Sejauh mana Anda berperan dalam kemampuan sosialisasi anak Anda?

Salah satu unsur penting yang harus diperhatikan adalah kemampuan atau keterampilan anak dalam bersosialisasi.

98 views   |   3 shares
  • Tolak ukur keberhasilan kita mendidik dan membesarkan anak, tidak serta merta dapat diukur dari seberapa cerdas atau pintarnya anak kita. Kehidupan ini semakin hari semakin kompleks dan kompetitif, anak-anak dituntut untuk bersaing bukan hanya di bidang akademik atau unggul dalam kemampuan intelektual saja namun ada faktor lain yang juga harus dikuasai anak demi mencapai kesuksesan yang diharapkan.

  • Salah satu unsur penting yang harus diperhatikan adalah kemampuan atau keterampilan anak dalam bersosialisasi. Hal ini menjadi faktor penunjang utama karena melalui kemampuan bersosialisasi, mereka dapat menunjukkan kepribadian, bagaimana cara membawa diri, menghadapi karakter orang lain, dan bersikap di lingkungan mana saja. Oleh sebab itu, orangtua harus berperan aktif dalam upaya memberi pengajaran atau arahan agar anak memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik dan tepat.

  • Kita pasti mengetahui, bahwa sekarang ini banyak fenomena yang mengakibatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi menjadi berkurang. Berkurangnya rasa empati, berkurangnya komunikasi dan tak terkontrolnya emosi anak dapat menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah.

  • Misalnya saja, pengaruh smartphone. Tak dipungkiri lagi keberadaan smartphone di kalangan anak-anak zaman sekarang bukan hal baru lagi. Bahkan anak yang masih tergolong balita pun sudah sangat familiar dengan salah satu benda canggih tersebut. Sampai-sampai pengaruhnya sangat signifikan bagi anak-anak. Beberapa anak menjadi sulit untuk dijauhkan dari gadget dan senang menghabiskan sebagian waktunya hanya untuk bermain gadget. Akibatnya, anak menjadi tidak peka lagi terhadap kehidupan sosial mereka yang nyata.

  • Melihat salah satu fenomena tersebut, maka kita sebagai orangtua harus senantiasa mengontrol perkembangan anak kita. Lalu, sejauh mana Anda dapat mengontrol kemampuan sosialisasi anak Anda?

  • "Saya memiliki seorang anak yang usianya baru memasuki 8 tahun. Saya tahu di usia-usia seperti itu, anak masih perlu belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan tepat. Kemampuan dia bersosialisasi dapat saya lihat melalui kesehariannya, dalam kegiatan bermainnya. Syukurlah anak saya, memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kehidupan sosialnya. Dia juga aktif, mudah bergaul dan tak pernah malu jika berada dalam lingkungan baru. Sejauh ini saya masih terus mengarahkan dan memberikan dia kesempatan untuk bergaul dengan anak sebayanya. Sesekali saya mengingatkan dia untuk bisa belajar mengontrol emosinya saat bermain bersama teman-temannya." (Hasti, 33 tahun, Malang)

  • Advertisement
  • "Sudah kewajiban kita orangtua untuk mengontrol setiap perkembangan anak kita termasuk mengontrol kemampuan anak bersosialisasi. Bagi saya mengontrol bukan berarti harus banyak tuntutan atau batasan bagi anak, tetapi lebih kepada bagaimana saya bisa senantiasa melibatkan diri dalam kegiatan anak. Misalnya sering-sering mengajak anak berkomunikasi, menemaninya saat bermain atau berperan sebagai teman bagi anak. Penting juga mengajarkan pada anak untuk bisa menghargai orang lain, untuk saling berbagi, tidak cepat tersinggung, tidak iri hati, tidak sombong dan hal-hal baik lainnya yang mampu mengembangkan keterampilan sosial menjadi lebih baik." (Wahyuni, 39 tahun, Malang)

  • "Karena anak saya telah beranjak remaja, saya lebih protektif terhadap lingkungan di mana ia sering bergaul. Perkenalan dan pergaulannya pun semakin luas, tidak seperti waktu dia masih anak-anak, saya masih dapat mengawasinya. Sejauh ini saya memberikan kebebasan kepadanya untuk bersosialisasi, tetapi tetap saya memberikan batasan-batasan. Karena masa remaja sangat rentan terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Satu-satunya cara mengontrol kemampuan sosialisasi dia adalah dengan komunikasi dan memantau dia dalam media sosial." (Ningsih, 41 tahun, Kediri)

  • Itulah mengapa penting bagi kita untuk senantiasa membantu anak-anak untuk belajar mengambil bagian dalam hubungan sosial.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Sejauh mana Anda berperan dalam kemampuan sosialisasi anak Anda?

Salah satu unsur penting yang harus diperhatikan adalah kemampuan atau keterampilan anak dalam bersosialisasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr