Menunggu anak di sekolah? Boleh, asal jangan sampai kebablasan

Curhat memang melegakan, dan menyenangkan. Namun tidak semua orang bisa dicurhati. Apalagi jika sudah menyangkut hal-hal pribadi seperti permasalahan dalam rumah tangga.

944 views   |   2 shares
  • Menjadi ibu rumah tangga, kerap kali diidentikkan dengan wanita yang -saking kurang kerjaannya- memilih untuk menghabiskan waktu dengan bergosip atau curhat sampai kebablasan. Paradigma ini menjadi terbentuk karena memang wanita seringkali mencurahkan masalahnya dengan sahabat terdekat. Tak jarang masalah rumah tangga pun menjadi topik yang hangat.

  • Jika memang diungkapkan secara pribadi dengan orang terdekat, demi mencari solusi atas sebuah masalah, mungkin tak mengapa. Namun, bagaimana jika hal-hal yang amat personal ini diungkapkan di depan banyak ibu-ibu lainnya ketika menunggu anak di sekolah?

  • Hal ini bukan saja bertentangan dengan kaidah terkait batasan-batasan dalam membicarakan masalah rumah tangga, namun juga sebetulnya membuka aib yang berbahaya bagi keutuhan rumah tangga. Selain itu, pendengarnya pun tak semuanya 'dekat' dengan si pencurhat, yang mengakibatkan rasa 'risi' ketika harus berada di situ.

  • Memang tak mudah menemukan batasan masalah apa yang bisa diungkap dengan sahabat, dan masalah mana yang tak seharusnya menjadi konsumsi publik. Apalagi jika memang tak banyak pilihan kegiatan yang dapat dilakukan dalam keseharian.

  • Berikut adalah hal-hal yang sebaiknnya diingat jika Anda ibu rumah tangga, dan seringkali berada dalam situasi mengantar jemput anak ke sekolah:

  • Membuat batasan sehat

  • Saat mengobrol, usahakan untuk tidak membicarakan sesuatu yang pribadi. Tak perlu membicarakan kekurangan suami, atau 'kehidupan ranjang' Anda secara detail. Bertukar pikiran dengan sesama ibu rumah tangga boleh saja, namun jangan sampai membuka 'aib' keluarga Anda. Hal itu akan menjadi senjata yang menyerang Anda juga seluruh keluarga.

  • Jangan mendengar terlalu detail

  • Batasan sehat juga berarti Anda pun berhak untuk menolak mendengar permasalahan ibu-ibu lain terlalu detail. Beri pengertian pada mereka bahwa ada hal-hal yang tak pantas diungkapkan ke orang lain. Hal ini juga bisa mengajarkan teman Anda untuk membuat batasan sehat itu.

  • Pilih orang terdekat

  • Jika memang Anda perlu berbagi masalah rumah tangga, pilihlah orang-orang yang paling dekat, misalnya keluarga. Menyewa konsultan pernikahan juga bisa menjadi tempat berbagi serta mencari solusi yang tepat bagi masalah pernikahan Anda.

  • Belajar lebih banyak

  • Jika Anda memiliki waktu senggang ketika anak-anak berada di sekolah, lebih baik dipergunakan untuk belajar hal baru. Misalnya membaca buku terkait parenting, psikologi anak dan sebagainya. Atau mengikuti parenting class. Sehingga, saat situasi memaksa Anda untuk mengobrol, ada obrolan lain yang lebih penting. Misalnya terkait tumbuh kembang anak.

  • Advertisement
  • Cari kegiatan positif

  • Tak ada salahnya lho, mengikuti kursus yang selama ini bahkan tak terpikirkan untuk diikuti. Berada dalam situasi yang sama sekali baru akan mengaktifkan kreativitas Anda. Mendalami sesuatu yang selama ini sudah sering Anda lakukan juga baik untuk mengisi waktu. Di zaman serba digital ini, memberikan rekaman video tutorial make up saja bisa menghasilkan uang, lho. Jadi sambil menyelam minum air kan.

  • Olahraga

  • Ketimbang menghabiskan 3-4 jam di warung bakso depan sekolah sambil gosip, lebih baik Anda mengikuti kelas yoga. Atau pulang saja ke rumah dan berolahraga sambil menonton video tutorialnya. Lari pagi, aerobik dan berjalan kaki juga bisa menjadi alternatif pilihan kegiatan olahraga, yang tidak mengeluarkan ekstra uang. Sudah sehat, bebas bablas.

  • Membereskan rumah

  • Menata ulang rumah, atau membereskan berkas, buku, mainan dan membuang benda yang tak terpakai biasanya tak menjadi prioritas. Padahal amat penting untuk dilakukan, agar rumah bebas debu dan anggota keluarga tak menghabiskan waktu untuk mencari barang, karena berantakan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menunggu anak di sekolah? Boleh, asal jangan sampai kebablasan

Curhat memang melegakan, dan menyenangkan. Namun tidak semua orang bisa dicurhati. Apalagi jika sudah menyangkut hal-hal pribadi seperti permasalahan dalam rumah tangga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr