkat dengan gambar jelas dan dramatis, sehingga mengakibatkan sensasi ingin melakukan hal serupa.

    4. Akan ada pandangan bahwa bunuh diri menjadi cara terbaik untuk memberikan pelajaran kepada orang lain, agar mereka mengerti.

    5. Kejadian bunuh diri memang harus menjadi pembicaraan, namun harus dilakukan dengan benar. Misalnya memperkuat posisi orang dewasa untuk senantiasa berada di kehidupan remaja, agar bisa memberikan saran atau menjadi teman.

    6. Jangan biarkan remaja menyaksikan serial ini sendirian, sebaiknya ditemani orang dewasa agar dapat menjadi teman berdiskusi. Pilih waktu tersantai, dan biarkan ia bercerita, agar serial tersebut hanya menjadi tontonan bukan inspirasi pada pilihan hidupnya.

    7. Jangan memberikan rekomendasi agar setiap orang menontonnya, sebab kita tidak tahu apa yang sedang dihadapi orang lain dalam kehidupannya.

    8. Psikolog dan penulis buku Working with Mean Girls, Meredith Fuller mengatakan bahwa balas dendam usai bunuh diri sebetulnya lebih sulit untuk direalisasikan. Akan lebih baik jika masalah dikucilkan justru dibalas dengan pembuktian bahwa diri kita jauh lebih hebat dari anggapan orang lain.

    9. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga sistem imun tubuh. Sebab ketika sistem imun lemah, pilek biasa bisa meningkat menjadi pneumonia. Begitu juga masalah mental, rasa galau biasa bisa meningkat menjadi depresi. Karena itu, yang terpenting adalah cukup tidur, asupan bernutrisi, olahraga, serta berbicara dengan orang lain.

    10. Justru orangtua yang membutuhkan inspirasi dari serial ini. Tontonlah sendirian dan catat adegan-adegan penting untuk dibandingkan dengan perilaku anak. Namun ingat, hindari judgement dan mulailah menjadi teman yang siap mendengarkan.

    11. Praktikkan pengasuhan dengan kelekatan. Mungkin terasa terlambat sebab hal ini harusnya dimulai sejak balita, namun tak pernah ada perubahan baik yang sia-sia. Hal nomor satu yang wajib dilakukan, ketika mereka menghindari Anda, jangan balas menghindari mereka. Teruslah menjadi teman yang baik.

    12. Biasakan pengasuhan aktif. Artinya, anak telah terbiasa untuk menghilangkan kebosanan dari kekosongan waktu untuk melakukan hal-hal positif. Misalnya, sedari dini mengajak anak untuk aktif dalam organisasi kemanusiaan, atau mengajarkan berbagai keterampilan yang akan bermanfaat hingga kapan pun.

    13. Mulailah sejak dini. Jika anak Anda masih kecil, maka mulailah untuk membangun kedekatan dengannya. Membentak sebagai bentuk disiplin hanya akan membuat anak membangun benteng semakin tinggi. Terapkan secure attachment dan bangunlah koneksi sejak anak masih kecil, maka ia akan tumbuh dengan rasa ingin terus mengikuti kebiasaan baik meski Anda tak ada di sisinya.

  • Advertisement
  • Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan hal yang paling sederhana; gambar penuh. Anda tahu permainan puzzle bukan? Sebuah gambar baru akan terlihat ketika kepingan puzzle telah memenuhi kotak. Jika ada satu kepingan yang hilang, maka gambar tidak penuh. Dan kita akan terus mencarinya.

  • Berikan gambar yang penuh dari seluruh elemen yang dibutuhkan. Kehadiran keluarga, kegiatan bermanfaat, rasa percaya, lingkungan yang baik, nutrisi yang cukup, komunitas penuh dukungan, pendidikan yang baik, semua yang akan membantunya menemukan siapa dia.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

13 hal penting yang bisa diambil dari serial fenomenal "13 Reasons Why"

Menjalani hari-hari sebagai remaja sebetulnya tak pernah terasa mudah, Karena itu banyak dari mereka yang mudah putus asa. Bunuh diri, sebetulnya bukan pilihan, namun bagaimana jika sebuah serial mengulas lengkap mengenai sebuah kisah tentang hal itu
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr