Saya tidak lagi merokok, tapi menggantikannya dengan vape. Amankah?

Rokok elektronik belakangan ini semakin mewabah, dan yang selalu menjadi pembenarannya adalah rokok ini tidak berbahaya sekaligus menjembatani niat berhenti merokok. Namun benarkah?

1,049 views   |   8 shares
  • Belakangan ini, banyak orang yang memilh untuk menggunakan vape sebagai pengganti rokok. Rokok elektrik yang menggunakan baterai ini dianggap sebagai batu loncatan agar orang bisa berhenti dari kecanduan merokok. Namun jika bicara mengenai vape, tentu tak terlepas juga dari kepentingan industri, maka tak jarang berita menyatakan bahwa vape justru lebih berbahaya. Membingungkan?

  • Mari kita telaah sedikit!

  • Apa itu vape?

  • Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok elektrik terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge).

  • Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna menghisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

  • Apakah bahaya vape sama dengan rokok tembakau?

  • Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin lebih aman daripada rokok biasa. Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau.

  • Di lain sisi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik jauh dari kata tidak berbahaya. Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  • Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya. Bagaimanapun, hal ini berdampak negatif bagi perkembangan otak. Seperti kita ketahui juga, nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.

  • Uap yang dihasilkan rokok elektrik dan cairan yang ada dalam rokok elektrik berbahaya. Anak-anak dan orang dewasa dapat keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.

  • Bahan kimia tambahan yang mungkin berbahaya telah ditemukan pada beberapa rokok elektrik. Bahan kimia ini, seperti yang mengandung logam, senyawa organik yang mudah menguap, dan nitrosamin. Kadar ini cenderung lebih rendah daripada rokok tembakau, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa besar kandungan berbahaya dari rokok elektrik karena belum diatur.

  • Advertisement
  • Penelitian lainnya juga menunjukkan bahaya vape. Dilansir dari sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

  • Vape mengandung zat karsinogen

  • Menurut Agus Dwi Susanto, dokter sekaligus Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan dari RSUP Persahabatan, Walaupun data secara pasti dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) ataupun penelitian di luar negeri yang saat ini menunjukkan untuk penyakit-penyakit berbahaya belum banyak, tetapi dampaknya sudah mulai bermunculan.

  • Lebih jauh lagi, dia memaparkan bahwa bahaya yang mengintai pengguna vape terletak pada cairan yang digunakan untuk menghasilkan uap setelah proses pemanasan secara elektrik atau menggunakan baterai. Cairan ini diketahui mengandung sejumlah zat karsinogen atau zat yang bersifat menginduksi terjadinya kanker.

  • Bahan bersifat karsinogen yang terkandung dalam cairan vape antara lain gliserol dan nikotin nitrosamine. Belum lagi, proses pemanasan cairan vape diketahui melepaskan zat kimia formaldehida yang juga merupakan zat karsinogenik. "Setiap cairan mengandung zat-zat tersebut. Menurut data-data WHO, dengan jumlah yang bervariasi, berbeda-beda, tetapi bahan karsinogen sekecil apa pun punya risiko yang harus diperhatikan," katanya.

  • Entah smoking maupun vape-ing, tentu saja akan lebih baik menjalani gaya hidup sehat dan terbebas dari ketergantungan pada zat apa pun, bukan?

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Saya tidak lagi merokok, tapi menggantikannya dengan vape. Amankah?

Rokok elektronik belakangan ini semakin mewabah, dan yang selalu menjadi pembenarannya adalah rokok ini tidak berbahaya sekaligus menjembatani niat berhenti merokok. Namun benarkah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr