Mengampuni seseorang di masa lalu adalah kunci kebahagiaan kita di masa depan. Setujukah Anda?

Mamaafkan, bukan berarti kalah, melainkan menyembuhkan luka spiritual dan membawa kita pada jiwa yang lebih damai
Sep 06, 2017

1,644 views   |   20 shares
  • Setiap orang pasti pernah mengalami pahitnya kehidupan ini. Disakiti atau dikecewakan oleh orang yang kita percaya tentu saja akan meninggalkan luka bahkan trauma yang mendalam. Tidak semua orang mudah melupakan pengalaman buruk dimasa lalunya. Dan tidak semua orang juga bisa mengampuni orang yang telah menyakitinya.

  • Luka yang dibawah sejak lama, hanya akan menjadi beban hidup yang tak terselesaikan. Hanya satu jalan untuk bisa melangkah maju dan tidak melihat kembali kebelakang. Yaitu, dengan 'mengampuni'.

  • Mengampuni sejatinya adalah membebaskan diri dari perasaan negatif yang sangat merugikan diri kita sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna di mata Tuhan. Kita semua mahkluk berdosa. Agar kita dapat menerima pengampunan atas dosa kita, kita juga perlu mengampuni orang lain. Dengan mengampuni orang yang telah menyakiti kita, memungkinkan kita dapat melepas atau mengatasi perasaan marah, kepahitan atau dendam. Mamaafkan, bukan berarti kalah, melainkan menyembuhkan luka spiritual dan membawa kita pada perasaan damai.

  • Selain itu, mengampuni juga dapat mendatangkan kebahagiaan. Mengapa?

  • "Seseorang bisa merasa bahagia, ketika bisa melanjutkan hidupnya dengan baik. Jika Anda tidak bisa melanjutkan hidup dan terus saja mengingat kepahitan yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Bagaimana Anda bisa bahagia?", Anna, 36 Tahun, Jakarta.

  • Mengampuni tidak berarti, Anda melupakan apa yang terjadi, tapi mengampuni adalah sebuah proses perbaikan yang jauh lebih mudah. Dalam kata-kata Bill Cosby, "Lepaskan apa yang pahit, dan lanjutkan hidupmu."

  • Lantas, apa yang membuat orang bahagia dalam jangka panjang?

  • "Yang dapat membuat orang bahagia adalah kehidupan yang berarti! Apalah artinya sebuah kehidupan yang bermakna, jika Anda tidak dapat mengampuni seseorang. Hidup ini akan bermakna, jika kehidupan kita tidak hanya berfokus pada diri kita sendiri. Melainkan juga berfokus dengan kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang lain salah satu cara membuat hidup kita bermakna. Dan ketika Anda mengampuni, itu artinya, Anda telah berkorban demi orang lain karena manyampingkan diri Anda sendiri. Dengan begitu, saya yakin, Anda akan menjalani hidup ini dengan sukacita dan kepuasan tanpa beban". Ditha, 31 Tahun, Jakarta.

  • Mencari dan menjalani kehidupan yang menyenangkan bisa membuat Anda bahagia dalam jangka pendek, namun tanpa makna yang lebih dalam, hal itu bisa membuat Anda menderita dari waktu ke waktu. Seperti gula, rasanya manis dan memuaskan saat dikonsumsi, namun memiliki efek samping yang tidak diinginkan dalam jangka panjang. Obat-obatan, seks tanpa cinta, dan makanan kaya semuanya memberi kepuasan jangka pendek; Mereka mungkin membuat Anda bahagia untuk sementara waktu namun Anda akan dihantui oleh perasaan hampa dari waktu ke waktu. Namun, jika hidup Anda tidak hanya berfokus pada kebahagiaan Anda sendiri, melainkan melibatkan orang-orang disekitar Anda. Anda akan merasakan kebahagiaan yang sejati.

  • Advertisement
  • Mengalah demi kebaikan itu adalah sikap dewasa yang bijaksana. Sekalipun, sesorang melakukan tindakkan yang menyakiti perasaan Anda. Jangan biarkan itu merampas kebahagiaan Anda. Mengampuni adalah satu-satunya cara Anda bisa maju dan bahagia. Jangan biarkan kebencian menghambat kebahagiaan Anda. Nikmati hidup yang singkat ini dengan banyak bersyukur dan yakini, bahwa apa yang terjadi didunia adalah takdir yang Maha Kuasa, dengan maksud agar Anda menjadi pribadi yang lebih tegar dan kuat.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Mengampuni seseorang di masa lalu adalah kunci kebahagiaan kita di masa depan. Setujukah Anda?

Mamaafkan, bukan berarti kalah, melainkan menyembuhkan luka spiritual dan membawa kita pada jiwa yang lebih damai
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr