Trik mempertahankan tubuh ideal di usia 35+

Di usia 30an, metabolisme tubuh semakin melambat hingga perlu trik khusus untuk tetap mempertahankan berat badan ideal Anda.

478 views   |   shares
  • Halo, selamat datang di usia 35. Apakah saat ini Anda sudah merasakan perbedaan pada kondisi tubuh Anda? Yang tadinya kuat begadang, kini mudah ngantuk. Yang tadinya kuat jalan kaki berbelanja di pasar dari pagi hingga sore, kini sampai siang saja sudah syukur. Yang tadinya makan nasi sebakul tapi tidak gemuk-gemuk, sekarang rasanya air saja berubah jadi lemak.

  • Ya, memang ketika remaja dan berusia 20-an metabolisme tubuh Anda sedang dalam kondisi prima. Anda yang jarang berolahraga dan tidak menjalani pola makan serta gaya hidup sehat sekalipun mungkin merasa tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti. Tapi ketika menginjak usia 30 tahun, alarm tubuh Anda mulai berbunyi. Apalagi 35+, kerja tubuh memang belum menurun secara signifikan, tapi Anda sudah mulai harus waspada dan semakin memerhatikan kesehatan.

  • Perubahan apa saja sih itu, dan pola makan seperti apa yang sebaiknya diterapkan agar tubuh tetap ideal?

  • Kalsium dari sayuran hijau

  • Pada usia 30-an, kepadatan tulang mulai menurun. Terutama bila keluarga Anda memiliki sejarah penyakit osteoporosis atau bila Anda merokok. Untuk ini, sebaiknya Anda mencukupi asupan kalsium dan vitamin dengan makanan kaya kalsium seperti salmon, almond, dan sayuran hijau. Hindari minuman bersoda, karena minuman ini sering diasosiasikan dengan berkurangnya massa dan kekuatan tulang.

  • Kontrol porsi makan

  • Tahukah Anda bahwa jumlah kalori yang dibakar tubuh Anda setiap harinya berkurang sebanyak 12 kalori untuk setiap tahun setelah menginjak usia 30? Itu sebabnya Anda yang aktif berolahraga sekalipun agak sulit menurunkan berat badan setelah berusia 30.

  • Cara paling efektif tentunya dengan mengontrol porsi makan. Dengan pembakaran kalori yang berkurang, berarti Anda harus mengurangi porsi makan demi menjaga berat badan.

  • Tidak merokok dan minum minuman beralkohol

  • Menurunnya kondisi kulit saat bertambah tua pasti sudah diketahui banyak orang. Tapi sebenarnya penurunan kondisi kulit ini sudah dimulai sejak usia 30, bersamaan dengan menurunnya produksi kolagen dan elastin yang memengaruhi struktur dan tekstur kulit. Ayo cegah dengan banyak mengonsumsi air putih serta sayuran dan buah-buahan, terutama yang mengandung vitamin C dan vitamin E. Tentu saja, berhentilah merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol yang mempercepat berkurangnya kolagen dan elastin.

  • Mengganti karbohidrat pati dengan sayur dan buah mentah

  • Seiring dengan menurunnya metabolisme tubuh, massa otot Anda juga berkurang. Seorang wanita dengan berat badan normal bahkan diperkirakan akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5% setiap dekade, antara umur 25 - 45 tahun.

  • Advertisement
  • Seperti otot lain di tubuh Anda, kemampuan jantung juga semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Termasuk kemampuannya untuk memompa darah serta memproses oksigen dari darah. Di usia 30-an pula, kolesterol mulai menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

  • Tambahan lainnya adalah; risiko diabetes. Menurut pakar gizi dr.Tan Shot Yen, dalam bukunya "Sehat Sejati yang kodrat", saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Penyebabnya, 93 persen penduduk yang berusia di atas 10 tahun tidak suka mengonsumsi sayuran sesuai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). "Padahal, anjurannya dalam sehari harus makan 3-5 porsi sayuran dengan takaran satu porsi seberat 100 gram," tukasnya.

  • Karbohidrat, memang merupakan gizi penting yang dibutuhkan sebagai sumber energi. Namun seiring bertambahnya usia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi karbohidrat. Aktivitas orang dewasa tak lagi membutuhkan kalori sebanyak anak-anak. Karenanya, supaya sehat, ganti sumber karbohidrat dari nasi menjadi sayur-sayuran.

  • "Ganti nasi dengan sumber karbohidrat yang mengandung kalori rendah, seperti sayuran dan buah. Untuk pengganti nasi, bisa makan 500 gram sayur selada mentah. Itu mengandung kalori rendah, tapi cukup bikin perut kenyang sampai tiba waktu makan berikutnya," jelas dr.Tan.

  • Jangan tergiur macam-macam diet instan

  • Aneka tren diet yang menawar­kan rupa-rupa solusi, me­­mang menggiurkan­ untuk diikuti. Namun men­­­dapat postur idaman tak cukup­ dengan­ mengi­kuti modul­ diet sema­ta, lho.­ Bi­sa-bisa bu­­kan­­ pos­tur ide­al­­ yang didapat,­ me­lainkan kekurangan nutrisi yang berakibat lebih fatal.

  • Dr.Tan juga menjelaskan masalah pola makan tak bisa diatasi dengan instan. "Pasalnya, pola makan harus konsisten dan berkaitan dengan gaya hidup untuk jangka waktu yang lama. Tidak bijaksana jika dampak dari akumulasi pola makan amburadul ingin diselesaikan dengan pola instan," paparnya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Trik mempertahankan tubuh ideal di usia 35+

Di usia 30an, metabolisme tubuh semakin melambat hingga perlu trik khusus untuk tetap mempertahankan berat badan ideal Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr