Ini dia tanda-tanda Anda sudah mengalami depresi akibat media sosial

Ketergantungan pada media sosial perlahan-lahan membuat mental rusak dan akhirnya terjadi depresi. Inilah tanda-tanda depresi akibat media sosial yang dapat kita amati
Aug 31, 2017

4,110 views   |   24 shares
  • Depresi pada seseorang bukan hanya terjadi ketika orang tersebut mengalami tekanan yang berat karena suatu permasalahan, beban atau kondisi di mana kesehatan mental atau psikologisnya mengalami gangguan yang pada akhirnya memengaruhi pola pikir, suasana hati, dan perasaan. Depresi bisa juga terjadi pada seseorang yang aktif di media sosial. Kenapa bisa?

  • Bukan sesuatu yang baru lagi ketika kita mendapati seseorang mengalami depresi karena keadaan yang tidak menyenangkan misalnya kehilangan orang yang dicintai, hancurnya hubungan pernikahan, kehilangan pekerjaan atau terlilit banyak utang. Kondisi-kondisi seperti itu wajar memicu timbulnya depresi , ada perasaan kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan mendalam yang sulit untuk dilepaskan.

  • Lain halnya dengan depresi yang disebabkan karena media sosial. Banyak masyarakat kita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami tanda-tanda depresi akibat aktif bermedia sosial. Kecanduan media sosial sudah berubah menjadi gangguan nyata dalam kehidupan kita. Media sosial seolah-olah menjadi kebutuhan primer yang lebih penting dari hal-hal penting lainnya.

  • Jangan heran mereka yang kecanduan media sosial rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memantau aktivitas di dunia maya sampai-sampai melalaikan waktu makan, mengurangi waktu istirahat, menunda-nunda pekerjaan, tidak peka akan keberadaan orang-orang di sekitar dan hanya fokus pada sosial media.

  • Ketergantungan seperti itu perlahan-lahan membuat mental rusak dan akhirnya terjadi depresi. Inilah tanda-tanda depresi akibat media sosial yang dapat kita amati

  • 1. Mencari pelarian dan penghiburan melalui media sosial

  • Sekarang ini banyak dari kita lebih memilih untuk mencari hiburan melalui dunia maya ketimbang dunia nyata. Media sosial kerap dianggap sebagai "teman" untuk berbagi kesedihan ketimbang harus berbagi kepada teman, keluarga atau pasangan secara langsung.

  • 2. Tidak sadar waktu

  • Berselancar selama berjam-jam tanpa henti, dan aktif dalam perangkat media sosial secara terus menerus akan membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap waktu. Sebagian waktunya akan tersita hanya untuk menatap layar smartphone.

  • 3. Merasa ada yang kurang saat tidak ada fasilitas internet

  • Para pecandu sosial media akan merasa ketika internet off, atau tidak ada jaringan Wifi yang mengaksesnya ke internet maka hal itu menjadi suatu masalah berarti. Terkadang mereka akan kalang kabut, gelisah dan kebingungan sendiri ketika tidak ada internet, entah karena kuota internet habis atau jaringan internetnya yang tidak ada. Mereka akan merasa ada yang kurang dalam hidupnya.

  • Advertisement
  • 4. Timbul perasaan iri saat melihat postingan orang lain

  • Jujur saja terkadang kita merasa iri atau cemburu ketika melihat postingan teman atau orang lain. Saat yang lain memperlihatkan momen liburan mereka, kemesraan mereka dengan pasangannya atau memposting barang-barang baru yang mereka kenakan sedangkan kita hanya bisa melihatnya dan timbul rasa cemburu yang berlebihan.

  • 5. Merasa tidak mampu dan tidak pernah percaya diri

  • Ketika orang lain hanya ingin mengungkapkan kesenangannya di media sosial dan kita yang merasa sedih karena muncul perasaan tidak mampu untuk sama seperti mereka. Kita merasa tidak percaya diri dan merasa tidak seberuntung orang lain. Waspadai itu salah satu gejala depresi.

  • 6. Berambisi mengikuti tren yang ada

  • Perkembangan dunia dapat kita ikuti melalui sosial media di mana kita dapat melihat berbagai tren yang ada. Sayangnya, beberapa dari kita dibuat berambisi untuk selalu mengikuti tren yang sebetulnya tidak kita butuhkan.

  • 7. Perasaan bahagia yang berlebihan saat online

  • Bagi pecandu media sosial, kebahagiaan mereka adalah saat bisa online dan eksis di media sosial. Perasaan yang berlebihan ini sebenarnya tidak wajar.

  • 8. Suka berbohong

  • Media sosial menjadi ajangnya orang mengunggulkan, memamerkan diri sendiri. Sarana untuk mendapatkan pengakuan dari pengguna media sosial lainnya. Bahkan untuk mendapatkan like, coment atau pujian, mereka rela menjadi pribadi yang tidak jujur tanpa memperdulikan konsekuensinya. Misalnya memposting hal yang nyata-nyata tidak ada atau tidak terjadi.

  • 9. Mudah marah dan tersinggung

  • Pecandu sosial media sangat mudah mengalami kecemasan dan tertekan. Dalam kondisi demikian mereka menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung dan marah. Seperti itulah gejala depresi yang mudah dikenali.

  • 10. Kehilangan minat terhadap aktivitas lainnya

  • Karena bagi mereka tak ada aktivitas lain yang saling menyenangkan selain bermain di media sosial.

  • 11. Berpikir tentang melukai diri sendiri, kematian atau mencoba untuk bunuh diri

  • Baru-baru ini marak pemberitaan tentang para remaja yang mencoba aksi bunuh diri melalui tayangan langsung di media sosial. Kalau dipikir-pikir, mengapa harus seekstrim itu mau memamerkan?.

  • Mulai sekarang bijaklah menjadi pengguna media sosial.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Ini dia tanda-tanda Anda sudah mengalami depresi akibat media sosial

Ketergantungan pada media sosial perlahan-lahan membuat mental rusak dan akhirnya terjadi depresi. Inilah tanda-tanda depresi akibat media sosial yang dapat kita amati
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr