Ini etikanya ketika mengkritik suami agar ia bersedia mendengarkan Anda

Saat kritikan yang keluar bagai sengatan lebah, siapa yang tidak sakit hati? Mungkin cara Anda mengkritiklah yang selama ini kurang tepat.

4,236 views   |   26 shares
  • Sebuah kritikan memiliki maksud mengecam atas wujud ketidakpuasan atas ucapan atau perilaku seseorang. Kalimat-kalimat yang keluar seringkali bagai sengatan lebah yang meninggalkan rasa sakit dan luka di hati. Sulit dipahami dan diterima bila kejadian semacam itu terjadi antara dua insan yang saling mencintai, antara suami dan istri.

  • Seorang istri, karena kodratnya lebih banyak menggunakan otak kiri yang memainkan perasaan, seringkali secara tidak sadar sering mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya dengan nada tinggi dan cenderung mengecam akhirnya berujung pertengkaran. Apalagi seorang pria kebanyakan memiliki harga diri yang cukup tinggi, dengan otak kanannya yang penuh logika seringkali lebih suka berpikir praktis. Mereka tentu tidak suka dengan kritikan yang penuh emosi yang dilontarkan oleh istri mereka.

  • Nah, jika Anda seorang istri yang hobi mengkritik suami, apa bahayanya? Memberi kritik berlebihan dapat berujung pada perceraian loh. Anda tentu ingin rumahtangga yang langgeng dan bahagia kan? Ayo mulai melontarkan kritik dengan cara yang lebih baik seperti uraian di bawah ini:

  • 1. Adakah kritik yang membangun?

  • Anda sering mendengar istilah itu dalam masyarakat. Ada beda antara mengkritik dan memberi masukan. Kritik cenderung menyalahkan dan menghakimi, sedangkan masukan akan memberikan jalan keluar dari sebuah masalah. Nada ucapannya pun pasti berbeda; yang satu tinggi, yang satu lagi penuh perhatian dan kasih sayang. Saran dan masukan pada didasari itikad untuk mendorong lawan bicaranya jadi lebih baik.

  • 2. Kritik cenderung menyalahkan

  • Dua insan yang hidup bersama akan selalu terlibat percakapan di mana masing-masing mengungkapkan isi hatinya dan yang lain memberikan tanggapannya. Suasananya menjadi 'panas' bila salah satu pihak merasa tidak puas atas tindakan pasangannya dan meluncurkan kalimat-kalimat bernada menyalahkan. Komunikasi yang efektif antar pasangan adalah dengan membahas masalah dan mencari jalan keluar bersama, bukan untuk menyerang si pelaku.

  • 3. Pekerjaan merupakan isu sensitif

  • Seorang pria mempunyai tanggung jawab utama sebagai tulang punggung keluarga. Inilah martabat tertinggi seorang pria. Bila dihadapkan sebuah pilihan antara istri dan pekerjaan, para pria lebih sering mendahulukan pekerjaan. Nah, Anda para istri mesti hati-hati bagaimana menanggapi hal ini. Kendalikan lidah Anda agar tidak memberondong dengan segudang keluhan dan kritikan, karena perlakuan Anda akan memicu kemarahan.

  • Advertisement
  • 4. Kritik masalah uang

  • Para suami pencari uang untuk keluarga ingin mempunyai kebebasan untuk menggunakan sisa uang yang dimilikinya setelah semua kewajiban di rumah telah terpenuhi. Anda para istri tidak perlu mengatur bagaimana suami membelanjakan uangnya, karena menanyakan kemana larinya uang suami bisa menyinggung perasaan mereka loh.Namun tidak ada salahnya bila memang sudah keterlaluan, Anda dapat mengingatkannya saat suasana sedang santai untuk berbicara dari hati ke hati.

  • 5. Meremehkan dan melecehkan

  • Para suami tentu bukan manusia yang sempurna. Mereka bisa lalai ataupun membuat kesalahan pada istri. Cara Anda mengungkapkan kekesalan harus hati-hati. Jika respons Anda saat emosi tinggi, sebaiknya Anda tidak perlu berbicara, tunggu sampai dingin. Bila ucapan Anda dianggap merendahkan serta menghina, sama saja Anda sedang mengobarkan 'perang baratayudha'.

  • 6. Selalu ingin menang

  • Tentu ada perasaan senang dan bangga bila orang-orang di sekitar Anda mau menuruti kemauan Anda sehingga suasana rumah jadi aman tenteram. Sifat seperti ini tidak sehat. Mendominasi dan memaksakan kehendak bertentangan dengan kodrat manusia yang ingin dihargai pendapatnya, apalagi suami Anda. Kembangkan dialog, terbiasalah untuk damai dalam perbedaan.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Ini etikanya ketika mengkritik suami agar ia bersedia mendengarkan Anda

Saat kritikan yang keluar bagai sengatan lebah, siapa yang tidak sakit hati? Mungkin cara Anda mengkritiklah yang selama ini kurang tepat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr