Ini alasan mengapa vaksin anak adalah hak asasi anak yang tidak boleh dirampas orangtua

Vaksinasi tidak dapat diganti dengan cara lain. Bahkan obat-obat herbal atau non-herbal sekalipun

393 views   |   3 shares
  • Dikutip dari National Geographic Indonesia, Dokter Jane Soepardi dari Departemen Kesehatan menyatakan bahwa imunisasi merupakan hak anak sehingga orangtua wajib memberikannya kepada bayi dan anak. Imunisasi pada hakekatnya adalah hak asasi anak. Setiap anak berhak mendapatkan imunisasi lengkap dan teratur sejak anak lahir. Hal tersebut juga telah tertulis didalam Undang-undang Perlindungan Anak. Secara khusus dalam pasal 45 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

  • Vaksinasi tidak dapat diganti dengan cara lain. Bahkan obat-obat herbal atau non herbal mahal pun tak bisa. Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak, Vaksinasi juga akan berpengaruh pada kekebalan fisik anak. Kekebalan fisik mampu mencegah berbagai penyakit, cacat bahkan virus penyebab kematian. Meskipun tak ada yang menjamin bahwa anak yang telah divaksinasi tidak akan terserang penyakit. Namun,kemungkinan besar anak yang telah divaksinasi akan lebih kebal terhadap bakteri dan virus yang menyerang sehingga anak tetap dalam kondisi sehat.

  • Melihat manfaat yang begitu penting bagi kesehatan dan perlindungan anak, mengapa masih saja ada orangtua yang 'merampas' hak anak dalam mendapatkan vaksin. Sangat disayangkan orang tua yang mengecualikan anaknya menerima vaksin dengan berbagai alasan. Padahal vaksin sebagai bentuk investasi bagi masa depan anak dalam hal kesehatan.

  • Beberapa orangtua yang menolak memberi vaksin merasa khawatir akan kandungannya padahal vaksin telah dinyatakan aman oleh pemerintah dan telah dikaji oleh para ahlinya melewati beberapa penelitian sampai pada akhirnya bisa diaplikasikan pada anak.

  • Ada juga yang beranggapan bahwa pemberian vaksin tidak begitu penting. Anggapan tersebut diperkuat dengan argumen bahwa sebelum zaman modernisasi, orang-orang dulu tidak mendapatkan Vaksinasi tetapi kenyataannya sehat-sehat saja sampai sekarang. Coba lihat anak-anak dulu lebih kebal dan tidak mudah sakit seperti anak-anak sekarang ini. Alasan-alasan seperti inilah yang membuat para orangtua kehilangan pengetahuan akan pentingnya pemberian vaksin pada anak.

  • Menurut WHO, setiap tahun ada 1,4 juta kematian anak-anak dibawah usia 5 tahun disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Hasil survei tersebut seharusnya bisa memberi pemahaman bagi setiap orangtua bahwa pemberian vaksin dapat menurunkan risiko kematian anak. Karena kelalaian, sikap acuh tak acuh dan pemahaman Anda yang salah tentang Vaksinasi, apakah Anda rela anak Anda kehilangan hak untuk hidup?. Ingat, anak mempunyai hak untuk memiliki tumbuh kembang yang baik, hidup layak, berhak memperoleh layanan, jaminan kesehatan dan perlindungan. Sudahkah Anda memenuhi hak anak tersebut dengan pemberian vaksin?

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Ini alasan mengapa vaksin anak adalah hak asasi anak yang tidak boleh dirampas orangtua

Vaksinasi tidak dapat diganti dengan cara lain. Bahkan obat-obat herbal atau non-herbal sekalipun
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr