Cegah intoleransi berkembang dalam diri anak sejak dini

Izinkan anak-anak bermain dengan teman-teman sebaya dari berbagai macam latar belakang. Biarkan anak-anak merasakan sendiri bahwa hidup di tengah-tengah keberagaman bukanlah sebuah ancaman.

337 views   |   2 shares
  • Dalam sebuah seminar bertajuk Darurat Pendidikan Indonesia atas Menguatnya Permusuhan Berdasarkan Agama, 28 maret 2017 di Jakarta, Profesor Irwanto, direktur pusat kajian perlindungan anak (PUSKAPA), memaparkan "Anak-anak tidak seharusnya dibimbing untuk berdiri di baris terdepan guna menghadapi sebuah pertikaian. Saya kira pola ajaran semacam ini sangat buruk bagi perkembangan mereka. Anak-anak seharusnya diajarkan untuk saling menghormati dan menghargai orang lain bukan sebaliknya memperkenalkan kepada mereka sikap intoleran."

  • Anak-anak di usia mereka tidak mampu menolak apa yang disampaikan oleh orang dewasa, bagi mereka situasi semacam itu tak ubahnya sebuah piknik keluarga. Namun, ajaran kebencian, orasi-orasi yang bertujuan menghina, menghasut dan tindakan-tindakan anarkis lainnya akan terekam kuat dan itu akan selalu diingat oleh anak-anak hingga mereka tumbuh dewasa nanti.

  • Menjadi tanggung jawab setiap orangtua untuk mengajarkan kepada putra-putri mereka apa itu sikap saling menghormati. Di tengah-tengah keberagaman seperti saat ini sikap saling menghormati akan menciptakan tatanan kehidupan yang aman dan damai dalam masyarakat.

  • Mengajarkan toleransi kepada akan lebih baik jika dilakukan sejak usia dini, anak-anak akan mampu menyerap dengan baik dan menjadikan toleransi sebagai dasar kehidupan mereka dalam bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

  • Berikut ini beberapa tips bagaimana mencegah intoleransi berkembang dalam diri anak:

  • 1. Perkenalkan bahwa keberagaman adalah sebuah rahmat

  • Anak-anak perlu menyadari bahwa keberagamaan adalah karunia dari Tuhan yang Maha Esa. Sejak awal dunia dijadikan tidak ada satu pun yang telah Tuhan ciptakan sama persis, contoh: Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada terang ada gelap, ada panjang ada pendek. Oleh karena itu, anak-anak perlu menghargai setiap perbedaan yang ada. Anak-anak hendaknya tidak diajarkan memaksakan kehendak kepada orang lain yang tidak sepaham, tetapi harus bisa hidup berdampingan dengan perbedaan-perbedaan tersebut dalam harmoni.

  • 2. Orangtua hendaknya menjadi teladan utama

  • Dalam menerapkan toleransi orangtua hendaknya menjadi panutan utama bagi anak-anak. Mengajarkan toleransi bisa dimulai dari lingkup paling kecil, yaitu keluarga. Beberapa hal yang orangtua bisa ajarkan, di antaranya: Mengasihi pasangan dengan tulus, menghindari perdebatan karena berbeda pendapat, memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya, mengundang teman atau sanak saudara yang berbeda keyakinan datang ke rumah, membantu tetangga yang sedang mengalami kesusahan meskipun berbeda keyakinan, suku maupun golongan.

  • Advertisement
  • 3. Berikan komentar-komentar positif terhadap persitiwa yang sedang terjadi

  • Ketika anak-anak bertanya mengenai sebuah peristiwa berusahalah menanggapinya dengan bijaksana, jangan menanamkan kebencian dalam diri mereka dengan memberikan komentar-komentar negatif. Berikan penjelasan secara benar, berusahalah membantu anak-anak untuk tidak mudah berprasangka buruk terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di sekitarnya.

  • 4. Jadilah pribadi yang netral

  • Ketika terjadi pertikaian tunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda berdiri di pihak yang netral. Tunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda sangat mencintai perbedaan dan tidak menjadikannya sebagai sesuatu yang dapat memecah belah.

  • 5. Libatkan anak dalam komunitas yang beragam

  • Agar sikap toleran makin tertanam kuat dalam diri anak-anak, sejak dini libatkan mereka dalam komunitas yang beragam. Izinkan anak-anak bermain dengan teman-teman sebaya dari berbagai macam latar belakang, biarkan anak-anak merasakan sendiri bahwa hidup di tengah-tengah keberagaman bukanlah sebuah ancaman.

  • Setiap orang tidak dapat memilih akan dilahirkan dari orangtua, suku, agama dan bangsa apa. Adalah hak prerogatif Tuhan yang Maha Kuasa untuk menentukan semua hal tersebut. Jadi, anak-anak harus mampu melihat setiap perbedaan sebagai sesuatu yang indah, melalui perbedaan-perbedaan tersebut anak-anak akan makin maju dan berkembang dalam hal toleransi dan nilai-nilai kebajikan. Itulah yang membedakan manusia dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Cegah intoleransi berkembang dalam diri anak sejak dini

Izinkan anak-anak bermain dengan teman-teman sebaya dari berbagai macam latar belakang. Biarkan anak-anak merasakan sendiri bahwa hidup di tengah-tengah keberagaman bukanlah sebuah ancaman.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr