Teryata, ini hikmah di balik sulitnya menemukan ART

Mendapatkan Asisten Rumah Tangga (ART) yang baik, rajin dan jujur, belakangan ini adalah hal yang semakin susah. Namun, sebegitu pentingkah keberadaan mereka dalam kehidupan kita?

769 views   |   2 shares
  • Rezeki tak hanya berkaitan dengan uang atau pekerjaan. Sebab, mendapatkan asisten rumah tangga (ART) yang baik, rajin dan jujur juga bertahan lama bekerja di rumah kita pun termasuk dalam rezeki, setuju? Nah, di bulan-bulan pasca-hari raya seperti inilah ujian atau rezeki biasanya tiba.

  • Kalau masih rezeki, maka si mbak datang lagi ke rumah kita setelah selesai liburannya. Namun, jika ujian yang tiba, maka, ia memilih untuk tak kembali. Entah untuk bekerja di tempat lain, atau tetap di kampungnya. Apalagi sekarang ini, orang-orang dari kampung lebih memilih untuk bekerja di pabrik, restoran, mal, atau industri lainnya, ketimbang di rumah tangga.

  • Sudah jarang dari mereka yang masih mau menjadi ART. Biasanya karena dianggap kurang bergengsi, atau keliru menafsirkan gaji yang dianggap kecil. Namun, tak hanya dari pihak mereka. Kita pun mulai mengalami krisis kepercayaan pada orang lain untuk tinggal di rumah bersama kita.

  • Sebab tak jarang dari para ART ini yang tak bisa dipercaya. Lihat saja berbagai kejadian yang marak, dari pencurian, penculikan, hingga penyiksaan anak sudah pernah terjadi sebelumnya. Hal ini tentu meresahkan, dan membuat banyak orang yang memilih untuk tak lagi menggunakan jasa ART.

  • Semua hal ada hikmahnya

  • Drama ART ini sebetulnya tak berlalu begitu saja tanpa hikmah, lho. Salah satunya adalah pendidikan anak. Memang memiliki ART jelas meringankan tugas para ibu, apalagi yang bekerja. Akan selalu ada si mbak untuk membantu kita melakukan pekerjaan bebersih, mencuci hingga memasak di rumah. Apalagi jika anak masih kecil dan setiap hari melakukan eksplorasi dengan memberantakkan mainan dan barang-barang.

  • Jeleknya, membiarkan anak bergantung kepada ART, bahkan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya sudah bisa ia lakukan sendiri, dapat membuat ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan kurang bertanggung jawab. Sementara, menurut psikolog Nessi Purnomo, M.Psi, kemandirian merupakan salah satu bekal terpenting buat anak untuk menghadapi dunia luar kelak. "Bagaimana ia bisa survive kalau cara mengurus diriya sendiri pun ia tak tahu?" demikian dikatakan Nessi.

  • Terbiasa disiplin dan mandiri

  • Dengan tidak memiliki ART di rumah, tentu saja anak akan terbiasa untuk merapikan mainan setelah selesai bermain, atau membereskan kamarnya sendiri. Bahkan, Anda pun dapat menciptakan kegiatan merapikan baju hingga peralatan sekolah bersama-sama, sebagai bentuk membangun ikatan agar lebih dekat dengan anak.

  • Advertisement
  • Anak pun akan terbiasa makan sendiri, dan berlatih untuk membereskan sisa-sisa makanan yang tercecer. Tanpa si mbak, anak pun terhindar dari kebiasaan meneriaki mbak setiap kali ia membutuhkan sesuatu. Selain itu, kebiasaan merapikan sepatu, menaruh pakaian kotor di tempatnya, juga disiplin meletakkan kembali semua barang ke tempatnya.

  • Awalnya memang akan terasa amat berat, sebab Anda harus bersabar menunggunya hingga terbiasa dan bisa. Namun, hasil akhirnya, Anda akan sangat terbantu dengan kemandirian si kecil. Anda tak lagi harus melakukan dua pekerjaan sekaligus di rumah, sebab ia sudah bisa mengurus dirinya sendiri, bahkan bisa membantu Anda melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga.

  • Membantu anak menemukan jati dirinya

  • Tahukah Anda, bahwa memasak merupakan kegiatan yang amat baik bagi anak untuk belajar berbagai sensori hingga melatih motorik halusnya? Ya, tak ada salahnya jika Anda pun mengajaknya terjun ke dapur dan membantu Anda memasak. Berantakan pasti awalnya. Namun, ingatlah bahwa banyak chef-chef besar yang menghabiskan masa kecilnya membantu ibunya memasak.

  • Ya, tak hanya membangun kemandirian dan disiplin. Tanpa ART pun bisa menjadi jalan seorang anak menemukan dirinya, hingga keinginan dan bakatnya. Bukan hanya menjadi chef, berbagai kesulitan yang dihadapinya saat harus melakukan tugas rumah tangga bisa menjadi inspirasi baginya menemukan hal baru yang bisa memudahkan tugas rumah tangga.

  • Membangun kedekatan dan kebersamaan

  • Yang jelas, dengan membagi tugas antar anggota keluarga, Anda pun sedang mengajarkan ia menjadi bagian dari keluarga. Ia tinggal di bawah atap yang sama dengan Anda, diberikan tanggung jawab, dan merasa puas akan hasil kerjanya, tentu membuatnya merasa memiliki rumah dan setiap bagian dari rumah itu.

  • Kebersamaan akan membangun kedekatan. Tanggung jawab akan membuatnya mendahulukan keluarga dan hal ini bisa mencegahnya dari menghabiskan waktu berkeliaran lalu terjerumus pada hal-hal buruk.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Teryata, ini hikmah di balik sulitnya menemukan ART

Mendapatkan Asisten Rumah Tangga (ART) yang baik, rajin dan jujur, belakangan ini adalah hal yang semakin susah. Namun, sebegitu pentingkah keberadaan mereka dalam kehidupan kita?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr