Stimulasi kemampuan motorik halus dan kasar si kecil dengan cara-cara ini

Menstimulasi motorik kasar maupun halus pada bayi memang tidak boleh dipaksakan mengingat bayi membutuhkan rangsangan yang tepat sesuai usianya.

536 views   |   8 shares
  • Semua orangtua perlu memahami tahap-tahap perkembangan pada bayi. Hal ini penting agar orang tua dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang tepat bagi tumbuh kembang otak anak yang meliputi unsur motorik kasar dan motorik halus sesuai tahapan usia bayi. Dengan demikian orang tua dapat memastikan dan mengetahui apakah bayi mereka tumbuh dan berkembang sesuai tahapan normalnya. Dari sini orang tua dapat mendeteksi jika bayi mengalami keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya.

  • Apa yang dimaksud motorik kasar dan motorik halus?

  • Keterampilan motorik kasar pada bayi meliputi gerakan- gerakan yang terkait dengan kesiapan otot-otot besar seperti otot kaki dan otot lengan juga pada sebagian besar anggota tubuh. Contohnya kemampuan bayi dalam berdiri, berjalan, merangkak, berlari, duduk, menoleh, mengangkat kepala, atah menendang.

  • Sedangkan motorik halus adalah kemampuan bayi dalam melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan otot-otot kecil dan berkoordinasi langsung dengan mata serta tangan. Contohnya menulis, memegang pensil, mengambil barang menggunakan jari, dan menggenggam.

  • Menstimulasi motorik kasar maupun halus pada bayi memang tidak boleh dipaksakan mengingat bayi membutuhkan rangsangan yang tepat sesuai usianya. Tahap perkembangan motorik bayi perlu dilalui secara berurutan dalam kurun waktu tertentu. Yang dimulai dari hal atau aktivitas sederhana hingga pada aktivitas yang lebih kompleks. Semakin bertambahnya usia bayi, maka rangsangan yang Anda berikan harus lebih banyak dan bervariasi karena kemampuan bayi juga semakin meningkat.

  • Berikut tips merangsang perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada bayi sesuai tahapan usianya

  • Merangsang motorik kasar

  • Bayi usia 0 - 3 bulan

  • menggantungkan mainan yang berwarna cerah atau mainan yang berbunyi di atas tempat tidur bayi. Hal ini dapat merangsang bayi untuk mengangkat tangannya meraih mainan tersebut

  • membaringkan bayi dalam keadaan tengkurap lalu goyangkan mainan yang berbunyi diatas kepala, sisi kiri dan kanan sambil sesekali memanggil namanya. Hal ini untuk melatih otot leher dan otot perut agar semakin kuat.

  • Baringkan bayi dalam posisi telentang lalu bantu bayi untuk membalikkan posisi tubuhnya.

  • Bayi usia 4 - 6 bulan

  • Bantu bayi untuk bisa memiringkan atau menggulingkan badannya sendiri dengan membunyikan mainan dari sisi satu ke sisi lainnya sampai bayi dapat mengikuti sumber bunyi

  • meskipun pada usia ini bayi belum bisa duduk sendiri, Anda bisa merangsangnya untuk belajar duduk dengan meletakkan bayi di stroler atau di kursi dengan posisi duduk, tetapi jangan terlalu lama

  • Advertisement
  • Bayi usia 7 - 9 bulan

  • Latih bayi untuk melakukan gerakan-gerakan mengangkat tubuhnya dan menggoyangkan badannya dengan meletakkan cermin didepan bayi

  • dudukkan bayi lalu letakkan mainan satu meter dari posisi bayi, lalu latih bayi untuk berusaha mengambil mainan tersebut dengan merangkak

  • Bayi usia 10 - 12 bulan

  • Biarkan anak berusaha untuk berdiri sendiri mengambil benda atau makanan yang telah Anda letakkan di atas kursi atau meja

  • latih si kecil untuk belajar berjalan dengan memegang kedua tangannya sambil memberinya semangat untuk mau melangkah. Lakukan sampai bayi mampu berjalan sendiri tanpa bantuan

  • Merangsang motorik halus

  • Bayi usia 0 - 3 bulan

  • Pada usia ini bayi lebih sering mengepalkan tangannya oleh karena itu Anda bisa membuka kepalan tangan bayi secara perlahan lalu luruskan jari jemari bayi satu persatu , berikan pijatan lembut sampai bayi bereaksi. Perkenalkan berbagai tekstur pada bayi untuk diraba misalnya wajah Anda, tangan Anda, mainan khusus bayi, selimut, atau benda lain yang memiliki permukaan yang halus.

  • Bayi usia 4 - 6 bulan

  • Berikan mainan yang bisa digenggam dan aman bila digigit bayi untuk melatih jemarinya agar terampil menggenggam. Letakkan mainan berwarna-warni atau main yang mengeluarkan bunyi di stroler, car seat, box tidurnya untuk menarik perhatian bayi dan akhirnya berusaha meraih mainan tersebut

  • Bayi usia 7 - 9 bulan

  • Berikan benda yang bisa digenggam misalnya sendok, mainan, stik drum. Latih anak untuk bagaimana memegang sendok atau biskuit saat ia makan.Karena diusia ini anak sudah bisa untuk makan.

  • Perbanyak benda aman yang bisa digenggamnya untuk melatih kemampuan bayi memegang, mengambil, menjepit, menekan, atau menjatuhkan benda

  • Bayi usia 10 - 12 bulan

  • Ajak bayi bernyanyi sambil tepuk tangan, selain melatih otot tangan aktivitas ini melatih musikalitasnya. Latih bayi untuk mengambil dan menyusun balok sendiri atau ajarkan untuk memegang pensil dan mengaplikasikannya untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Stimulasi kemampuan motorik halus dan kasar si kecil dengan cara-cara ini

Menstimulasi motorik kasar maupun halus pada bayi memang tidak boleh dipaksakan mengingat bayi membutuhkan rangsangan yang tepat sesuai usianya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr