Mengalami masalah kelenjar tiroid, apa bahayanya bagi wanita?

Mengapa wanita yang kerap mengalaminya? Karena para wanita mengalami siklus menstruasi, hamil dan menyusui yang seringkali membuat hormon tidak seimbang.

794 views   |   8 shares
  • Sebagai wanita, saya dan Anda berpotensi menderita gangguan kelenjar tiroid. Mengapa kebanyakan wanita yang menjadi sasaran? Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh termasuk yang berhubungan dengan reproduksi. Wanitalah yang mengalami haid, kehamilan, menyusui sehingga bila terjadi ketidakseimbangan, maka akan segera terasa dampaknya.

  • Nah, untuk mengenal lebih dekat seluk beluk kelenjar tiroid, di bawah ini akan dijelaskan secara sistimatis agar pembaca dapat memahami dengan jelas dan mengambil langkah-langkah yang tepat bila merasakan gejalanya.

  • 1. Apakah itu kelenjar tiroid dan apa fungsinya?

  • Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar besar yang berperan penting untuk tubuh. Letaknya di leher, sedikit di bawah jakun dan berbentuk seperti kupu-kupu dengan dua sayap kanan kiri. Lewat yodium yang diperoleh dari asupan makanan ke dalam tubuh, kelenjar tiroid memproduksi 3 jenis hormon yaitu Tiroksin (T4), Triodotionin (T3) dan Kalsitonin. Pembahasan ini akan fokus pada hormon T3 dan T4 yang menjadi pengendali metabolisme dalam tubuh. Agar tubuh tetap sehat, kadar T3 dan T4 haruslah tepat dan stabil.

  • 2. Alur pengendali produksi hormon T3 dan T4

  • Ada tiga kelenjar yang saling berhubungan dalam proses produksi T3 dan T4 yaitu Hipotalamus, Pituary dan Tiroid. Bila hormon tiroid diumpamakan panas yang diperlukan untuk proses pembakaran hormon lainnya, maka Pituary adalah alat pengatur suhu dan Hipotalamus adalah bagian yang mengatur suhu. Bila suhu berkurang, maka pituary akan memerintahkan agar memproduksi lebih banyak lagi, atau mengurangi bila perlu. Sedangkan Hipotalamuslah yang menetapkan porsi pas T3 dan T4 untuk tubuh.

  • 3. Beberapa penyakit dan gejalanya

  • Jika terjadi ketidakseimbangan akibat beberapa hal di antaranya masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak, Kelenjar tiroid yang rusak, pengaruh obat yang mengandung litium (Li), operasi pengangkatan kelenjar tiroid dan kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh, maka dapat mengakibatkan beberapa penyakit di bawah ini:

  • Gondok

  • Penyakit yang disebabkan oleh membesarnya kelenjar tiroid ini dapat mengganggu pernapasan dan saat menelan. Kadang-kadang pembesaran mengarah ke dalam, walaupun tidak tampak dari luar akan masih mengganggu.

  • Hipertiroid

  • Jika tubuh dalam kondisi kelebihan hormon tiroid, akan muncul beberapa gejala seperti perasaan resah dan sering gugup, jari yang sering gemetaran, jantung berdebar-debar, berat badan berkurang, keringat berlebihan, lemas dan konsentrasi berkurang, insomnia, sakit kepala seperti ditusuk-tusuk, siklus mentruasi yang tidak teratur dan emosi yang labil.

  • Advertisement
  • Hipotiroid

  • Kondisi ini adalah kebalikan dari hipertiroid, di mana tubuh kekurangan hormon tiroid. Gejalanya antara lain kelelahan dan lemas, depresi, denyut jantung yang lambat, berat badan yang naik tanpa sebab jelas, tidak tahan terhadap suhu dingin, otot lelah dan sakit, kulit kasar dan kering, wajah bengkak, rambut rontok, sembelit, sulit konsentrasi, penurunan libido, menstrurasi berat.

  • Kanker tiroid

  • Saya sendiri adalah penderita kanker tiroid sejak tahun 1993. Tidak ada gejala sakit, hanya ada pembengkakan di leher. Dokter segera melakukan operasi bahkan waktu itu tanpa melakukan tes terlebih dahulu, dan memang dari hasil tes setelah operasi ditemukan sel kanker ganas. Pengobatan selanjutnya adalah terapi yodium radioaktif untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa. Sejak saat itu, obat rutin pengganti hormon tiroid saya minum sampai hari ini dan kondisi saya segar bugar.

  • Tirioditis

  • Ini adalah kondisi di mana terjadinya inflamasi pada kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan atau malah kurang. Gejalanya antara lain: Selalu merasa lelah, lemah otot, sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat, gatal-gatal, sulit untuk tetap diam, perubahan suasana hati; gugup, cemas, dan mudah marah; sulit tidur, diare, sensitif terhadap panas, hingga kehilangan gairah seksual.

  • Bila Anda mengalami gejala-gejala yang mirip seperti di atas, tidak ada salahnya untuk segera menemui dokter ahli endokrin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Mengalami masalah kelenjar tiroid, apa bahayanya bagi wanita?

Mengapa wanita yang kerap mengalaminya? Karena para wanita mengalami siklus menstruasi, hamil dan menyusui yang seringkali membuat hormon tidak seimbang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr