Seringkali berselisih paham dengan mertua? Lakukan ini

Wajar saja bila Anda tidak selalu sejalan dengan mertua tercinta. Bagaimanakah menyiasatinya?

519 views   |   3 shares
  • Setelah menikah, beda pendapat atau selisih paham bukan hanya terjadi antara suami istri saja melainkan terjadi juga antara menantu dengan mertua. Bukan hal baru lagi saat menjumpai menantu dan mertua yang beda pendapat tentang pola pengasuhan dan cara didik anak, bahkan urusan rumah tangga anak-anaknya. Fenomena ini sudah banyak terjadi di kehidupan masyarakat kita.

  • Tidak jarang akibat selisih paham tersebut, menantu jadi benci dengan mertuanya dan sebaliknya mertua merasa tidak dihormati oleh menantu. Hubungan seperti ini rawan menimbulkan konflik. Ketika opini, kritik atau komentar-komentar yang datang dari pihak mertua berseberangan dengan pilihan kita, seringkali kita merasa keberatan dan tidak nyaman. Di satu sisi kita memiliki hak mempertahankan argumen namun di sisi lain kita juga harus menghormati pendapat mertua. Inilah yang menjadi dilema para menantu.

  • Nah, saat berada dalam kondisi di mana pendapat Anda seringkali berseberangan dengan mertua, lakukan hal ini:

  • 1. Bersikaplah jujur.

  • Walau terlebih dahulu Anda harus memahami bahwa maksud mertua Anda baik, jujurlah saat Anda tidak sependapat dengan hal tersebut. Berikan alasan Anda dengan cara yang sopan dan lugas, tanpa harus menyinggung perasaan mertua.

  • 2. Berpandangan terbuka.

  • Mungkin pendapat Anda berbeda dengan mertua, tetapi alangkah baiknya jika Anda dapat melihat dari sudut pandang mertua juga. Mungkin saja apa yang dikatakan atau disarankannya bukan hal yang buruk dan tujuannya untuk kebaikan Anda juga. Mungkin malah pendapatnya ternyata merupakan solusi terbaik yang Anda perlukan. Tidak sependapat bukan lantas merasa Anda yang paling benar, kan?

  • 3. Menerima masukan mertua tidak ada salahnya.

  • Kita bisa berkata 'terima kasih' atas masukan atau pendapat yang disarankannya. Meski masih timbul sedikit kontra dalam pemikiran Anda, yang terpenting tampung saja segala informasi yang beliau sarankan. Mungkin akan berguna suatu saat nanti.

  • 4. Dukungan anggota keluarga lain

  • Ketika pendapat Anda selalu ditolak dan dianggap kurang tepat, pertentangan kerap sulit terelakkan, cobalah mencari dukungan dari pasangan dan membicarakannya dengan tenang. Utarakan semua keluh kesah atau alasan mengapa Anda sulit untuk sependapat dengan jalan pikiran orangtuanya. Mendapat dukungan pasangan bukan berarti memaksanya menentang orangtuanya. Seringkali, hanya anak yang mampu mengerti cara berkomunikasi baik dengan orangtuanya.

  • 5. Mengomunikasikan pada pasangan

  • Advertisement
  • Mintalah pasangan Anda untuk membicarakan secara baik-baik kepada orangtuanya bahwa keputusan yang diambil dalam keluarga kecil Anda berdua adalah kesepakatan bersama. Misalnya dalam hal merawat dan mendidik anak, mengelola keuangan rumahtangga, atau mengenai cara mengatur dan membereskan rumah. Jelaskan bahwa setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

  • 6. Jangan menyakiti perasaan

  • Jangan jadikan masalah besar, apalagi jika Anda tipikal orang yang cuek. Biarkan masalah ini berlaku begitu saja dan abaikan kritikan atau keluhan mertua dengan santai tanpa harus menyakiti perasaan mereka.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Seringkali berselisih paham dengan mertua? Lakukan ini

Wajar saja bila Anda tidak selalu sejalan dengan mertua tercinta. Bagaimanakah menyiasatinya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr