12 cara ini ampuh untuk merebut kembali hati putra dan putri kita. Ini yang saya lakukan selama ini.

Dalam budaya timur, seringkali orangtua menempatkan diri selalu di pihak yang benar. Sikap ini dapat membuat anak sakit hati!

965 views   |   9 shares
  • Sebahagia apapun hubungan sebuah keluarga, selalu ada masa pasang dan surutnya. Termasuk juga di antara hubungan orangtua dan anak. Dalam budaya timur, seringkali orangtua menempatkan diri selalu di pihak yang benar tanpa mempertimbangkan pendapat dan alasan anak dalam mengambil keputusan. Tahukah Anda, sikap ini dapat menyebabkan sakit hati pada anak. Bila gejala ini mulai nampak, segera ambil langkah-langkah yang tepat untuk merebut kembali hati anak. Lakukan cara sederhana yang selalu saya lakukan ini dan rayakan hubungan mesra antara Anda dan anak-anak tercinta:

  • 1. Katakan cinta

  • Lingkungan masyarakat kita kadang 'kikir' untuk mengucapkan cinta pada anak. Ada anggapan bahwa dengan menyediakan papan, sandang, pangan dan pendidikan maka sudah cukup untuk menunjukkan cinta. Cobalah katakan cinta paling tidak dua kali sehari, di pagi dan malam hari. Ucapan cinta yang tulus akan melunakkan hati anak dan merekatkan kembali hubungan yang pernah retak.

  • 2. Dengarkan mereka

  • Seorang penulis modern, Bryant H. McGill mengatakan, "Mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sesungguhnya merupakan salah satu bentuk penghormatan yang tulus". Anak-anak yang merasa dihormati akan membalas hal yang sama pada Anda.

  • 3. Tatap matanya

  • Berbicara dengan cara menatap mata menunjukkan perhatian dengan lawan bicaranya. Anak-anak yang merasa diperhatikan akan dengan leluasa menumpahkan isi hatinya tanpa rasa takut. Dengan begitu Anda pun tahu isi hati anak.

  • 4. Melakukan kegiatan bersama

  • Sesekali buatlah jadwal kegiatan bersama anak. Apa yang Anda lakukan haruslah yang disenangi anak. Bila setiap anak berbeda kesenangannya, tentu saja setiap anak akan mendapatkan gilirannya.

  • 5. Luangkan waktu satu per satu untuk anak

  • Setiap anak berhak mendapatkan perhatian untuk menuangkan perasaan dan impiannya kepada orangtuanya tanpa didengarkan oleh orang lain. Jadwalkan waktu untuk ini dan gunakan kesempatan tersebut untuk mengemukakan impian Anda juga.

  • 6. Hindarkan kata 'harus'

  • Kata 'harus' lebih condong pada maksud 'memaksakan'. Sebagai orangtua yang ingin mengambil hati anak Anda, hindari menggunakan 'harus' kepada anak. Dalam mengarahkan anak, cobalah untuk mengganti kata 'harus' menjadi 'sebaiknya'. Misalnya, "Sebaiknya kamu belajar terlebih dahulu baru bermain".

  • 7. Cerita pengantar tidur

  • Bagikan cerita hidup Anda saat menjelang tidur. Apa saja yang sudah Anda lakukan untuk bisa berhasil dalam hidup, atau ceritakan tentang kegagalan dan usaha-usaha Anda untuk bangkit.

  • Advertisement
  • 8. Berikan pujian

  • Jangan pernah bosan memberikan pujian pada anak jika mereka memang patut mendapatkannya. Lakukan hal ini untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.

  • 9. Disiplinkan dengan kasih

  • Orangtua dan anak perlu menyepakati aturan bagi anak sekaligus sanksinya. Bila terjadi pelanggaran, maka sanksi perlu ditegakkan. Mendidik anak disiplin dapat memperkuat karakter mereka.

  • 10. Mengakui kesalahan

  • Orangtua adalah manusia biasa yang juga tak luput dari kesalahan. Jika Anda salah, jangan malu mengakui kesalahan Anda kepada anak.

  • 11. Bersedia minta maaf

  • Meminta maaf pada anak juga merupakan salah satu cara merebut hati mereka. Ini membuat anak akan merasa orangtuanya adalah orangtua yang adil dan rendah hati.

  • 12. Jadilah 'teladan'

  • Orangtua adalah guru bagi anak-anaknya. Ketika Anda melakukan hal-hal yang buruk, anak akan meniru teladan buruk Anda. Sebaliknya ketika Anda melakukan hal-hal yang baik, anak dapat meniru teladan baik Anda. Untuk itu berusaha keraslah untuk menjadi teladan terbaik bagi anak-anak Anda.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

12 cara ini ampuh untuk merebut kembali hati putra dan putri kita. Ini yang saya lakukan selama ini.

Dalam budaya timur, seringkali orangtua menempatkan diri selalu di pihak yang benar. Sikap ini dapat membuat anak sakit hati!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr